Cara Menyelesaikan Masalah Ekonomi Keluarga ala Rasullullah dan Aisyah

Dinar | Kamis, 24 Juni 2021 10:35

Reporter : Cynthia Amanda Male

Yuk simak kajiannya. Pas di tengah sulitnya ekonomi saat pandemi sekarang ini.

Dream - KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa dipanggil Gus Baha, pengasuh Pesantren Tahfidz Qur’an LP3IA Rembang, dalam suatu pengajian kitab bersama para santri menjelaskan tentang macam-macam sifat istri, salah satunya teladan dari sifat Sayyidah Aisyah ketika berumahtangga dengan Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari laman Iqra.id, Kamis 24 Juni 2021, berikut penjelasan dari Gus Baha:

Aisyah, istri Nabi, termasuk istri dengan kriteria (mendukung perjuang suami). Saya heran sama Aisyah. Saya punya kitab Musnad Ahmad berjumlah 14 jilid.

Ada 1 jilid riwayatnya dari Aisyah semua. Dan anehnya, dalam 1 jilid yang hadis yang diceritakan Aisyah itu pasti yang sisi hukum, bukan kenangan dengan Nabi seperti ketika tidak punya uang.

Cara Menyelesaikan Masalah Ekonomi Keluarga ala Rasullullah dan Aisyah
Ilustrasi
2 dari 7 halaman

Sebetulnya, jika tidak ada sesuatu untuk sarapan, kan jadi masalah bagi kamu.

Masalah besar nggak kalau istri Anda jam 8 pagi belum ada yang dimakan? Wah, perang Baratayudha. Hehehe

Demikian itu Sayyidah Aisyah mengenangnya enteng saja. Bahwa pernah peristiwa itu terjadi dan Nabi mengambil sikap, “ Kalau tidak ada yang dimakan, ya aku berpuasa saja!”

“ Iya, Rasulullah, kalau tidak ada yang dimakan, ya kita puasa saja!”

Bisa kamu bayangkan punya istri seperti itu? Kalau nggak keburu kiamat, hehehe.

Kok bisa segampang itu menyelesaikan masalah ekonomi. Dan itu Aisyah cerita tidak dalam konteks kecewa dengan keuangan Rasulullah. Tapi, dalam konteks puasa sunnah itu niatnya tidak harus pada malam hari.

3 dari 7 halaman

Buktinya, Nabi pernah puasa dan mulainya setelah ada informasi tidak ada yang dimakan.

Coba kalau itu bukan orang (istri) yang benar-benar shalehah?!

Hayo istrimu kira-kira mempunyai mafhum (makna yang dipahami) begitu atau tidak? Saat tidak ada sarapan bilang, “ Ayo pak, kita puasa saja! Semua ini kehendak Allah.”

Istrimu kalau bilang begitu, beritahu saya, nanti saya kasih uang, yakin!! Hehehe

Saya beri hadiah, yakin!! Kapan pun terjadinya, tapi jangan bodoni (bohong) lho! Hehehe

Istri Nabi itu berbeda dengan istrimu

Selengkapnya klik di sini.

4 dari 7 halaman

4 Golongan Suami Istri Harmonis yang Dilaknat Allah SWT

Dream - Dalam membangun dan membina hubungan rumah tangga, harmonis saja tidak cukup. Sebab, ada suami istri yang harmonis, saling mencintai dan tampak bahagia, namun dilaknat oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.

Berikut ini empat di antara pasangan suami istri yang dilaknat Allah dan Rasulnya meskipun mereka harmonis.

1. Memusuhi Islam

Abu Lahab dan Ummu Jamil adalah pasangan suami istri yang harmonis. Mereka selalu kompak. Namun kekompakannya digunakan untuk memusuhi Islam sejak pertama kali mengetahui bahwa Muhammad SAW diutus sebagai Rasulullah.

Abu Lahab sebenarnya adalah paman Rasulullah. Bukannya mendukung keponakannya, ia malah menghambat dan memusuhi dakwah keponakannya. Sejak Rasulullah berdakwah pertama kali di Bukit Shafa hingga hari-hari yang panjang di Mekah. Sedangkan Ummu Jamil, ia juga suka menghembuskan provokasi agar Rasulullah dihina dan dimusuhi.

Pasangan suami istri ini kemudian dilaknat Allah dan diabadikan dalam Surat Al Lahab.

5 dari 7 halaman

Seks Menyimpang

Meskipun pasangan suami istri harmonis, jika mereka melakukan penyimpangan dalam berhubungan, maka mereka akan mendapat laknat dari Allah.

Misal penyimpangan itu adalah memasukkan bukan ke jalan yang seharusnya melainkan malah memasukkan ke jalan belakang (dubur) yang dalam istilah modern disebut dengan anal seks.

Rasulullah SAW bersabda:

" Benar-benar terlaknat orang yang menjimak istri pada duburnya." (HR. Ahmad) 

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah bahkan disebutkan orang yang melakukan hal itu telah kufur terhadap ada yang diturunkankan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

6 dari 7 halaman

Pasangan yang Menghina Sahabat Nabi

Meskipun suami istri harmonis, jika mereka menghina sahabat Nabi, maka mereka dilaknat oleh Allah dan Rasul-Nya. Pasangan yang gemar menghina sahabat Nabi, meskipun mereka harmonis, mereka juga mendapatkan laknat ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“ Jika kalian melihat orang-orang yang mencaci maki sahabat-sahabatku, maka katakanlah laknat Allah atas keburukan kalian” (HR. Tirmidzi)

7 dari 7 halaman

Pasangan Suami Istri yang Bertato

Tato adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit. Dulu, tato identik dengan preman laki-laki dan warna tatonya hitam. Namun saat ini warna dan jenis tato lebih banyak variasinya.

Selain lelaki, di zaman yang katanya era globalisasi ini, tidak sedikit wanita yang membuat tato pada anggota tubuhnya. Mulai yang diletakkan di tangan, kaki, punggung, paha, hingga daerah-daerah yang lebih ‘privasi’ lagi.

Tato –oleh kaum sekuler dan liberal- dipandang sebagai ekspresi kebebasan. Ia juga dipandang sebagai lambang keberanian dan untuk mempercantik diri. Sedangkan di sisi Allah, orang yang bertato dilaknat. Orang yang mentato juga dilaknat.

“ Allah melaknat wanita yang menato dan minta ditato” (HR. Bukhari)

Jika pasangan suami istri sama-sama memiliki tato, meskipun harmonis, keduanya dilaknat Allah. 

Selengkapnya klik di sini.

Join Dream.co.id