BPS: Deflasi Juli 2020 Tidak Wajar

Dinar | Senin, 3 Agustus 2020 16:13
BPS: Deflasi Juli 2020 Tidak Wajar

Reporter : Sugiono

Deflasi terjadi di bulan ke dua setelah Idul Fitri umumnya tidak wajar.

Dream - Selama Juli 2020 terjadi deflasi sebesar 0,10 persen. Dengan angka ini, maka tingkat inflasi tahun kalender dari Januari ke Juli 2020 tercatat sebesar 0,98 persen dan inflasi tahun ke tahun 1,54 persen.

Menurut Kepala badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, deflasi terjadi di bulan ke dua setelah Idul Fitri umumnya tidak wajar. Mengingat pada tahun lalu saja, deflasi terjadi di bulan ke tiga setelah Lebaran.

" Apakah wajar di bulan ke dua sesudah Ramadhan dan Lebaran malah deflasi. Coba kita lihat 2019, dua bulan sesudah Ramadan Lebaran terjadi deflasi, tidak. Dia terjadinya bulan ke tiga," kata Suhariyanto, dikutip dari Merdeka.com, Senin 3 Agustus 2020.

2 dari 2 halaman

Ketidakwajaran ini, kata dia, terjadi lantaran kondisi pandemi Covid-19. Sehingga pergerakan inflasi tahun ini pun turut terpengaruh. " Seperti saya sampaikan pergerakan inflasi tahun ini beda jauh dengan tahun sebelumnya karena covid," imbuh dia.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menambahkan, tahun sebelumnya ketika dalam keadaan normal Ramadhan dan Lebaran jadi puncak tingginya inflasi. Karena permintaan meningkat dan uang beredar banyak. Akan tetapi kondisi ini berbanding terbalik.

" Namun itu tidak terjadi tahun ini , ya memang tidak tidak wajar karena situasinya memang tidak normal," katanya.

Terkait
Join Dream.co.id