Dampak Sistemik Pelemahan Rupiah di Sektor Industri

Dinar | Sabtu, 29 Agustus 2015 10:02
Dampak Sistemik Pelemahan Rupiah di Sektor Industri

Reporter : Ramdania

Harga bahan baku tinggi, harga jual tertahan daya beli masyarakat, tenaga kerja pun jadi bantalan kenaikan harga produksi.

Dream - Masih banyaknya bahan baku impor yang digunakan pada industri dalam negeri, menyebabkan dampak pelemahan rupiah sangat dirasakan para pengusaha. Pasalnya, dengan kenaikan harga bahan baku, pengusaha tidak bisa menaikkan harga barang karena rendahnya daya beli masyarakat.

Menurut Aziz Pane, Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia meskipun Indonesia merupakan salah satu penghasil karet terbesar di dunia, namun pada kenyataannya kandungan lokal pada industri ban dalam negeri hanya sekitar 15 persen.

Hal yang sama dialami oleh Wakil Sekjen Gabungan  Pengusaha Makanan Minuman Indonesia, Stefanus Indrayana. Menurutnya, industri makanan dan minuman sedang menghadapi dilema.

Kenaikan bahan baku seharusnya diimbangi dengan kenaikkan harga jual produk, tetapi di sisi lain hal ini sulit untuk dilakukan mengingat daya beli masyarakat yang sedang melemah yang diperparah adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebelum kisruh rupiah ini.

“ GAPMMI  mengharapkan adanya stabilisasi kurs agar dapat melakukan perencanaan,” jelasnya seperti dikutip dalam keterangan pers, Sabtu, 29 Agustus 2015.

Ketua Umum APINDO, Hariyadi Sukamdani  mengakui pengusaha saat ini sedang menghadapi situasi yang sangat sulit, yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun. Pilihan pengusaha saat ini, lanjutnya, adalah melakukan efisiensi di sektor tenaga kerja, terutama untuk tenaga outsourcing dan kontrak.

Hariyadi menambahkan meskipun belum ada anggota APINDO yang menutup usahanya, tetapi dirinya menerima laporan dari serikat pekerja bahwa sudah ada perusahaan yang gulung tikar akibat situasi saat ini.

“ Meskipun pemerintah mengeluarkan kebijakan penggunaan rupiah untuk berbagai pembayaran, namun pada kenyataanya beberapa perusahaan BUMN justru masih menggunakan dolar Amerika, seperti Perusahaan Gas dan Pelindo,” keluh Hariyadi.

ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen
Join Dream.co.id