Bukan Gaji, Inilah yang Membuat Karyawan Bahagia

Dinar | Jumat, 5 Juli 2019 11:12
Bukan Gaji, Inilah yang Membuat Karyawan Bahagia

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Apa itu?

Dream – Di dunia kerja, gaji bukanlah satu-satunya hal yang bisa membuat karyawan bahagia. Ada faktor lain yang membuat karyawan merasa senang bekerja di kantor.

Dikutip dari Inc.com, Jumat 5 Juli 2019, penulis The Happiness Advantage, Shawn Achor, mengatakan kebahagiaan adalah pendahulu kesuksesan, bukan hanya hasilnya. Kebahagiaan di antara para karyawan memicu kinerja dan prestasi yang berdaya saing yang diinginkan banyak perusahaan.

Aplikasi Dapulse membuat survei kepada 10 ribu penggunanya dan bertanya apakah yang membuat seorang karyawan merasa bahagia di tempat kerja. Kepala Komunikasi Dapulse, Leah Walters, mengatakan responden diminta untuk menentukan urutan yang bisa membuat orang bahagia. Hasilnya, gaji berada di urutan terakhir.

“ Tentu saja uang adalah yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Itu sangat penting. Tapi, di luar itu orang mencari berbagai hal,” kata Walters.

Ada banyak hal yang bisa mendorong karyawan merasa bahagia, misalnya perusahaan mendukung inovasi yang diajukan karyawan sampai memberikan yang terbaik di bidangnya.

Hal Sederhana

Walters mengatakan, ada cara sederhana untuk meningkatkan kebahagiaan tim kerja. Bisa saja perusahaan memberikan tunjangan-tunjangan seperti fasilitas di ruang kantor maupun waktu libur tambahan.

“ Tunjangan tak harus menjadi kontributor. Ini hal yang sangat kecil,” kata dia.

Tapi, yang bisa membuat karyawan merasa senang bekerja adalah mereka dihargai dan diakui di kantor.

Pemimpin yang kuat mengetahui bahwa tim adalah aset yang paling berharga. Namun, untuk memastikannya, mereka akan membuat tim mereka merasa dirinya dan pekerjaannya dihargai.

2 dari 6 halaman

Penasaran dengan Kepribadian Rekan Kerja, Tes Pakai Cara Ini

Dream – Jika kamu penasaran dengan kepribadian seseorang, cobalah tempatkan dia di situasi yang kritis dan amati cara mereka bereaksi. Tes ini akan efektif jika kamu lakukan di kantor.

Dikutip dari studyfinds.org, Sabtu 29 Juni 2019, studi yang dilakukan oleh Ohio State University dengan Zhejiang University di Tiongkok meneliti sifat-sifat kepribadian tertentu, seperti keegoisan. Sikap ini menjadi lebih jelas ketika berhadapan dengan keputusan penting.

Hasil penelitian menunjukkan seseorang dituntut mengambil keputusan yang cepat akan melakukan hal yang sama seperti masa lalu. Sebaliknya, orang yang punya banyak waktu, akan berperilaku di luar kepribadiannya.

“ Jika tergesa-gesa, mereka akan cenderung pergi dengan bias itu,” kata salah satu penulis kajian, Ian Krajbich.

3 dari 6 halaman

Begini Metode Penelitannya

Krabjich mengatakan penelitian ini melibatkan 102 mahasiswa Amerika dan Jerman. Ada 200 putaran permainan yang biasa digunakan dalam ekperimen psikologi dan ekonomi.

Setiap permainan ini melibatkan peserta untuk memilih dengan dua cara membagi sejumlah uang nyata. Kedua opsi ini disukai peserta, tapi berbagi dengan peserta lain memerlukan uang yang besar.

" Para peserta harus memutuskan apakah akan menyerahkan sebagian uang mereka sendiri untuk meningkatkan hadiah orang lain dan mengurangi ketidaksetaraan di antara mereka," kata dia.

Krabhijch mengatakan seseorang mungkin cenderung egois. Tapi, dalam permainan ini, kamu hanya perlu memberikan US$1 dan orang lain mendapatkan US$20.

