Bukan Resesi, Sri Mulyani Ungkap Ancaman Baru bagi Dunia

Dinar | Selasa, 4 Oktober 2022 18:46

Reporter : Alfi Salima Puteri

Hal itu ia sampaikan kepada para mahasiswa dalam forum Indonesia Economic Outlook 2023, Senin, 3 Oktober 2022.

Dream - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan krisis perubahan iklim merupakan ancaman global yang sangat serius setelah pandemi Covid-19.

Hal itu ia sampaikan kepada para mahasiswa dalam forum Indonesia Economic Outlook 2023 bertema “ Maximizing Indonesia Economic Momentum”, Senin 3 Oktober 2022.

“ Bagaimana kalau negara dan dunia dihadapkan pada shock yang besar seperti pandemi, at least you have the initial taste of the global shock, maka climate change is gonna be another shock,” ungkap Sri Mulyani, dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Selasa 4 Oktober 2022.

Maka, tambah Sri Mulyani, tantangan selanjutnya adalah krisis pangan, energi, dan inflasi yang tinggi akibat perang di Ukraina. Krisis ini memberikan konsekuensi yang luar biasa bagi negara-negara di dunia. 

“ Perang di Ukraina menimbulkan disrupsi dari sisi pasokan. Kita mungkin nggak akan bisa recover cepat. Kecuali kalau terjadi another shock teknologi di mana kemudian slope-nya bisa naik lagi,” tuturnya. 

Bukan Resesi, Sri Mulyani Ungkap Ancaman Baru bagi Dunia
Foto: Kemenkeu.go.id
2 dari 3 halaman

Namun, hingga kuartal III tahun 2022 pemerintah memprediksi momentum pemulihan ekonomi Indonesia masih kuat.

Meski begitu, kebijakan ekonomi di tahun 2023 di desain secara rensponsif, fleksibel tapi tetap hati-hati, terukur, dan prudent untuk menghadapi situasi ketidakpastian global yang mungkin datang.

“ Jadi momentum Indonesia pemulihannya lagi kuat, sementara seluruh dunia lagi melemah. Tapi nanti yang kalau seluruh dunia melemah ini pasti akan dragging, akan menjadi down side risk untuk kita sendiri. Sehingga tahun depan banyak ketidakpastian,” kata Sri Mulyani.

Di sisi lain, climate change menjadi tantangan selanjutnya yang perlu mendapatkan perhatian.

Menurutnya, ekonomi harus tetap tumbuh terutama bagi negara-negara emerging. Aspirasinya adalah untuk menjadikan Indonesia sebagai high income country, melalui kebijakan yang disebut green economy.

3 dari 3 halaman

“ There is what you calling Green economy. Makanya sekarang temanya adalah gimana meng-green kan, menghijaukan. Basically adalah you can do your activity, economic activity, social activity, tapi with less carbon emission,” ungkapnya.

Sebagai penutup, ia berpesan kepada para mahasiswa dalam forum tersebut untuk terus mempelajari berbagai langkah ekonomi yang sesuai untuk tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke depan, namun dengan emisi CO2 yang rendah.

“ Pelihara critical thinking Anda, pertajam analisa Anda, baca lebih banyak diskusi dan terus dan terus dan terus compare dan kontras. Makin anda melatih critical thinking anda dan kemampuan untuk bisa membaca dan memahami ekonomi, tentu dengan tujuan kalian akan menjadi bagian dari solusi negara ini,” tutur dia.

Join Dream.co.id