Mirip Kartu Debit, Nasabah BNI Syariah Bisa Bayar Zakat Pakai TapCash

Dinar | Rabu, 6 Maret 2019 08:45
Mirip Kartu Debit, Nasabah BNI Syariah Bisa Bayar Zakat Pakai TapCash

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Bank syariah meluncurkan kartu uang elektronik untuk membayar ziswaf.

Dream – PT BNI Syariah mempermudah pembayaran zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf (Ziswaf) dengan kartu uang elektroniknya, TapCash Baznas. Bank syariah ini mencatat ada potensi transaksi Ziswaf sebanyak Rp25 miliar dengan kartu ini.

Kartu ini merupakan uang elektronik yang diterbitkan BNI Syariah diperuntukkan bagi muzakki yang menunaikan ziswaf melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional).

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan kartu tersebut mengandung informasi seperti nama muzakki dan nomor pokok wajib zakat (NPWZ).

“ Kartu ini memuat informasi seperti nama muzakki dan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) yang merupakan nomor identitas bagi setiap pembayar zakat,” kata Firman di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 5 Maret 2019.

 BNI Syariah menyerahkan kartu TapCash Baznas Card kepada Baznas.

Dia mengatakan kartu Tapcash BAZNAS Card juga dapat digunakan untuk pembayaran tol, KRL, TransJakarta, dan sebagai alat bayar di beberapa groceries. Top up saldo Tapcash BAZNAS Card bisa dilakukan melalui fasilitas mobile banking atau ATM BNI Syariah.

Sekadar informasi, selama tahun 2018 dana zakat yang terhimpun di BNI Syariah tercatat senilai total Rp101 miliar. Dana ini terbagi menjadi dua yaitu melalui Yayasan Hasanah Titik (mitra pengelola Ziswaf BNI Syariah) baik zakat dari nasabah, perusahaan, maupun karyawan sebesar Rp41 miliar dengan penyaluran pada bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi dan dakwah.

Yang kedua, dana zakat masyarakat dari lembaga zakat mitra BNI Syariah sebesar Rp60 miliar. 

 TapCash Baznas Card

BNI Syariah juga mendukung kemudahan pembayaran ziswaf bagi nasabah dan masyarakat melalui berbagai channel berbasis teknologi digital bersinergi dengan BNI Induk seperti e-banking (ATM, mobile banking, dan internet banking) dengan fitur pembayaran Ziswaf serta aplikasi android Wakaf Hasanah dan website wakafhasanah.bnisyariah.co.id.

2 dari 3 halaman

Wakaf Hasanah BNI Syariah Raih Digital Innovation Award 2019

Dream - Platform Wakaf Hasanah BNI Syariah meraih penghargaan inovasi digital bertajuk Digital Innovation Award 2019. Penghargaan kategori Digital Innovation Bank Syariah dari Warta Ekonomi itu diraih tiga kali berturut-turut sejak 2017.

BNI Syariah berhak mendapat penhargaan ini karena dinilai unggul dan unik dalam inovasi digitalnya. Selain itu, panitia juga melihat adanya manfaat yang diberikan dari Wakaf Hasanah ini.

“ Wakaf Hasanah disediakan oleh BNI Syariah sebagai pendorong stakeholders, lembaga wakaf dan masyarakat untuk bersinergi membangun kemandirian ekonomi umat melalui fundraising wakaf," ujar Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 23 Februari 2019.

 Penghargaan BNI Syariah dari Warta Ekonomi

Ia menjelaskan, program Wakaf Hasanah ini diharapkan mampu mendorong perekonomian bangsa, yang nantinya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

BNI Syariah juga kini tengah mengembangkan Wakaf Hasanah 2.0 dengan tambahan fitur Wakaf Linked Sukuk (WLS), yakni wakaf uang berjangka yang diterbitkan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI). Rencananya, pengembangna fitur ini akan terkoneksi dengan e-commerce sehingga dapat meningkatkan jumlah wakif.

Sejak diluncrukan pada 2017, aplikasi progra Wakaf Hasanah ini telah mengumpulkan dana sebesar Rp6,8 miliar dengan 19 nadzir dan memilik 43 proyek wakaf.

Saat ini, BNI Syariah merupakan salah satu bank yang ditunjuk sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU). Setelah uang terkumpul, nantinya akan ditempatkan di Surat Berharga Syaraih Negara (SBSN), untuk pembiayaan proyek-proyek produktif. [crosslink_1]

3 dari 3 halaman

Gaet UIN Alauddin, BNI Syariah Beri Layanan Perbankan Plus Beasiswa Hafiz

Dream – PT BNI Syariah menyediakan layanan perbankan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Bank syariah ini mempermudah ribuan civitas UIN Alauddin mengakses layanan bank, seperti produk pembiayaan syariah, aplikasi digital, serta literasi dan inklusi keuangan syariah.

Tak hanya itu, BNI Syariah juga akan memberikan beasiswa untuk  untuk mahasiswa hafiz (penghafal) Alquran di lingkungan UIN Alauddin Makassar .

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 21 Februari 2019, Senior Executive Vice President (SEVP) BNI Syariah, Iwan Abdi, mengatakan universitas merupakan institusi pendidikan yang harus didukung dalam membangun generasi muda. Melalui edukasi dan literasi keuangan syariah, mahasiswa bisa mempersiapkan perencanaan keuangannya dengan baik dan tepat.

Halal Ecosystem akan terus ditumbuhkan dari sektor pendidikan karena mahasiswa menjadi aset sumber daya manusia untuk menciptakan generasi penerus yang berakhlak dan bermartabat,” kata Iwan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sekadar informasi, dalam kerja sama ini, kerja sama BNI Syariah dan UIN Alauddin ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan UIN Alauddin Makassar tentang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta penyediaan produk dan jasa layanan perbankan.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi dan Rektor UIN Alauddin Makassar, Musafir Pababbari, bertempat di Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar.

Dalam kerjasama ini BNI Syariah memfasilitasi lebih dari 25 ribu civitas akademika UIN Alauddin Makassar dengan berbagai layanan seperti penerimaan pembayaran biaya pendidikan, payroll untuk dosen dan pegawai, cash management. 

Perusahaan juga menyediakan produk perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah seperti tabungan BNI iB Hasanah, BNI Baitullah iB Hasanah, serta pembiayaan fleksi umrah untuk dosen dan karyawan bekerjasama dengan travel rekanan, pembiayaan rumah melalui produk BNI Griya iB Hasanah serta Wakaf Hasanah.

Sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur dan pada masa lalu pernah menjadi ibukota Negara Indonesia Timur dan Provinsi Sulawesi. Dengan total penduduk Makassar yang mencapai hampir 1,5 Juta jiwa dengan mayoritas memeluk agama Islam menjadi sumber daya dan potensi utama bagi pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal.

Iwan juga mengatakan angka dana pihak ketiga (DPK) BNI Syariah tercatat sebesar Rp35,5 triliun dengan jumlah rekening lebih dari 3 juta. Angka DPK tumbuh 20,82 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp29,38 triliun.

" Alhamdulillah berkat sinergi dengan berbagai pihak dalam membangun halal ecosystem porsi DPK BNI Syariah meningkat,” kata dia.

Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo
Join Dream.co.id