BNI Syariah Siapkan Dana Rp180 M untuk Kebutuhan Libur Akhir Tahun

Dinar | Kamis, 26 Desember 2019 07:12
BNI Syariah Siapkan Dana Rp180 M untuk Kebutuhan Libur Akhir Tahun

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Bank syariah ini juga menyediakan layanan digital untuk transaksi perbankan.

Dream – PT BNI Syariah menyiapkan dana Rp180,2 miliar untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat menjelang libur panjang akhir tahun. Uang ratusan miliar ini akan didistribusikan ke 68 kantor cabang BNI Syariah di seluruh Indonesia.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 24 Desember 2019, rata-rata kebutuhan uang tunai masyarakat pada akhir tahun naik daripada hari biasa. Tren ini tak pernah berubah meski gaya transaksi masyarakat telah bergeser ke saluran elektronik.

“ Kami menyediakan internet banking, mobile banking, dan lebih dari 16 ribu ATM BNI ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Link Himbara, serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia. Nasabah bisa menggunakannya pada libur akhir tahun,” kata Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto, di Jakarta.

Wahyu menambahkan, operasional BNI Syariah menyambut libur akhir tahun ini juga akan berjalan normal. Jelang tutup tahun 2019, semua outlet BNI Syariah akan tetap berjalan normal pada 26, 27, 30, dan 31 Desember 2019.

Sementara layanan penyetoran penerimaan negara pada 31 Desember 2019 diperpanjang hingga pukul 17.00 waktu setempat.

“ Pada 2 Januari 2020 semua kegiatan layanan di outlet BNI Syariah akan dibuka secara normal,” kata Wahyu.

2 dari 6 halaman

BNI Syariah Kucuri PLN Rp500 Miliar

Dream - PT BNI Syariah menyalurkan pembiayaan Rp500 miliar kepada PT PLN (Persero). Dana itu termasuk dari total pembiayaan sindikasi sebesar Rp2,85 triliun dengan skema jaminan pemerintah.

Sindikasi ini bertujuan untuk membiayai proyek pembangunan pembangkit PLTU dan pembangkit listrik tenaga mesin (PLTMG). Dalam pembiayaan sindikasi ini BNI Syariah berperan sebagai JMLA (Join Mandated Lead Arranger).

 

 BNI Syariah Kucuri PLN Rp500 Miliar © Dream

 

“ Pembiayaan ini merupakan bentuk support terhadap salah satu proyek strategis nasional (PSN) untuk meningkatkan rasio elektrifikasi terutama di Indonesia bagian timur melalui pembangunan Program 35 ribu MW,” kata Direktur Bisnis SME & Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 19 Desember 2019.

Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah mengutamakan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko, serta berlandaskan prinsip syariah. Dengan membiayai proyek pemerintah, diharapkan risiko bisnisnya lebih rendah.

3 dari 6 halaman

Biayai Pembangunan 4 Pembangkit Listrik

Direktur Keuangan PT PLN (Persero), Sarwono Sudarto. mengatakan, ada tiga bank syariah berpartisipasi dalam sindikasi, selain BNI Syariah. Pembiayaan ini digunakan untuk pembangunan empat pembangkit listrik.

Keempatnya adalah PLTU Lombok FTP 2 dengan kapasitas 2x50 MW, PLTU Sumbagut-2 Peaker dengan kapasitas 250 MW, PLTMG Bangkanai 140 MW, dan PLTMG Lombok Peaker 130 MW-150MW.

“ Target penyelesaian proyek pembangunan pembangkit PLTU dan PLTMG tahap II program 35 ribu MW adalah pada tahun 2022 atau 3 tahun setelah pembangunan proyek,” kata dia.

Proyek pembangunan PLTU dan PLTMG ini merupakan rangkaian pendukung pembangunan program 35 ribu MW yang dicanangkan pemerintah, yang tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan listrik sampai ke daerah-daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), namun juga agar terdapat infrastruktur listrik yang mampu menghasilkan listrik dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat dan kompetitif bagi industri serta bisnis, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pembiayaan sindikasi dengan skema syariah ini merupakan yang pertama kalinya mendapat jaminan Pemerintah RI. Ini menjadi bukti nyata peran PLN serta wujud dukungan yang sangat besar dari Perbankan Syariah dan Pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan untuk mendukung penyelesaian Program 35 ribu MW sekaligus pengembangan keuangan syariah di Indonesia.

4 dari 6 halaman

Gandeng Pemkab, Warga Jombang Bisa Bayar Pajak Daerah di BNI Syariah

Dream - PT BNI Syariah memfasilitasi wajib pajak di wilayah Jombang, Jawa Timur, untuk membayar pajak melalui bank syariah. Dari layanan tersebut, anak usaha PT Bank Negara Indonesia TBk ini mengincar potensi Rp117 miliar dari pembayaran pajak.

Layanan pajak yang disediakan BNI Syariah adalah pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), reklame, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), parkir, restoran, air, tanah, hotel, dan hiburan.

