Siap-Siap! Deretan Profesi di Indonesia Ini Boleh Diisi Pekerja Asing

Dinar | Selasa, 10 September 2019 12:24
Siap-Siap! Deretan Profesi di Indonesia Ini Boleh Diisi Pekerja Asing

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mulai level manajer sampai tenaga ahli.

Dream – Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, merilis Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 228 Tahun 2019 tentang Jabatan Tertentu yang Dapat Diduduki Tenaga Asing. Dalam aturan tersebut, peluang orang asing bekerja di Indonesia semakin terbuka. 

Tenaga kerja asing natinya bisa bekerja sebagai manajer sampai staf.

Dikutip dari laman Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa 10 September 2019, ada 18 sektor usaha yang bisa dimasuki oleh tenaga kerja asing. Berikut ini adalah rinciannya.

1. Konstruksi

2. Real Estate

3. Pendidikan

4. Industri Pengolahan

5. Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, dan Aktivitas Remediasi

6. Pengangkutan dan Pergudangan

7. Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi

8. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum

9. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

10. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tampa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya

11. Aktivitas Keuangan dan Asuransi

12. Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial

13. Informasi dan Telekomunikasi

14. Pertambangan dan Penggalian

15. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara Dingin

16. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor

17. Aktivitas Jasa Lainnya

18. Aktivitas Profesional, Ilmiah, dan Teknis

2 dari 4 halaman

Duduki Posisi-posisi Ini

Menurut Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 228 Tahun 2019, para tenaga kerja asing bisa menduduki sederet posisi, mulai dari manajer sampai staf.

Misalnya, di golongan industri komputer dan perlengkapannya, tenaga kerja asing bisa bekerja sebagai manajer senior, manajer produksi, ahli teknik produksi, dan ahli teknik pengendalian kualitas.

Di industri farmasi, produk obat kimia, dan tradisional, pekerja migran bisa menjabat sebagai manajer umum, manajer penjualan regional, dan kepala pemasaran layanan kesehatan.

Di bidang furnitur, mereka bisa menjabat sebagai manajer mesin, manajer keuangan, dan manajer produksi. Ada juga yang menjadi ahli teknik mesin, teknik desain, dan teknik pengendalian kualitas.

Kamu bisa baca selengkapnya rincian posisinya di sini.

3 dari 4 halaman

Kadin: Impor Tenaga Kerja Asing Jangan Asal-asalan

Dream - Jelang pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015, keluar masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia tidak dapat dielak. Gelombang pekerja asing dikhawatirkan bakal menyerbu Nusantara.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Tenaga Kerja, Benny Soetrisno, berharap penerimaan tenaga kerja asing harus melalui pertimbangan khusus.

" Dari Kadin melihat harus ada kualifikasi tenaga kerja asingnya, jangan cuma tukang gali juga harus pake asing, jadi harus ada expertisenya (keahlian)," ujar Benny Soetrisno di Jakarta, Selasa 26 Agustus 2015.

Benny menambahkan, untuk memilah-milih kebutuhan atas tenaga kerja asing, Kementerian Tenaga Kerja mesti memiliki basis data mengenai ketersediaan tenaga kerja Indonesia.

" Kemenaker harus punya database tenaga yang mau didatangkan itu kita punya apa nggak. Kalau kita sudah punya itu kan buat apa," ucap Benny.

Selain itu, Benny juga menekankan pengukuran kualitas tenaga kerja berdasarkan sertifikasi profesi yang sudah dilakukan. Agar kualitas tenaga kerja yang didapat juga tidak asal.

" Sekarang logika saja dalam konteks MEA ini kita sudah lakukan sertifikasi profesi nanti menjelang MEA ini kan ada liberalisasi tenaga kerja. Tapi bukan berarti semua tenaga kerja semuanya kerja di kita atau kita kerja disana," kata Benny.

" Tentu ada aturan main yang tersertifikasi. Misalnya tukang masak, itu punya grade sendiri begitu juga tukang las, supervisor, itu pasti sudah ada sertifikasinya," tutup Benny

4 dari 4 halaman

Rumah Termurah di Jakarta yang Boleh Dibeli WNA Rp 10 M

Dream - Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Indonesia kini boleh memiliki hunian di Indonesia. Namun, mereka tidak boleh sembarangan membeli rumah. Ada persyaratan harga rumah yang boleh dihuni WNA.

Dilansir dari situs setkab.go.id pada Senin 18 April 2016, Kementerian Agraria dan Tata Ruang telah merilis Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang No. 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian, Pelepasan, atau Pengalihan Hak Atas Pemilikian Rumah Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.

Dalam aturan itu, warga asing boleh memiliki rumah maupun rumah susun. Pembelian rumah tunggal atau satuan rumah susun itu bisa berupa bangunan baru yang dibeli langsung dari pihak pengembang/pemilik tanah dan bukan merupakan pembelian dari tangan kedua.

" Dalam hal Orang Asing membeli rumah tunggal di atas tanah Hak Pakai atas Hak Milik, dilakukan berdasarkan perjanjian pemberian Hak Pakai di atas Hak Milik dengan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah antara Orang Asing dan Pemegang Hak Milik," begitu bunyi Pasal 1 ayat (3) Peraturan Menteri di atas.

Selain persyaratan itu, pemerintah juga membuat aturan ketat tentang rumah yang bisa dibeli owang asing. Salah satunya harga rumah tinggal termurah yang bisa dibeli WNA yang disesuaikan dengan kotanya.

Di Jakarta, warga asing hanya boleh membeli rumah di atas Rp10 miliar.  Sedang di Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur Rp 5 miliar,  Jateng, Yogyakarta, dan Bali Rp 3 miliar, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan Rp 2 miliar, dan daerah lainnya di luar daerah-daerah tersebut Rp 1 miliar.

Sementara itu, rumah susun harga termurah yang dapat dimiliki mereka di Jakarta sebesar Rp5 miliar, di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta Rp1 miliar, Jawa Timur Rp1,5 miliar, Bali Rp2 miliar, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatang masing-masing Rp 1 miliar; dan daerah lainnya Rp750 juta.

Representasi Feminisme Versi Barli Asmara
Join Dream.co.id