Cara Ajari Anak Kelola Uang Hasil ‘Salam Tempel’ Lebaran

Dinar | Selasa, 11 Mei 2021 18:12

Reporter : Ahmad Baiquni

Anak perlu dibimbing soal keuangan agar tidak boros.

Dream - Semua muslim di dunia bergembira menyambut Hari Raya Idul Fitri. Umat Islam bisa saling bermaafan dan bertemu keluarga saat lebaran.

Tak cuma orang dewasa, anak-anak pun bersuka ria. Salah satunya karena mereka mendapatkan uang dari ‘salam tempel’ saat bertemu keluarga.

Jumlah uang yang dikumpulkan anak-anak selama lebaran bisa sangat besar. Karena itu, penting bagi orang tua mengajarkan pengelolaan keuangan sedini mungkin.

Tujuannya untuk memastikan uang mereka dihabiskan ke kebutuhan-kebutuhan bermanfaat.

Ada berbagai cara mengajarkan pengelolaan uang kepada anak secara mudah. Pendampingan dan contoh dari orang tua menjadi pelajaran penting bagi mereka.

 

Cara Ajari Anak Kelola Uang Hasil ‘Salam Tempel’ Lebaran
Ilustrasi (Shutterstock.com)
2 dari 3 halaman

Dampingi saat membelanjakan uang

Dampingi anak-anak saat ingin membelanjalan uangnya. Tujuannya agar mereka tak boros dan bijak saat membeli barang kebutuhan.

Beri masukan dari segi kualitas dan harga barang saat mereka memilih. Jangan lupa, baru informasi yang bermanfaat untuk anak mengenai pengelolaan keuangan yang bijak.

Misalnya cara memilih tempat untuk menyimpan uang, anggaran untuk bersedekah dan lain sebagainya.

Bantu mereka mengelola keuangan

Setelah mereka paham cara belanja dan menabung yang bijak, orangtua bisa membantu anak-anak mengelola keuangan. Misalnya dengan mengantarkan ke bank yang mereka pilih.

Menjaga kepercayaan anak juga penting saat mereka menitipkan uang mereka untuk disimpan. Tulis pengeluaran dan pemasukan dalam buku khusus yang bisa dibaca oleh anak.

Dengan demikian, mereka akan belajar bahwa membeli barang tertentu kan membuat uangnya berkurang.

 

3 dari 3 halaman

Ajarkan berbisnis

Jika ingin anak-anak lebih mandiri dan mengasah kewirausahaan sedini mungkin, ajari mereka berbisnis. Uang dari ‘salam tempel’ selama lebaran bisa menjadi modal awal membuka usaha.

Orangtua bisa membantu memilih produk komoditas yang tepat, menentukan pasar, dan cara mengelola hasil penjualan. Langkah paling mudah, tanyakan barang apa yang sedang disukai oleh teman-temannya dan bisa dia jual.

Contoh langsung orangtua

Anak adalah peniru yang ulung. Setiap kebiasaan orangtua bisa menjadi pelajaran pertama bagi anak-anak. Jadi, bagaimana pun cara mengajari buah hati mengelola keuangan tidak akan berhasil bila orangtua juga tak melek finansial.

Orangtua yang boros biasanya akan ditiru oleh buah hatinya. Begitu pula sebaliknya. Jadi, pastikan Kamu sudah paham dan melakukan pengelolaan keuangan yang bijak sebelum mengajari anak.

Join Dream.co.id