Cara Ini Disebut Bisa Bikin Perbankan Syariah Indonesia Tumbuh 6 Kali Lipat

Dinar | Jumat, 20 Agustus 2021 17:34

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Apa itu?

Dream – Setiap pemangku kepentingan (stakeholder) di ekosistem ekonomi syariah harus saling terkoneksi. Dengan koneksi ini, ruang gerak ekonomi dan perbankan syariah bisa lebih besar dan lincah.

Chief Economy PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Banjaran Indrastomo, mengatakan, ada banyak ruang untuk ekonomi dan perbankan syariah untuk terus berkembang. Ini dilihat tidak hanya dari sisi pasar, tetapi juga sosial.

“ Apabila sinergi tersebut dilakukan, bisa diperkirakan perbankan syariah di Indonesia mencapai penetrasi di Malaysia. Perbankan di Indonesia akan tumbuh 6 kali lipat,” kata Banjaran, dikutip dari keterangan tertulis BSI, Jumat 20 Agustus 2021.

Cara Ini Disebut Bisa Bikin Perbankan Syariah Indonesia Tumbuh 6 Kali Lipat
Perbankan Syariah Indonesia Bisa Tumbuh Pesat, Asalkan... (foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Inovasi dan Transformasi di Teknologi

Perbankan dan layanan keuangan juga bergantung kepada penyedia layanan bisa berinovasi sesuai dengan kebutuhan zaman. CEO Ammana Fintek Syariah, Lutfi Adhiansyah, mengatakan, industri keuangan syariah dan halal bisa maju di Indonesia kalau ada inovasi dan transformasi besar-besaran di teknologi.

“ Inovasi digital merubah seluruh bisnis sektor ke seluruh jasa keuangan,” kata Lutfi.

Dia menyebut perbankan syariah dan fintech syariah tidak terpisahkan. Apalagi mengenai kemajuan keuangan syariah.

“ Dengan adaptasi teknologi, penyedia layanan keuangan syariah akan mendapatkan akses ke market baru, lalu dapat memberikan penawaran yang baru kepada existing customer supaya semakin loyal, lalu data collection, dan terakhir Deep Learning Customer Engagement untuk memberikan layanan yang tepat,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Laba Bersih Naik 34%, Transaksi Mobil Banking BSI Rp41,9 T di Semester I-2021

Dream – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan laba bersih senilai Rp1,48 triliun pada semester I-2021. Pencapaian ini meningkat 34,29 persen dari periode Januari-Juni setahun yang lalu sebesar Rp1,10 triliun.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengatakan kenaikan laba ini dipicu oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) sehingga bisa menekan biaya dana. Hal itu mendorong kenaikan pendapatan margin dan bagi hasil yang tumbuh sekitar 12,71 persen secara year on year (yoy).

“ Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus untuk menjaga kualitas pembiayaan dan me-manage coverage ratio dengan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan akselerasi kapasitas digital dan operasional,” kata Hery di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis BSI, Jumat 30 Juli 2021.

 

 Laba Bersih Naik 34%, Transaksi Mobil Banking BSI Rp41,9 T di Semester I-2021© Dream

 

Bank syariah terbesar di Indonesia ini juga melaporkan jumlah pengguna aplikasi mobile banking menembus angka 2,5 juta akun. Hingga Juni 2021, nilai transaksi kanal digital BSI sudah menembus Rp 95,13 triliun.

Kontribusi terbesar mobile banking BSI berasal dari transaksi melalui layanan BSI Mobile yang naik 83,56 persen secara yoy. Jika dirinci, sepanjang Januari-Juni 2021, volume transaksi di BSI Mobile mencapai Rp 41,99 triliun.

“ Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 109,82 persen secara yoy,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Salurkan Pembiayaan Rp161,5 Triliun

Dari sisi bisnis, pada semester I 2021, BSI telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp161,5 triliun. Jumlah ini naik 11,73 persen dari periode yang sama tahun 2020 yang senilai Rp144,5 triliun.

Porsi terbesar disumbangkan segmen konsumer yang mencapai Rp75 triliun atau setara 46,5 persen dari total pembiayaan. Segmen korporasi sebesar Rp36,7 triliun atau sekitar 22,8 persen Kemudian segmen UMKM yang mencapai Rp36,8 triliun setara 22,9 persen dan sisanya segmen komersial Rp10 triliun atau sekitar 6,2 persen.

Angka non performing financing (NPF) turun dari 3,23 persenpada semester I 2020 menjadi 3,11 persen pada semester I 2021.

 

5 dari 5 halaman

Aset Tumbuh Double Digit

Selain itu, BSI juga menghimpun dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp216,36 triliun pada semester I 2021. Angkanya naik 16,03 persen dari semester I 2020 yang senilai Rp186,49 triliun.

Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan dana murah melalui layanan jasa keuangan giro dan tabungan yang sebesar 54,81 persen dari total DPK. Hal itu menurunkan biaya dana atau cost of fund dari 2,78 persen pada semester I 2020 menjadi 2,14 persen pada paruh pertama tahun ini.

Total aset BSI sebesar Rp247,3 triliun hingga Juni 2021. Torehan itu naik sekitar 15,16 persen secara yoy. Pada periode yang sama tahun lalu total aset BSI mencapai Rp214,7 triliun.

Join Dream.co.id