Hanya Keperluan Haji, BPKH Jamin Dana Haji Tak Dipakai Bantu Rupiah Menguat

Dinar | Rabu, 3 Juni 2020 12:48
Hanya Keperluan Haji, BPKH Jamin Dana Haji Tak Dipakai Bantu Rupiah Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ini alasannya.

Dream – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan dana haji tetap berada di rekening meskipun pemberangkatan jemaah haji tahun 2020 ditiadakan pemerintah. Lembaga ini juga menjamin dana haji hanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan haji.

Dikutip dari laman BPKH, Rabu 3 Juni 2020, dana haji yang tidak digunakan akan dikonversikan ke dalam rupiah dan dikelola oleh BPKH.

“ Dana konversi rupiah itu sendiri nantinya tetap akan tersedia dalam rekening BPKH yang aman dan dipergunakan dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji,” tulis instansi tersebut.

Kepala BP-BPKH, Anggito Abimanyu, melaporkan dana kelolaan jemaah haji hingga Mei 2020 mencapai lebih dari Rp135 triliun. Dana ini berbentuk rupiah dan valuta asing yang dikelola secara profesional pada instrumen syariah yang aman dan likuid.

Anggito membantah kabar yang menyebutkan dana haji senilai US$600 juta atau sekitar Rp8,62 triliun milik BPKH telah digunakan untuk memperkuat nilai tukar rupiah yang sempat melemh.

Sekadar informasi, pada 26 Mei 2020, dikabarkan pernyataan ini pernah diucapkan di acara internal Halal Bihalal Bank Indonesia. Pernyataan tersebut adalah bagian dari ucapan silaturahmi secara online kepala Badan Pelaksana (BP) Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kepada Gubernur dan jajaran Deputi Gubernur BI.

Di depan Gubernur dan Deputi Gubernur BI, Kepala BP-BPKH menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H dan memberikan update mengenai Dana Haji, diantaranya Dana Kelolaan, Investasi dan Dana Valuta asing serta kerjasama BI dan BPKH mengenai kantor di Bidakara, pengelolaan Valuta Asing dan rencana Cashless Living Cost Haji dan Umrah.

BPKH mengelola dana kelolaan jemaah haji dalam bentuk rupiah dan valuta asing bekerja sama dengan BI. Hasil pengelolaan valuta asing dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji.

Pernyataan yang dimuat kembali oleh salah satu media online tersebut, telah dimuat dan memberikan kesan ada kaitannya dengan pemberitaan mengenai pembatalan haji 2020 oleh Menteri Agama pada tanggal 2 Juni 2020.

“ Pada tanggal 2 Juni 2020, Kepala BP-BPKH sama sekali tidak memberikan pernyataan terkait dengan Pembatalan Haji 2020, apalagi menyangkut kaitannya dana US$600 juta,” tulis BPKH.

2 dari 7 halaman

Dana Haji Dipertimbangkan untuk Penanganan Covid-19

Dream - Usulan penggunaan dana haji untuk membantu penanganan virus corona muncul saat rapat virtual Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama.

Anggota Komisi VIII Partai Demokrat, Nanang Samodra mengusulkan agar Menteri Agama mengalihkan dana haji untuk penanganan virus corona Covid-19.

Tetapi, usulan itu punya persyaratan. Dana haji bisa digunakan, kata Nanang, ketika pelaksanaan ibadah haji 2020 dibatalkan.

 Dana Haji Dipertimbangkan untuk Penanganan Covid-19© Dream



" Saya khawatir bahwa pelaksanaan ibadah haji ini kemungkinan besar akan tertunda. Alasannya hingga sekarang belum ada tanda-tanda Covid-19 akan menurun," ujar Nanang.

Saat ini anggaran Kementerian Agama tahun 2020 sudah dialihkan untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp2,6 triliun. Anggaran tersebut berasal dari fungsi pendidikan sebesar Rp2,2 triliun dan fungsi agama Rp400 miliar.

" Saya yakin dari ibadah haji juga dimungkinkan akan dapat lebih banyak dari itu, apabila ibadah haji tidak berlangsung atau tidak jadi," ucap dia.

3 dari 7 halaman

Kemenag Bersiap

Menteri Agama, Fachrul Razi akan mengkaji usulan itu. Tetapi, Fachrul berharap dana pemerintah cukup untuk penanganan virus corona, sehingga tidak perlu mengalokasikan dana haji.

" Tentang kemungkinan haji ditunda mungkin dananya bisa dialihkan untuk Covid-19, mungkin akan kita kaji lagi lebih lanjut nanti. Mudah-mudahan nanti dana yang diberikan Menteri Keuangan akan cukup sehingga tidak perlu mengalihkan dana itu," ujar Fachrul.

Menanggapi persiapan haji 2020, Fachrul menyebut bila sampai pertengahan Mei 2020 belum ada kepastian pelaksanaan haji, Kemenag siap memberangkatkan jemaah dari Indonesia.

