Canda Jokowi Lihat Mahasiswi Riuh Soal Startup Decacorn: Jangan Ditepuki Keras-Keras, Pemiliknya Ada di Sini

Dinar | Selasa, 18 Januari 2022 16:35

Reporter : Alfi Salima Puteri

Presiden Jokowi menghadiri acara Dies Natalis ke-67 Universitas Parahyangan bersama Nadiem Makarim.

Dream - Jokowi menyebut transformasi ekonomi digital di Indonesia bisa tercapai dengan membangun masyarakat dan pemerintahan digital. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi digital ini.

Diprediksi, pada 2025 pasar digital atau e-commerce Indonesia akan meningkat secara signifikan sampai US$146 miliar atau setara dengan Rp2.100 triliun. Melalui angka fantastis tersebut, Indonesia akan memberikan kontribusi ekonomi digital signifikan di Asia Tenggara (ASEAN) yang persentasenya bisa mencapai hingga 40 persen.

" Kita memiliki delapan unicorn, ini terbanyak di Asia Tenggara. Ada Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, apalagi? Dan satu decacorn kita, yaitu Gojek. Jangan ditepuki keras-keras, pemiliknya ada di sini," canda Jokowi dalam acara Dies Natalis ke-67 Universitas Parahyangan, yang juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, Senin 17 Januari 2022.

Nadiem merupakan pendiri Gojek, sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring yang beroperasi di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Vietnam, dan Thailand.

Pada tahun 2019, Gojek mendapat gelar decacorn setelah 10 tahun beroperasi di mana sebagian besar dipakai untuk mengeksplorasi pasar Indonesia. Decacorn adalah julukan bagi startup yang memiliki valuasi di atas U$10 miliar atau setara Rp140 triliun.

Canda Jokowi Lihat Mahasiswi Riuh Soal Startup Decacorn: Jangan Ditepuki Keras-Keras, Pemiliknya Ada di Sini
Foto: Tangkapan Layar Akun Instagram @nadiemmakarim
2 dari 3 halaman

Dalam mendukung hal itu, pemerintah terus membangun infrastruktur telekomunikasi berkualitas di berbagai pelosok tanah air. Pada tahun 2021, pemerintah telah memulai proses konstruksi satelit multifungsi Satria-1.

Kemudian pembangunan BTS (Base Transceiver Station) yang mulai dilakukan di 12.500 desa dan kelurahan yang belum memiliki akses 4G.

" Selain itu, farming dan refarming spektrum frekuensi radio juga telah dilakukan untuk mengoptimalisasi kualitas layanan jaringan 4G dan pengembangan jaringan 5G dan untuk menjalankan program Analog Switch Off," jelas Jokowi.

3 dari 3 halaman

Selain infrastruktur digital, ia menekankan hal yang lebih penting adalah kesiapan talenta atau Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ekonomi digital.

Karena itu, presiden bernama lengkap Joko Widodo itu meminta perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lain agar bisa mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

" Karena tanpa adanya SDM yang baik, saya ragu soal ekonomi digital kita bisa melompat, dan kuenya bisa kita ambil," katanya.

Join Dream.co.id