Kasus Covid-19 Menggila, Syarat Naik Kereta Diperketat

Dinar | Sabtu, 19 Juni 2021 17:50

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Perusahaan ini memastikan penumpang mengikuti protokol kesehatan selama berkendara.

Dream – PT Kereta Api Indonesia (Persero) tetap mengoperasikan kereta api sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Perusahaan pelat merah ini semakin memperketat pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan, baik di stasiun maupun selama perjalanan.

“ Setiap pelanggan Kereta Api Jarak Jauh harus tetap menunjukkan surat negatif Covid-19 dari pemeriksaan GeNose C19 maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan Kereta Api atau hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen maksimal 3x24 jam sebelum jadwal keberangkatan Kereta Api,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis KAI, Sabtu 19 Juni 2021.

KAI memastikan pelanggan yang berhak naik kereta api telah memenuhi persyaratan dokumen tersebut serta persyaratan lainnya seperti dalam kondisi sehat dan memakai masker dengan sempurna. Jika saat boarding didapati pelanggan tidak memenuhi salah satu syarat tersebut, pelanggan dilarang naik kereta api dan tiketnya dapat dibatalkan dengan pengembalian bea 100 persen.

Sementara bagi pelanggan yang bergejala Covid-19 saat di atas kereta, petugas akan mengarahkannya ke ruang isolasi. Pelanggan tersebut akan diturunkan di stasiun terdekat yang tersedia fasilitas kesehatan di stasiun tersebut.

Kasus Covid-19 Menggila, Syarat Naik Kereta Diperketat
PT KAI Memperketat Protokol Kesehatan Untuk Menekan Penyebaran COVID-19. (Foto: PT KAI)
2 dari 3 halaman

Penerapan Physical Distancing Diawasi Petugas

Penerapan physical distancing juga terus diawasi oleh petugas agar pelanggan tetap dapat memosisikan diri pada tempat-tempat yang telah ditentukan. Adapun untuk memastikan sanitasi dan kebersihan pelanggan tetap terjaga, KAI menyediakan wastafel dan hand sanitizer di berbagai titik strategis.

Kebersihan juga KAI perhatikan baik di stasiun maupun saat perjalanan kereta api. KAI memastikan stasiun selalu dalam kondisi bersih dan steril dengan secara berkala disemprot disinfektan. Sedangkan untuk rangkaian kereta, dilakukan penyemprotan disinfektan dan pencucian pada bagian interior dan eksteriornya sebelum berangkat. Petugas juga dengan rutin membersihkan area interior kereta setiap 30 menit sekali dengan disinfektan.

“ Seluruh pelanggan diwajibkan selalu menerapkan protokol kesehatan dan disiplin 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Jika pelanggan kedapatan lalai menerapkan protokol kesehatan, petugas dengan tegas segera mengingatkan pelanggan tersebut,” kata Joni.

3 dari 3 halaman

Berlakukan WFH untuk Pegawai Adminisitrasi

Sementara itu KAI telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada 33 ribu pegawai atau 73 persen dari keseluruhan pegawai KAI dan anak-anak usahanya. Vaksinasi yang dilakukan secara masif ini ditujukan untuk melindungi pekerja dan pelanggan KAI dari paparan Covid-19

Untuk mencegah terjadinya klaster perkantoran, KAI menerapkan work from home (WFH) 100 persen bagi pegawai administrasi pada 18-25 Juni 2021.

“ KAI tetap melayani pelanggan dengan protokol kesehatan yang ketat dalam rangka mendukung konektivitas bagi masyarakat yang memerlukan,” kata dia.

Join Dream.co.id