Tahapan Awal Terjun ke Dunia Freelance, Dijamin Anti Bingung

Dinar | Senin, 29 Juni 2020 06:48
Tahapan Awal Terjun ke Dunia Freelance, Dijamin Anti Bingung

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pekerjaan ini bisa kamu lakukan sembari mengisi waktu luang.

Dream – Freelance menjadi salah satu alternatif untuk mengisi waktu luang atau menambah pundi-pundi pemasukan di luar pekerjaan utama. Kelebihan profesi ini adalah kamu bisa melakoninya sembari menunggu panggilan wawancara kerja.

Dikutip dari Lifepal, Senin 29 Juni 2020, tak sedikit orang bingung untuk memulai kerja freelance. Supaya tidak kebingungan, yang perlu kamu lakukan pertama kali adalah mengetahui jasa atau jenis pekerjaan apa yang bisa ditawarkan kepada klien atau perusahaan. Setelah itu, kamu bisa mencari cara memasarkan jasa.

Kamu bisa menentukan minat atau kemahiran, lalu buat daftar yang menurutmu bisa mendatangkan uang. Sebagai saran, kamu jangan membatasi diri sebelum memulai.

Sebelum terjun ke profesi ini cobalah membuat riset kebutuhan pasar. Sebagai contoh, penulis skenario drama lebih diperlukan daripada ahli pembuat sepatu. Pertimbangkan berapa banyak orang yang akan membutuhkan jasa kita.

2 dari 3 halaman

Buatlah Rencana yang Lengkap

Langkah berikutnya adalah mencari tahu berapa tarif pasaran per jam yang kompetitif. Kemudian, tentukan berapa jam ingin bekerja dalam sehari.

Kamu harus bisa memanfaatkan freelancer dalam mengatur waktu secara fleksibel. Jika ingin rehat sejenak dari proyek yang makan banyak jam kerja, kamu bisa mengurangi waktu kerjamu.

Di sisi lain, ternyata banyak juga freelancer yang memiliki waktu luang lebih banyak untuk menyalurkan hobi. Sebagian freelancer justru menjadi lebih sibuk daripada rutinitas seorang pekerja kantoran.

Tentu hal ini bergantung kepada target kita masing-masing yang memutuskan menjadi freelancer. Apakah ada target tertentu yang mengharuskan kita mendapatkan jumlah penghasilan/klien tertentu atau sekadar kerja sampingan demi mengisi waktu dan mencari penghasilan tambahan?

3 dari 3 halaman

Kembangkan Merek Pribadi

Jangan lupa bahwa kita berbisnis untuk kepentingan diri sendiri. Makanya, kita harus bisa mempromosikan produk dan keterampilan pribadi untuk keberlangsungan penghasilan.

Terakhir, terimalah peluang. Saat pertama kali memulai, kita mungkin belum memiliki banyak pekerjaan untuk ditampilkan.

Untuk membangun portofolio atau resume, kamu harus menikmati setiap kesempatan yang dimiliki untuk menunjukkan jasa yang dapat kita kerjakan. 

Join Dream.co.id