Cara Investasi Lump Sum yang Cocok Buat Investor Pemula, Apa Itu?

Dinar | Rabu, 28 Oktober 2020 18:47
Cara Investasi Lump Sum yang Cocok Buat Investor Pemula, Apa Itu?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Namanya, investasi lump sum. Apa itu?

Dream - Investasi dapat dilakukan dengan berbagai metode. Selain cost averaging alias berkala, investasi bisa dilakukan dengan lump sum (sekali bayar).

Dikutip dari keterangan tertulis Lifepal, Rabu 28 Oktober 2020, lump sum merupakan istilah universal yang menggambarkan cara pembayaran secara tunggal, atau sekali bayar. Namun, istilah ini memang cukup akrab di dunia investasi, asuransi, perbankan, lelang, akuntansi, hingga yang berkaitan dengan pembayaran gaji maupun tunjangan.

Beberapa instrumen investasi seperti deposito, obligasi, sukuk, atau pendanaan P2P lending juga hanya bisa dibeli dengan cara lump sum, dan tidak bisa dibeli dengan cara berkala. Namun sejatinya, lump sum bisa digunakan untuk instrumen apapun baik itu saham, reksa dana, hingga emas sekali pun.

2 dari 4 halaman

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Lump Sum

Cara ini cukup berguna untuk investor pemula yang belum disiplin berinvestasi. Dalam perencanaan keuangan, nilai dari saving ratio yang ideal minimal 10 persen dari penghasilan bulanan. Tapi, menyisihkan uang 10 persen dari penghasilan bulanan terasa berat bagi yang belum pernah investasi.

Kelebihan lump sum adalah tak perlu lagi mengeluarkan uang per bulan untuk menyetor investasi. Hanya sekali bayar, investor tinggal menunggu jatuh tempo atau masuk masa instrumen investasi sudah harus dicairkan.

Namun, lump sum kurang menguntungkan dengan modal kecil. Semakin besar modal investasi yang disetor dengan cara lump sum, semakin besar pula keuntungan yang didapat. Namun jika hanya menggunakan modal kecil atau terbatas, makin kecil pula imbal hasilnya.

Dengan imbal hasil kecil, besar kemungkinan investasi yang dilakukan tidak bisa memenuhi tujuan finansial ke depan.

3 dari 4 halaman

Pilih Rendah Risiko

Jika ingin investasi dengan cara ini, pilihlah instrumen pendapatan tetap yang rendah risiko. Imbal hasil dalam investasi sejatinya bisa dibedakan menjadi dua jenis. Yang pertama adalah capital gain, atau meningkatnya nilai atau harga sebuah instrumen investasi dan yang kedua adalah imbal hasil yang bersifat pendapatan tetap.

Beberapa instrumen investasi yang bisa memberikan pendapatan tetap dan umum dimiliki investor retail adalah deposito dan surat utang negara atau swasta, baik yang berupa obligasi maupun sukuk.

Sahabat Dream juga bisa menggunakan deposito yang disediakan bank untuk investasi ini

Hindari melakukan lump sum dalam jumlah besar di instrumen investasi tinggi risiko seperti saham. Bayangkan saja, jika seorang melakukan pembelian saham secara lump sum dalam jumlah besar, potensi terjadinya capital loss tentu akan lebih besar mengingat fluktuasi saham dalam jangka pendek cukup tinggi.

4 dari 4 halaman

Cocok untuk Investasi Jangka Pendek

Lump sum lebih cocok untuk investasi jangka pendek hingga menengah. Investasi lump sum tentu lebih cocok digunakan pemula untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek hingga menengah.

Sebut saja untuk periode investasi di bawah lima tahun, seperti untuk persiapan menikah, membayar uang muka pembelian rumah, beribadah ke Tanah Suci, renovasi rumah, dan lainnya.

Ada alasan kuat mengapa pemula tak disarankan berinvestasi dengan teknik lump sum untuk kebutuhan jangka panjang, seperti untuk memenuhi dana pensiun atau kebutuhan pendidikan anak ke jenjang yang tinggi.

Kebutuhan akan dana pensiun di masa tua maupun pendidikan anak untuk jenjang tinggi tentu tidaklah kecil. Angka tersebut bisa saja menyentuh miliaran rupiah.

Join Dream.co.id