Menteri Jerman Bunuh Diri Karena Cemaskan Efek Corona Covid-19

Dinar | Senin, 30 Maret 2020 10:35
Menteri Jerman Bunuh Diri Karena Cemaskan Efek Corona Covid-19

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Sosoknya digadang-gadang untuk .

Dream – Menteri Keuangan Jerman untuk negara bagian Hesse, Thomas Schaefer, melakukan bunuh diri karena merasa tertekan dengan kondisi perekonomian yang terdampak wabah corona Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh pejabat negara, Volker Bouffier, pada Minggu 29 Maret 2020.

Dikutip dari Straits Times, Senin 30 Maret 2020, pria berusia 54 tahun ini ditemukan membujur kaku di dekat rel kereta api pada Sabtu 28 Maret 2020. Pengadilan Wiesbaden meyakini Schaefer meninggal dunia karena bunuh diri.

“ Kami terkejut. Kami tidak percaya ini semua. Kami sangat sedih,” kata Bouffier. ss

Sekadar informasi, Schaefer adalah kepala keuangan di Hesse selama 10 tahun. Dia bekerja siang dan malam untuk membantu perusahaan dan karyawan mengatasi dampak ekonomi dari pandemi tersebut.

2 dari 6 halaman

Terlalu Khawatir

Dikatakan bahwa Hesse adalah “ rumah” bagi ibukota keuangan Jerman, Frankfrut. Raksasa finansial seperti Deutsche Bank dan Commerzbank berkantor pusat di sana. Begitu pula dengan Euoropean Central Bank yang berlokasi di Frankfurt.

“ Kami berasumsi dia sangat khawatir. Justru selama masa sulit ini, kami memerlukan orang seperti dia,” kata Boufier.

Schaefer disebut-sebut akan menjadi calon pengganti Bouffier. Pria itu meninggalkan istri dan dua anak. 

3 dari 6 halaman

PP Karantina Wilayah Terkait Corona Sedang Disiapkan, Apa Saja yang Akan Diatur?

Dream - Sejumlah pimpinan daerah mengambil kebijakan antisipatif untuk menghindari wabah di wilayahnya. Yang terbaru, Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah menetapkan masa local lockdown untuk wilayahnya guna menghindari penularan virus corona, covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai keputusan yang dibuat beberapa kepala daerah sebagai tindakan wajar atas dasar kondisi darurat. Dia menyebut, pemerintah sedang membuat mekanisme lebih rinci supaya langkah ini efektif.

" Pemerintah sedang menyiapkan rancangan Peraturan Pemerintah untuk melaksanakan apa yang disebut karantina perwilayahan. Di situ akan diatur kapan sebuah daerah boleh melakukan pembatasan gerakan yang secara umum sering disebut karantina wilayah," ujar Mahfud, Jumat, 23 Maret 2020.

 

 PP Karantina Wilayah Terkait Corona Sedang Disiapkan, Apa Saja yang Akan Diatur?© Dream

 

Mahfud mengatakan, peraturan pemerintah itu akan mengatur syarat dan ketentuan serta panduan untuk pemerintah daerah yang ingin menjalankan karantina wilayah. Sebab, sejauh ini sejumlah daerah menerapkan kekarantinaan wilayah berdasarkan ketentuan masing-masing.

" Kemudian apa yang dilarang dilakukan dan bagaimana prosedurnya itu sekarang sedang disiapkan. Insya Allah nanti dalam waktu dekat akan keluar peraturan itu agar ada keseragaman," kata dia.

4 dari 6 halaman

Mengatur Prosedur

Lebih lanjut, Mahfud menyampaikan, hingga kini pemerintah pusat memberikan kelonggaran bagi daerah yang sudah menerapkan karantina wilayah. Tetapi, ke depan harus mengikuti aturan main yang akan segera ditetapkan.

" Misalnya prosedurnya, kita akan atur bahwa yang mengusulkan itu kepala gugus tugas wilayah provinsi yang mengusulkan kepada kepala gugus tugas nasional. Nanti gugus tugas nasional akan berkoordinasi dengan menteri terkait karena karantina kewilayahan itu terkait dengan kewenangan beberapa menteri," ucap dia.

" Jadi mobil yang membawa bahan pokok sembako, kapal juga dari luar daerah itu tidak boleh ditutup aksesnya untuk masuk ke sebuah daerah karena itu menyangkut kebutuhan pokok. Kedua toko, warung juga supermarket yang diperlukan oleh masyarakat yang dibutuhkan tidak bisa ditutup tidak bisa dilarang untuk dikunjungi tetapi tetap akan dalam pengawasan yang ketat oleh pemerintah," ujar dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Ronald)

5 dari 6 halaman

Astaga! Kota di-Lockdown, Roti Sebungkus Dijual Hampir Rp 2 Juta

Dream – Masa pembatasan aktivitas di Malaysia karena kebijakan lockdown berlangsung hingga 14 April 2020 mendatang. Dalam masa ini, orang-orang diimbau berdiam diri di rumah kecuali ada kebutuhan mendesak.

Sebelum kebijakan ini berlangsung, banyak kota yang mengalami panic buying dengan menimbun barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti tisu toilet dan masker. Tak terkecuali bahan makanan untuk simpanan mereka selama berdiam di rumah.

Yang menyebalkan, ada orang-orang yang memanfaatkan situasi dengan menjual barang kembali dengan harga yang lebih mahal.

Dikutip dari laman worldofbuzz, Senin 30 Maret 2020, seorang warganet di grup Facebook `Makan Club` mengunggah foto sebungkus sroti tawar Gardenia yang dijual seharga 500 ringgit. Jika dirupiahkan, harga roti tersebut setara dengan Rp1,87 juta atau hampir Rp2 juta.

Saat belum terjadi pandemi corona di Malaysia, biasanya roti itu hanya dijual seharga 2,5 ringgit (Rp9.360). Artinya harga roti tersebut melonjak sampai 20 ribu persen.

“ Bayangkan orang tua dan orang berkebutuhan yang lebih memerlukan! Tolong berhati dan jangan membeli lebih banyak daripada yang dibutuhkan,” tulis di unggahan ini.

6 dari 6 halaman

Malah Jadi Bahan Lelucon

Malah ada yang usil membuat `troll` di salah satu e-commerce Carousell. Warganet yang usil ini menjual kembali roti dengan harga 100 ringgit (Rp375.420). Kondisinya pun disebut sangat baik.

“ Terlalu banyak waktu luang di rumah dan nggak bisa ngapa-ngapain, saya rasa. Jadi, mereka usil,” tulis seorang warganet di kolom komentar iklan.

Country Head Malaysia Carousell, Tang Siew Wai, menyarankan pengiklan tidak mengambil kesempatan dalam wabah virus corona. Pengiklan juga diminta untuk memperhatikan aturan yang diberlakukan oleh e-commerce.

“ Iklan dengan harga yang dipasang akan diminta untuk dikoreksi atau diturunkan,” kata Tang Siew Wai.

(Sah, www.worldofbuzz.com)

Terkait
Menu Berbuka Puasa Sehat dan Anti Ribet Ala Chef Deny Gumilang
Join Dream.co.id