Ditolak Kerja 82 Kali, Kini Jadi Bos Agensi Media Ternama

Dinar | Jumat, 8 Juni 2018 15:45
Ditolak Kerja 82 Kali, Kini Jadi Bos Agensi Media Ternama

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dia pantang menyerah untuk menggapai mimpinya.

Dream – Inilah bukti keteguhan hati seorang yang tak pantang menyerah saat didera kegagalan. Meski nyaris 100 perusahaan menolak lowongan kerjanya, pria ini tak pernah kapok mengirimkan surat lamaran kerja. 

Dialah Steve Allan. Jabatannya saat ini benar-benar membuat perusahaan yang melamar bakal gigit jari. Allan menjadi bos sebuah perusahaan media.

Dilansir dari CNBC, Jumat 7 Juni 2018, Allan yang menjabat Global CEO MediaCom baru mendapatkan pekerjaannya setelah 82 kali surat lamarannya ditolak perusahaan.

“ Coba sebut nama perusahaannya. Itu saya ditolak mereka,” seloroh Allan kepada CNBC Make It.

Allan memang melamar pekerjaan dengan modal yang meragukan. Hanya berbekal ijazah SMA dan nekat melamar ke industri media yang umumnya memiliki syarat cukup tinggi.

Awalnya, Allan kecewa menerima surat penolakan. Namun itu masa lalu. Kini, dia mencintai surat-surat tersebut dan terus menyimpannya. Ada satu hal yang dipelajari dari penolakan perusahaan: kalau mau sukses, ya, nggak ada belas kasih.

Dari situlah, Allan bekerja keras untuk menggapai mimpinya. Dia mencoba melamar kembali ke perusahaan yang telah menolaknya.

“ Saya terus maju karena punya tujuan dan tahu apa yang harus dilakukan,” kata Allan.

Kerja keras Allan berbuah manis. Sekarang, dia menjadi bos agensi media terbesar di dunia, MediaCom yang memiliki berbagai media, termasuk NHS dan MARS.

Namun, dia juga pernah gagal ketika kliennya, Volkswagen, mundur setelah tersandung kasus skandal emisi. Allan mengatakan MediaCom langsung bertindak cepat untuk menghindari kerugian lebih lanjut pada 2016. Lalu, pada 2017, MediaCom mendapatkan balik untung setelah mendapatkan klien baru termasuk Richemont dan Uber.

“ Sekarang, ketika orang bertanya, apa karakteristik yang harus dimiliki agar bisa sukses? Bagi saya, di atas itu semua, ada yang namanya tak ada belas kasihan,” kata dia.

(Sah)

PKB Berharap Jatah Menterinya Tidak Dikurangi
Join Dream.co.id