CIMB Niaga Syariah Berharap Aturan Spin Off UUS Ditunda

Dinar | Sabtu, 23 November 2019 08:00
CIMB Niaga Syariah Berharap Aturan Spin Off UUS Ditunda

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum kebijakan tersebut berlaku.

Dream - Kalangan perbankan syariah mengusulkan penundaan kebijakan pemisahan bisnis unit usaha syariah (UUS) dari induknya mulai tahun 2023. Untuk saat ini, fokus pengembangan bank syariah seharusnya diarahkan pada pengembang size dari industri keuangan berbasis syariah. 

Untuk diketahui ketentuan spinoff UUS ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah. Salah satu ketentuan beleid itu menyebutkan tentang kewajiban UUS untuk melepaskan diri dari induk dan berdiri sendiri (spin off). 

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara mengaku ragu target spin off UUS bisa mendorong pangsa pasar perbankan syariah sebesar 20 persen.

" Saya pesimistis bisa jadi 20 persen," kata Pandji dalam Media Training and Gathering tentang Perbankan Syariah di Bogor, Jawa Barat, Jumat 22 November 2019.

Menurut Pandji, Indonesia saat ini memiliki 20 UUS yang sebagian besar dimiliki Bank Pembangunan Daerah (BPD). Rata-rata nilai aset dari perusahaan induk ini berada di bawah Rp5 triliun.

" Bagaimana (caranya) 'ibu' yang punya aset Rp2 triliun, Rp3 triliun, dan Rp500 miliar harus membesarkan UUS. Belum lagi nambah modal?" kata Pandji.

2 dari 2 halaman

Masalah yang Dihadapi Bank Syariah

Selain soal aset, Pandji juga menilai keberpihakan pemerintah terhadap industri perbankan syariah masih kecil. Salah satunya adalah bisnis pembiayaan yang sulit dimasuki kalangan perbankan syariah.

Meski sudah banyak proyek bernilai belasan triliun rupiah, saat ini perusahaan pada umumnya tidak melirik bank syariah yang hanya memiliki modal sekitar Rp2 triliun-Rp5 triliun.

Persoalan instrumen pembiayaan syariah yang masih terbatas turut membuat industri baru ini masih sulit berkembang. Bank konvensional selama ini bisa mendapatkan pendanaan di pasar uang. Tapi, bank syariah hanya bisa bermain di sukuk dan tak bisa menempatkan di sembarang instrumen.

" Sukuk saja nggak bisa gede. Fee base income susah. Terima uang lebih nggak bisa lempar ke mana-mana. Paling deposito lempar ke BI," kata dia.

Dengan berbagai pekerjaan rumah yang masih dihadapi industri perbankan syariah, Pandji menilai kebijakan spin off sebaiknya ditunda. Dia mengusulkan pemerintah mendorong perbankan syariah untuk memperbesar size baru melepas unit syariahnya.

Menurut Pandji, untuk saat ini peluang untuk menunda kebijakan spin off tersebut muncul di lembaga legislator. Alasannya, DPR rencananya akan kembali menggodok UU Perbankan yang baru. 

" Mudah-mudahan aturan ini bisa ditunda," kata dia.

Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'
Join Dream.co.id