Daftar 10 Orang Tajir Dunia yang Hartanya Menyusut di 2021

Dinar | Senin, 27 Desember 2021 10:13

Reporter : Alfi Salima Puteri

Bahkan ada di antara mereka yang kekayaannya berkurang sampai ratusan triliun rupiah.

Dream - Di tengah pandemi Covid-19, miliarder di dunia juga banyak yang mengalami penurunan kekayaan. Penurunan ini membuat harta merka menurun drastis.

Melansir dari laman Forbes, Kamis, 23 Desember 2021, berikut adalah 10 nama miliarder dunia yang harta kekayaannya paling menurun drastis selama tahun 2021.

1. Colin Zheng Huang

Kekayaan pendiri platform e-commerce Pinduoduo, yakni Colin Zheng Huang turun drastis hingga US$40,2 miliar (Rp576 triliun) di tahun 2021. Hal ini karena saham Pinduoduo turun dengan jumlah yang hampir sama.

Sudah dikempiskan oleh penyelidikan antimonopoli luas yang mengancam raksasa internet China, perusahaan berusia enam tahun itu semakin diguncang oleh pengunduran diri mendadak Huang sebagai ketua pada bulan Maret.

Sahamnya turun 21 persen setelah meleset dari ekspektasi pendapatan kuartal di bulan Novmber. Kini, Huang memiliki kekayaan bersih sebesar US$22,4 miliar (Rp320,9 triliun).

2. Jack Ma

Jack Ma, yang pernah menjadi orang terkaya di China dan salah satu taipan yang paling vokal, menghabiskan sebagian besar tahun 2021 tak terlihat oleh pandangan publik setelah regulator pemerintah mengambil tindakan keras terhadap perusahaannya.

Regulator China pertama kali membatalkan IPO yang direncanakan oleh Ant Group senilai US$35 miliar pada November 2020. Kemudian, Alibaba, raksasa e-commerce yang didirikan oleh Jack Ma dijatuhkan denda sebesar US$2,8 miliar pada bulan April sebagai bentuk hukuman antimonopoli tertinggi yang pernah diterapkan di China, dengan tuduhan bahwa Alibaba melanggar aturan anti-monopoli.

Kapitalisasi pasar Alibaba turun lebih dari 46 persen pada tahun ini, yakni turun sebanyak US$21,4 miliar (Rp306,6 triliun), membuat harta kekayaan Jack Ma turun 37 persen menjadi US$37 miliar (Rp530,2 triliun).

Daftar 10 Orang Tajir Dunia yang Hartanya Menyusut di 2021
Jack Ma
2 dari 5 halaman

3. Hui Ka Yan

Kekayaan pendiri raksasa real estate China Evergrande Group, yakni Hui Ka Yan menurun selama dua tahun berturut. Bahkan ia telah mengeluarkan US$1 miliar dari kekayaan pribadi dan menjual saham di tengah krisis keuangan yang sedang berlangsung di perusahaannya.

Diketahui, China Evergrande Group gagal membayar utang kepada investor global. Pada 15 Desember diperdagangkan di Bursa Efek Hong Kong dengan nilai setara dengan US$0,19 per saham.

Ia berada di bawah tekanan untuk mempercepat restrukturisasi kewajiban Evergrande senilai US$300 miliar karena khawatir menumpuk terkait potensi krisis utang yang lebih besar di pasar real estat China.

Kini Hui Ka Yan memiliki harta kekayaan bersih senilai US$9,1 miliar (Rp130,4 triliun), yang menurun sekitar US$18 miliar (Rp257,9 triliun).

4. Zhang Yong

Dengan kekayaan bersih senilai US$7,6 miliar (Rp108,9 triliun), pendiri dan pimpinan franchise hotpot terbesar di China Haidilao, Zhang Yong mengalami penurunan keuntungan hingga US$15,9 miliar (Rp227,8 triliun).

Didorong oleh pertumbuhan cepat selama bertahun-tahun, raksasa restoran itu mengambil keputusan berisiko untuk menjalani ekspansi paling dramatis hingga saat ini selama pandemi, menggandakan jumlah lokasinya menjadi hampir 1.600.

