CIMB Niaga Permudah Transaksi Saat `Jaga Jarak`

Dinar | Jumat, 27 Maret 2020 16:32
CIMB Niaga Permudah Transaksi Saat `Jaga Jarak`

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Perusahaan ini menawarkan layanan perbankan digital untuk transanski.

Dream – PT Bank CIMB Niaga Tbk mempermudah nasabahnya untuk bertransaksi selama kebijakan social distancing akibat virus corona berjalan. Perbankan ini memenuhi kebutuhan nasabahnya melalui transaksi finansial secara digital.

Selaim Go Mobile, yang merupakan aplikasi mobile banking, nasabah juga bisa memanfaatkan layanan internet banking CIMB Clicks.

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan layanan transaksi keuangan secara digital ini seiring dengan kebijakan “ jaga jarak” yang digaungkan pemerintah. Ya, pembatasan jarak dan kontak fisik ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“ Melalui CIMB Clicks nasabah tetap dapat aktif bertransaksi finansial kapan saja dan di mana saja untuk beragam kebutuhan. Misalnya, transfer ke bank lain baik di dalam maupun luar negeri, transfer massal ke banyak pihak dalam waktu bersamaan, serta transfer secara terjadwal untuk membayar berbagai tagihan agar tepat waktu,” kata Lani di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 27 Maret 2020.

Lani mengatakan pihaknya menawarkan fitur-fitur menarik untuk belanja online, misalnya bayar e-commerce dengan virtual card number (VCN) di merchant yang menerima pembayaran menggunakan akrtu debit CIMB Niaga berlogo Mastercard.

Dengan fitur ini, nasabah bisa membeli beragam kebutuhan dengan promo-promo menarik. Ada juga fitur buka deposito dan reksa dana untuk investasi.

Fitur-fitur populer layanan perbankan digital juga dapat diakses nasabah dari CIMB Clicks.

Di antaranya, cek saldo dan informasi rekening tabungan 6 bulan terakhir, special rate valuta asing, serta fitur pembayaran tagihan kartu kredit, listrik, air, telepon dan lain-lain. Untuk kantor cabang, CIMB Niaga memberikan layanan operasional pada pukul 09.00-14.00.

2 dari 5 halaman

Pegawai Back Office CIMB Niaga di Tangsel Positif Corona

Dream – PT CIMB Niaga Tbk menyebut ada satu orang karyawannya yang positif mengidap virus corona. Karyawan ini bekerja di Griya Niaga 1 Bintaro, Tangerang Banten.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 16 Maret 2020, Head of Marketing, Brand, and Communications CIMB Niaga, Toni Darusman, mengatakan karyawan tersebut dalam kondisi stabil dan sudah ditangani dengan baik di salah satu rumah sakit yang dirujuk pemerintah.

“ Karyawan tersebut adalah karyawan yang bekerja sebagai back office di Griya Niaga 1 Bintaro dan tidak berinteraksi langsung dengan nasabah,” kata Toni di Jakarta.

 

 Pegawai Back Office CIMB Niaga di Tangsel Positif Corona© Dream

 

Terakhir masuk kerja tanggal 28 Februari 2020 sebelum mengalami gejala sakit. Selanjutnya pada 2 Maret 2020 yang bersangkutan mulai dirawat di rumah sakit. Yang bersangkutan dirawat di rumah sakit sampai akhirnya dinyatakan positif terjangkit virus corona pada Minggu 15 Maret 2020.

“ Kami telah memberlakukan protokol serta upaya-upaya preventif. Hal ini untuk memastikan keselamatan karyawan dan nasabah setia kami sebagai prioritas utama perusahaan,” kata dia

3 dari 5 halaman

Langkah Antisipatif

Langkah-langkah yang dilakukan CIMB Niaga untuk menekan penyebaran virus corona misalnya menyemprotkan cairan disinfektan di kantor-kantor CIMB Niaga. Perusahaan ini juga meninkatkan frekuensi pembersihan dan sanitasi.

“ Pengaturan sistem kerja terpisah untuk unit kerja kritikal telah diterapkan secara lancar dan berlanjut ke unit non kritikal,” kata Toni.

Perusahaan juga menerapkan protokol pengecekan suhu tubuh di jaringan kantor dan cabang CIMB Niaga serta menyediakan hand sanitizer di lingkungan kerja dan kantor cabang untuk kenyamanan dan kesehatan nasabah dan karyawan.

Secara rutin manajemen juga mengimbauan karyawan untuk terus memperhatikan dan menjaga kondisi kesehatan diri dan keluarga dengan baik, sering mencuci tangan, memakai masker jika sakit flu atau batuk serta segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“ Sebagai langkah lanjutan, kami sedang mengkaji secara seksama penerapan bekerja dari rumah (work from home) untuk unit-unit tertentu,” kata Toni.

Dia menjamin perasional CIMB Niaga dan layanan kepada nasabah tetap berjalan dengan melakukan penyesuaian. CIMB Niaga juga memiliki layanan perbankan digital sebagai alternatif solusi kepada nasabah untuk mengurangi kontak secara langsung. “ (Perbankan digital) dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja,” kata Toni.

4 dari 5 halaman

Atasi Virus Corona Baru, Menkeu Tambah Anggaran Kemenkes Rp1 Triliun

Dream - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menambah anggaran untuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp1 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk menghadapi penyebaran virus corona.

Dana tersebut dilokasikan untuk menyiapkan berbagai kebutuhan untuk penanganan virus corona baru termasuk penyediaan sarana dan prasarana.

" Kebutuhan pendanaan termasuk logistik alat pelindung diri di rumah sakit, bandara, pelabuhan, penanganan pasien, serta pengadaan sarana dan prasarana rumah sakit rujukan akan mencapai Rp1 triliun untuk Kemenkes,” kata Sri Mulyani di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 13 Maret 2020.

 

 Atasi Virus Corona Baru, Menkeu Tambah Anggaran Kemenkes Rp1 Triliun© Dream

 

Langkah-langkah penanganan penyebaran Covid-19 terus dikoordinasikan dengan Kemenkes. Pihaknya juga berkoordinasi dalam mencukupi kebutuhan alat pengaman dan obat-obatan di 132 rumah sakit rujukan.

" Kebutuhan anggaran untuk situasi ini, kami sudah koordinasi utamanya Kemenkes. Langkah-langkah di bidang kesehatan termasuk 132 rumah sakit rujukan menyampaikan dan melakukan edukasi materi kesiapsiagaan untuk menghadapi covid mulai dari risiko. Sekarang ini dibantu public health sebagai pusat pengendalian 24 jam," kata dia

5 dari 5 halaman

Siap Tambah Anggaran Jika Diperlukan

Kementerian Keuangan juga membuka ruang menambah anggaran apabila diperlukan untuk mencukupi kebutuhan desinfektan di sejumlah transportasi umum. Transportasi umum telah dikonfirmasi sebagai salah satu tempat yang rentan untuk penyebaran virus.

" Kebutuhan anggaran tracking ke orang-orang yang kontak langsung, koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah di dalam penanganan, pengadaan disinfektan untuk sarana dan prasarana transportasi publik yang sudah dilakukan di berbagai kereta dan disinfektasi sarana dan prasarana seperti pasar dan mall," kata dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, kementeriannya tidak menutup kemungkinan jika mengeluarkan anggaran tambahan untuk membangun rumah sakit baru apabila penyebaran Covid-19 makin tinggi.

" Bahkan termasuk kemungkinan pembangunan rumah sakit tambahan apabila terjadi penambahan pasien korona," kata dia.

Join Dream.co.id