“ Itu mungkin cukup untuk membuat kamu bertindak lebih prososial,” kata dia.

Krajbich dan timnya mengatakan hasil menunjukkan perbedaan yang jelas dalam proses pengambilan keputusan orang ketika diberi waktu ekstra untuk mempertimbangkan pilihan mereka.

“ Orang mungkin masih mendekati keputusan dengan harapan bahwa mereka akan bertindak egois atau pro-sosial, tergantung pada kecenderungan mereka. Tetapi sekarang mereka memiliki waktu untuk mempertimbangkan angka-angka dan dapat memikirkan alasan untuk menentang bias mereka,” kata dia.

4 dari 6 halaman

Tunda Makan Siang Biar Produktif? Ups, Kamu Salah Banget!

Dream – Ingatlah selalu jika pekerjaan memang tak ada habisnya. Selesai dengan satu pekerjaan, akan datang tugas baru yang lain.

Meski ingin segera menyelesaikan pekerjaan, kamu jangan lupa mengistirahatkan tubuh. Momen jam makan siang sebaiknya dimanfaatkan Sahabat Dream untuk mengisi asupan. Jangan pernah menunda makan siang.

Niat hati ingin segera merampungkan tugas, menunda makan siang justru akan berakibat buruk pada tubuh dan karier kamu. Bukannya membaik, produktivitas kerjamu malah akan akan menurun.

Dilansir dari Karir.com, Senin 27 Agustus 2018, kamu yang sering telat makan akan merasa mudah capek dan lapar sekali. Ini akan menyebabkan kamu melampiaskan rasa lapar di waktu makan berikutnya.

Hal ini akan mengakibatkan jumlah makanan yang dimakan lebih banyak. Tubuh juga lebih lama mencerna dan lebih lamban dalam menghasilkan energi. Akibatnya, tubuh menjadi tidak bersemangat, mudah lelah dan lesu, serta kamu bisa jadi murung.

Kalau makan siang, aktivitas ini tak hanya menambah energi dengan asupan nutrisi dan protein, tetapi juga memacu semangat dalam bekerja.

Ketika makan siang dengan rekan kerja, komunikasimu akan lancar dan hubungan kerja akan semakin erat. Di waktu ini, kamu juga bisa bertukar informasi seputar pekerjaan atau hal-hal lainnya.

5 dari 6 halaman

Jam Kerja Pendek Tingkatkan Produktivitas, Benarkah?

Dream – Sahabat Dream, ada sebuah riset yang mengejutkan tentang jam kerja yang panjang. Waktu bekerja yang lama, bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.

Malah, karyawan yang memiliki jam kerja yang panjang, cenderung rentan terkena kesehatan mental.

Itulah sebabnya pakar merekomendasikan perusahaan untuk memberlakukan jam kerja yang pendek.

Dikutip dari Enterpreneur, Kamis 26 April 2018, bekerja dengan jam kerja yang lebih pendek, diterapkan di negara maju. Misalnya, Swedia.

Negara itu menurunkan jam kerja dari 8 jam menjadi 6 jam. Beberapa kajian yang dilakukan oleh Harvard University menyebutkan, orang yang memiliki jam kerja yang baik, punya beberapa manfaat daripada orang yang bekerja lebih lama.

Bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit, terbukti meningkatkan fokus kerja karyawan, manajemen waktu, dan kepuasan secara keseluruhan. Ini akan mengarah kepada bisnis dan hasil yang menguntungkan.

Ada lima keuntungan yang akan didapat jika seorang karyawan memiliki jam kerja yang pendek. Yang pertama, karyawan itu akan punya keseimbangan karier yang lebih baik.

Keseimbangan hidup-karier yang baik ini datang ketika hidup dipenuhi dengan kesenangan. Ketika jam kerja berkurang, karyawan akan punya waktu yang lebih banyak untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya. Ini akan membuat kepuasan karyawan bertambah dan bisa memicu produktivitas kerja.