Dikutip dari keterangan tertulis BNI Syariah yang diterima Dream, Kamis 28 November 2019, kerjasama BNI Syariah dilakukan dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.

Selain pembayaran pajak, kerja sama dengan Pemkab Jombang ini juga menyangkut pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah.

 BNI Syariah memfasilitasi pembayaran pajak di Jombang.BNI Syariah memfasilitasi pembayaran pajak di Jombang. © BNI Syariah

Pemimpin Divisi Transaksional BNI Syariah, Agusta Rinaldi, ingin kerja sama ini mendongkrak fee based income dan menjadi potensi untuk cross selling produk BNI Syariah. 

“ Kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan edukasi keuangan syariah dan sosialisasi kepada wajib pajak mengenai channel pembayaran,” kata Agusta di Jombang.

BNI Syariah ini akan menggunakan saluran anorganik berupa outlet mitra untuk pembayaran pajak.

Sekadar informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jombang memiliki 1,26 juta penduduk yang mayoritas warganya bekerja di bidang pertanian dan kehutanan. Ada 650 ribu di antaranya merupakan wajib pajak.

Pendapatan pemerintah Kabupaten Jombang pada 2018 sebesar Rp2,5 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari dana perimbangan sebanyak 62 persen dari total pendapatan, pendapatan lain 20 persen, dan pendapatan asli daerah 17 persen.

5 dari 6 halaman

Dorong Pembiayaan Mikro, BNI Syariah Bantu 100 Petani Jagung NTB

Dream - PT BNI Syariah mendorong kemajuan pengusaha kecil dengan memberikan pembiayaan mikro kepada 100 petani jagung di Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Senior Vice President Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi, mengatakan pembiayaan mikro kepada petani jagung bertujuan untuk memperkenalkan program investasi usaha tani BNI Syariah melalui sistem bagi hasil yang adil dan menguntungkan.

“ Akad massal pembiayaan mikro diharapkan dapat memberikan edukasi petani dan masyarakat dalam manajemen keuangan melalui program menabung serta menyimpan hasil usaha di bank,” kata Iwan dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 27 November 2019.

 

 Dorong Pembiayaan Mikro, BNI Syariah Bantu 100 Petani Jagung NTB © Dream



Dia mengatakan pembiayaan mikro bisa membantu petani “ naik kelas”. Potensi bisnis yang diperoleh dari akad massal pembiayaan mikro sebesar Rp2,5 miliar dari 100 orang nasabah petani jagung. Iwan juga berharap akan ada kerja sama dengan petani lain di daerah lainnya.

“ Masih banyak daerah yang belum tersentuh program investasi maupun pembiayaan dari bank maupun lembaga pembiayaan,” kata Iwan.

Sekadar informasi, sampai September 2019, realisasi pembiayaan mikro BNI Syariah sebesar Rp1,61 triliun atau naik 19,42 persen secara tahunan dari periode 2018 yang sebesar Rp1,35 triliun. Mayoritas pembiayaan mikro disalurkan kepada usaha pertanian, peternakan, dan usaha kecil lainnya.

6 dari 6 halaman

BNI Syariah Incar Pembiayaan Rp100 M dari Universitas Swasta

Dream - PT BNI Syariah menggandeng Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) untuk menyalurkan pembiayaan. Bank syariah ini mengincar pembiayaan perumahan dosen dan perluasan kampus senilai Rp100 miliar.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 26 November 2019, BNI Syariah merangkul ABP PTSI karena memiliki 400 anggota di seluruh Indonesia. Kerja sama dengan asosiasi perguruan tinggi swasta ini berkaitan dengan pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah untuk anggota asosiasi, seperti penyaluran gaji payroll, pemanfaatan kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card, serta fasilitas pembiayaan umroh bagi dosen dan pegawai.

“ Melalui kerja sama dengan ABP PTSI, diharapkan BNI Syariah bisa menyediakan solusi hasanah bagi anggota dalam bertransaksi keuangan sesuai dengan prinsip syariah,” kata Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, di Jakarta.

 

 BNI Syariah Incar Pembiayaan Rp100 M dari Universitas Swasta © Dream



Potensi bisnis dari kerja sama ini adalah pembiayaan konsumer sebesar Rp 100 miliar yang berasal pembiayaan perumahan dosen dan perluasan kampus serta kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card. Selain itu ada pula potensi payroll dan tabungan dari anggota Asosiasi BP PTSI.

“ Kerja sama ini juga untuk memfasilitasi anggota ABP PTSI yang ingin beralih ke bank syariah,” kata Dhias.

Sekadar informasi, penandatangan kerja sama dilakukan Ketua Umum Pimpinan Pusat ABP PTSI, Thomas Suyatno; dan Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, dan disaksikan oleh Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo; Pemimpin Divisi Bisnis Konsumer BNI Syariah, Mochamad Samson, Pemimpin Divisi Haji & Umroh BNI Syariah, Ida Triana Widowati, dan Pemimpin Divisi Transaksional BNI Syariah, Agusta Rinaldi.

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id