Tetapi dengan gelombang baru COVID-19 dan kekhawatiran konsumen karena pandemi, demand Haidilao kian berkurang. Pada bulan November, perusahaan mengumumkan akan menutup 300 toko pada akhir tahun. Saham Haidilao juga turun 71 persen tahun ini, membuat Zhang kehilangan kekayaannya hingga 68 persen.

3 dari 5 halaman

5. Tadashi Yanai

Miliader lainnya yang kehilangan sekitar sepertiga dari kekayaannya tahun ini adalah Tadashi Yanai, pemilik pemilik merek pakaian populer di Jepang, Fast Retailing, Uniqlo dan Theory.

Kekayaannya turun US$14 miliar (Rp200,6 triliun), setelah saham pakaiannya turun sekitar 34 persen. Penurunan ini salah satunya karena pengecer masih sangat dipengaruhi oleh pembatasan akibat Covid-19, termasuk pabrik Fast Retailing di Vietnam. Diketahui, Tadashi Yanai memiliki kekayaan senilai US$30,4 miliar (Rp435,6) triliun.

6. Lei Jun

Kekayaan Lei Jun, pendiri dan pimpinan Xiaomi sebesar US$16,3 miliar (Rp233,5 triliun) turun hingga US$14 miliar (Rp200,6 triliun) tahun ini.

Diketahui bahwa Xiaomi tengah berjuang dengan masalah rantai pasokan. Ia mencatat laju pertumbuhan penjualan paling lambat sejak awal 2020. Hal ini disebabkan karena defisit chip yang diproyeksikan akan berlanjut hingga 2022.

4 dari 5 halaman

7. Masayoshi Son

Ketidakpastian yang mengganggu perusahaan China juga berdampak besar pada Masayoshi Son, pendiri dan CEO raksasa investasi Jepang Softbank Group.

Kerugian yang dialami Softbank Group membuat kekayaan Son menurun US$13.6 miliar (Rp194,8 triliun), dan menjadi US$25,1 miliar (Rp359,6 triliun).

Softbank menghitung banyak perusahaan teknologi China di antara investasi utamanya, seperti Alibaba, perusahaannya yang paling berharga, dan aplikasi ride-hailing Didi Global.

8. Daniel Gilbert

2021 merupakan tahun yang penuh gejolak bagi harga saham perusahaan hipotek milik Daniel Gilbert, Rocket Companies.

Miliarder hipotek dengan kekayaan bersih senilai US$29,6 miliar itu sempat menjadi salah satu dari 10 orang terkaya di dunia ketika kekayaannya melonjak menjadi US$80 miliar.

Tetapi saham perusahaan pemberi pinjaman online tersebut telah jatuh 62 persen sejak puncaknya pada 15 Desember. Kekayaan bersih miliarder asal kewarganegaraan AS ini menjadi US$29,6 miliar (Rp442,1 triliun), yang berarti turun sebanyak US$13,2 miliar (Rp189,1 triliun).

5 dari 5 halaman

9. Zhang Bangxin

Pandemi COVID-19 memperburuk operasi bisnis bimbingan belajar di China. Zhang Bangxin, salah satu pendiri dan ketua perusahaan layanan pendidikan TAL Education menghadapi masalah tersebut.

Hal ini terjadi ketika pemerintah China meningkatkan pembatasan terhadap perusahaan bimbingan belajar setelah jam sekolah tahun ini, dengan alasan industri tersebut telah memberikan terlalu banyak tekanan pada anak-anak dan orang tua.

Kekayaan bersih Zhang turun hingga 90 persen atau US$11,3 miliar (Rp161,9 triliun), menjadi memiliki kekayaan hanya US$1,2 miliar (Rp17,1 triliun)

10. Zhong Huijuan

CEO dari produsen obat China Hansoh Pharmaceutical, Zhong Huijuan mengalami penurunan untung hingga US$10,4 miliar (Rp149 triliun).

Zhong Huijuan, melihat saham Hansoh Pharmaceutical anjlok lebih dari 50 persen pada tahun 2021 dan sekarang di bawah harga pencatatan sebesar US$1,82 per saham.

Akibatnya, kekayaan Zhong turun 51 persen tahun ini menjadi sebesar US$10 miliar (Rp143,3 triliun).

Join Dream.co.id