Yang kedua, waktu lebih jelas. Dengan jam kerja yang pendek, kamu bisa mendapatkan kejelasan yang jauh lebih baik pada timeline pekerjaan di kantor. Timeline ini bisa berupa deadline maupun agenda-agenda lain yang harus dipenuhi.

Yang ketiga, bebas kesalahan ketika bekerja. Riset menunjukkan karyawan yang kelelahan karena lembur, berpotensi melakukan kesalahan lebih banyak ketika bekerja. Dengan jam kerja yang lebih pendek, seseorang bisa lebih fokus kepada pekerjaan.

Keempat, merasa lebh bertenaga. Dengan jam kerja yang pendek, karyawan bisa beristirahat lebih lama dan bisa mengumpulkan tenaga. Dengan tenaga yang cukup, dia bisa bekerja secara efektif.

Kelima fokus. Jam kerja yang seperti ini bisa “ memaksa” karyawan untuk bekerja lebih efisien dan efektif. Oleh karena itulah, karyawan harus fokus terhadap pekerjaannya. Mereka juga belajar untuk memprioritaskan tugas yang dan bekerja lebih efektif. (ism) 

6 dari 6 halaman

3 Cara Tingkatkan Produktivitas Kerja ala Miliarder

Dream – Sahabat Dream, menjadi produktif itu tak hanya sekadar bekerja di atas meja. Kita bisa bekerja di manapun, karena saat ini semua bisa terjangkau dengan mudah.

Tapi, ada juga risiko kehilangan fokus dan konsentrasi terhadap tempat maupun waktu yang salah. Lalu, bagaimana caranya untuk mengembangkan produktivitas kerja?

Alangkah baiknya berguru dengan tokoh-tokoh berikut ini, yang sukses mengembangkan diri, memelihara, dan meningkatkan produktiviitas kerja.

Sebut saja para miliarder mulai dari pendiri Facebook, Mark Zuckerberg; founder Microsoft, Bill Gates; CEO Microsoft, Satya Nadella; dan Direktur Utama Berkshire Hathaway, Warren Buffet; yang menguasai keterampilan untuk tetap produktif.

Dan inilah tips-tips meningkatkan kreativitas sebagaimana dilansir Lifehack.

Pertama, membuat perhitungan komunikasi. Komunikasi ini bisa menjadi penghalang produktivitas kerja.

Mencurahkan energi di tempat yang salah bisa membuat waktu terbuang. Bill Gates, misalnya, merupakan advokat untuk berkomunikasi melalui surat elektronik.

Dengan media ini, dia bisa merangkai kata-kata yang baik untuk berkomunikasi. Bahkan, Gates mengklaim dia sangat baik jika berkomunikasi dengan e-mail.

Meminimalkan komunikasi melalui telepon atau pertemuan bisa memberikan ruang lebih untuk berkonsentrasi kepada masalah yang lebih penting.

Ke dua, mengoptimalkan diri dengan menemukan cara bekerja yang sederhana untuk suatu masalah. Menemukan cara yang paling sederhana untuk menyelesaikan tugas bisa digunakan untuk mengambil keputusan bisnis yang penting.

Selain itu, cara ini bisa memperkecil risiko tugas yang sederhana menjadi rumit.

Ke tiga, mengurangi multi tasking. Sahabat Dream, sebuah studi menunjukkan otak tak bisa melakukan banyak hal secara bersamaan.

Jika melakukan tugas secara bersamaan, ini akan membuat kita tak bisa fokus. Kita akan menghabiskan energi dan kekuatan otak untuk beralih dari tugas satu ke tugas lainnya.

Untuk itulah, menghilangkan multi tasking bisa meningkatkan produktivitas. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan mendelegasikan seseorang untuk mengerjakan tugas tertentu.

Dengan begitu, Anda bisa fokus menggarap satu tugas dan menyelesaikannya tanpa ada tekanan. Inilah yang dilakukan oleh Nadella di Microsoft.

“ Ciptakan produktivitas dengan memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi di planet ini untuk berbuat lebih banyak dan mencapai lebih banyak lagi,” kata dia.

Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'
Join Dream.co.id