Intip Persiapan World Superbike Mandalika 2021: Bandara Diperluas, 700 Kamar Hotel, Jalan Bypass

Dinar | Jumat, 15 Oktober 2021 19:48

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Acara ini akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, NTB.

Dream – Sirkuit Internasional Mandalika akan menggelar event akbar perdananya dengan menjadi tuan rumah gelaran World Superbike Mandalika 2021. Event balap motor tersohor sejagat ini akan berlangsung pada 19-21 November 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan sirkuit ini dibangun dengan lintas sepanjang 4,3 km dan 17 tikungan. Pembangunan sirkuit ini menggunakan teknologi aspal terbaru, yaitu stone mastic asphalt (SMA).

Para pembalap bisa melahap sirkuit terbaru di Indonesia itu dengan kecepatan maksimal 330 km/jam dengan tingkat keamanan tinggi bagi pembalap. Airlangga memastikan Sirkuit Mandalika telah siap 100 persen untuk digunakan.

Saat ini Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tengah fokus menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung sirkuit, antara lain Pit Building, Paddock, medical facility dan Race Control Building. Pembangunan fasilitas pendukung tersebut ditargetkan akan rampung pada akhir Oktober 2021.

“ Semoga semua proses renovasi tersebut dapat selesai sebelum penyelenggaraan World Superbike 2021 di Mandalika,” kata Airlangga ketika meninjau kesiapan World Superbike Mandalika 2021 di Nusa Tenggara Barat dikutip dari laman ekon.go.id, Jumat 15 Oktober 2021, .

Intip Persiapan World Superbike Mandalika 2021: Bandara Diperluas, 700 Kamar Hotel, Jalan Bypass
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Meninjau Kesiapan World Superbike Mandalika 2021. (Foto: Ekon.go.id)
2 dari 5 halaman

Bagaimana Kesiapan Sarana dan Prasarana Lainnya?

Selain sirkuit, Airlangga juga melihat kesiapan infrastruktur di Bandara Internasional Lombok. Proyek pengembangan fasilitas bandara ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Yang dibangun dalam proyek tersebut adalah fasilitas Terminal dan Landside, termasuk perluasan terminal dan fasilitas penunjangnya, renovasi terminal eksisting, pengembangan fasilitas kargo, dan pembangunan Waving Gallery dan perluasan parkir penumpang.

Pemerintah juga membangun fasilitas Airside yang terdiri atas perpanjangan runway, dan pengembangan fasilitas sisi udara (apron dan RET). Dia mengharapkan renovasi tersebut sudah selesai sebelum ajang balap itu berlangsung.

“ Bandara merupakan salah satu pintu masuk utama bagi semua pihak yang terlibat, termasuk para penonton event megah tersebut. Kapasitas bandara ini bisa menerima 7 juta penumpang per tahun,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Akses dari Bandara menuju KEK Mandalika juga akan semakin cepat dan nyaman, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan kesiapan Bypass BIL-Mandalika sepanjang 17,3 kilometer yang pembangunan fisiknya sudah mencapai 97 persen dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Selain bypass BIL-Mandalika yang sudah hampir selesai dibangun, jalan Provinsi Kuta-Kruak juga berencana ditingkatkan kapasitasnya.

Selain bandara, disiapkan pula Pelabuhan Lembar untuk menjadi pintu akses masuk orang dan barang dari Jawa dan Bali. Pelabuhan Gili Mas disiapkan untuk mendukung aksesibilitas penumpang dari laut baik dengan cruise atau kapal pribadi dan dapat menampung akses kapal besar. PT Pelindo 3 telah sepakat untuk menggabungkan pelabuhan Lembar dan Gili Mas menjadi satu kepabeanan KEK Mandalika.

© Dream
4 dari 5 halaman

Pengembangan Sarana Pendukung Lainnya

Sebuah gelaran internasional tentu saja membutuhkan berbagai sarana pendukung lainnya yang tidak bisa dikesampingkan. Untuk itu, KEK Mandalika bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB juga terus menggenjot persiapan fasilitas pendukung, seperti penginapan, rumah sakit, pelabuhan, dan peningkatan kapasitas jalan.

Di Kawasan Mandalika sendiri saat ini terdapat sekitar 700 kamar hotel, dan jika ditambahkan dengan hotel di sekitar Kawasan, tersedia sekitar 11.162 kamar.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB juga akan menjadi rumah sakit rujukan pertama untuk mendukung pelaksanaan WSBK, saat ini sedang melakukan persiapan pembangunan helipad sebagai prasyarat WSBK 2021. Selain RSUD Provinsi NTB, rumah sakit internasional Mandalika juga terus dipercepat penyelesaiannya untuk dapat mendukung pelaksanaan acara.

5 dari 5 halaman

Rekayasa Lalu Lintas dan Penerapan Prokes

Untuk mengantisipasi besarnya jumlah masyarakat yang akan hadir, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTB akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan penutupan beberapa ruas jalan dan manajemen transportasi dengan penambahan shuttle bus. Shuttle bus disiapkan di pelabuhan dan bandara untuk masyarakat yang menuju kawasan WSBK. Demikian pula dengan kantong parkir yang disediakan baik di sekitar kawasan WSBK seperti di area Masjid Nurul Bilad, parkir Hotel Novotel, Hub II parkir area sirkuit, maupun di bandara dan Pelabuhan.

Seluruh gelaran acara WSBK juga akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, di mana jumlah penonton akan dibatasi maksimal 25 ribu orang dengan syarat telah menjalani vaksin dosis lengkap. Kru dan tim yang terlibat dalam WSBK pun diharuskan menjalankan karantina terlebih dahulu saat masuk ke Indonesia, dan pada saat acara seluruh peserta (Pembalap, Crew, Mekanik, Official, Media, dan Konsultan) hanya diperbolehkan beraktivitas di venue latihan/pertandingan sesuai dengan lokasi yang ditentukan.

Untuk melengkapi kesemua hal tersebut, akan dibentuk pula Satgas Protokol Kesehatan di lokasi acara, serta tenda-tenda masker untuk penyediaan secara gratis.

“ Gelaran WSBK di KEK Mandalika tentu saja akan memberikan eksposur yang luar biasa terhadap pariwisata dalam negeri. Ini proyek kedua terbesar setelah Nusa Dua, land bank yang sudah dikuasai ITDC sebesar 1175 Ha,” kata Airlangga. 

© Dream
Join Dream.co.id