" Kami melihat ada tanda-tanda, misalnya seminggu yang lalu, Masjidil Haram sebelumnya ditutup untuk tawaf, tapi seminggu yang lalu juga kembali untuk tawaf. Sehingga kami melihat ini mudah-mudahan nanti sisi positif gitu, mudah-mudahan," ucapnya.

" Kalau sampai pertengahan Mei diputuskan (haji) bisa, go, saya kira kita masih siap untuk go, gitu," tukas Fachrul.

Sumber: Liputan6.com

4 dari 7 halaman

Menag Bikin Skenario Seandainya Ibadah Haji 2020 Digelar atau Dibatalkan

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi memaparkan sejumlah skenario mengenai pelaksanaan haji tahun 2020. Skenario ini disampaikan karena belum adanya kepastian terkait keputusan pelaksanaan haji di tengah lockdown yang dilakukan kerajaan Saudi.

Skenario pertama mengenai proses haji yang digelar dengan kuota dan pelayanan normal. Kondisi ini bisa memungkinkan terjadi dengan meminimalisasi dampak virus corona di Arab Saudi hingga nol.

" Skenario lain pembatasan kuota. Haji digelar dengan pembatasan kuota," kata Fachrul, saat rapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu, 8 April 2020.

Fachrul memprediksi pembatasan kuota ini akan mencapai 50 persen. Untuk itu, Kemenag akan menyeleksi lebih dalam jemaah dan petugas haji.

" Menyesuaikan term and condition kesepakatan dengan Kantor Misi Haji di Arab Saudi," ucap dia.

Skenario terakhir adalah pelaksanaan haji tahun 2020 mengalami penundaan. Fachrul menyebut, penundaan bisa muncul karena kerajaan Arab Saudi menutup pintu masuk ke wilayahnya dan Kemenag tidak cukup waktu untuk persiapan.

Dia menjelaskan, penundaan haji juga bisa tidak bisa terjadi karena alasan keamanan. Misalnya, pemerintah Indonesia tidak mengirimkan jemaah haji.

5 dari 7 halaman

Asrama Haji Pondok Gede Siap Dipakai Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Dream - Ruang isolasi bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, siap digunakan.  Pesan ini disampaikan Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kementerian Agama Ali Irfan.

Gedung Utama Asrama Haji Jakarta telah diserahkan Menteri Agama, Fachrul Razi untuk digunakan sementara sebagai ruang isolasi Covid-19 kepada RS Haji Jakarta pada 22 Maret 2020. Sejak itulah, dilakukan proses penyiapan. 

“ Saat ini, ruangan yang sudah dapat digunakan berjumlah lima ruang. Dan bukan tidak mungkin jika diperlukan akan terus ditambah,” kata Ali Irfan, Selasa, 7 April 2020.

Ali menyampaikan, lima ruang isolasi itu untuk penanganan Covid-19 kelas medium. “ Apabila ada yang positif, maka kita rujuk ke rumah sakit yang sudah dijadikan rujukan nasional,” kata dia. 

“ Keberadaan ruang isolasi ini menjadi wujud peran RS Haji Jakarta dan Kemenag untuk terlibat dalam penangangan Covid-19,” ujar dia.

 

6 dari 7 halaman

Untuk PDP yang Stabil

 Ruangan di asrama haji Pondok Gede Jakarta© Istimewa

Direktur Utama RS. Haji Jakarta Syarif Hasan, menjelaskan ruang isolasi yang disiapkan ini sudah sesuai standar Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, serta WHO. 

“ Setiap pasien yang PDP menempati satu kamar satu tempat tidur. Tidak boleh digabung. Hingga standarisasi pelayanan kasus di bawah pengawasan tenaga kesehatan, secara umum dan spesifik, dapat lebih maksimal,” ucap Syarif. 

Ruang Isolasi yang dalam kondisi berat tetap berada di rumah sakit. Ruangan ini adalah ruang untuk PDP yang stabil, tidak mempunyai gejala, ataupun gejalan ringan. “ Bagi pasien yang positif tetap dirujuk ke RS rujukan,” kata dia.

Sebelumnya, salah satu dokter RS Haji yang juga anggota Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kemenag dr. Mahesa mengatakan ruang isolasi disiapkan dengan fasilitas khusus.

7 dari 7 halaman

Ruangan Istirahat

Fasilitas itu antara lain ruangan dengan tekanan negatif, support obat-obatan dan nutrisi, serta proses koordinasi pemeriksaan swab. " Dilakukan juga pemantauan selama 24 jam sambil proses koordinasi rujukan ke rumah sakit rujukan Covid-19," ujar dia.

" Setelah lima ruangan siap, tahap selanjutnya persiapan sembilan ruangan di lantai 1 - 2. Target sebenarnya ada 11 ruangan, tapi dua ruangan masih dalam proses perbaikan," kata dia.

Gedung Utama Asrama Haji Pondok Gede terdiri dari empat lantai. Menurut dr. Mahesa, lantai tiga akan digunakan untuk ruang istirahat petugas yang harus self isolation setelah kontak erat dengan pasien. 

" Akan dievaluasi penambahan ruang perawatan di lantai 3-4 sesuai angka lonjakan pasien serta daya tampung RS rujukan," ucap dia.

Join Dream.co.id