BNI Syariah Incar Bisnis Internasional

Dinar | Jumat, 29 Mei 2020 11:36
BNI Syariah Incar Bisnis Internasional

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Jika masuk buku III, bank ini ingin merambah bisnis internasional.

Dream – PT BNI Syariah ingin memperluas jangkauan bisnis dengan kategori BUKU III. Kategori ini membuka pintu BNI Syariah menjangkau bisnis internasional.

“ Dengan adanya BNI Syariah menjadi BUKU III, ini membuka peluang untuk mengoptimalkan bisnis internasional,” kata Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, dalam konferensi pers virtual “ Kinerja Triwulan I 2020”, Kamis 28 Mei 2020.

Ada tiga peluang bisnis yang diincar bank syariah ini. Yakni remitansi, perdagangan internasional, dan ekspansi cabang yang memungkinkan kerja sama internasional.

Dari sini, ada potensi fee based income (FBI) yang bisa didapatkan BNI Syariah sebesar Rp100 miliar.

Misalnya dari bisnis remitansi. Untuk tahap awal, bank syariah ini menargetkan FBI sebesar Rp20 miliar-30 miliar. Ada potensi 6 juta orang Indonesia yang berada di luar negeri.

“ Rata-rata mereka ingin hijrah ke bank syariah,” kata dia. Untuk perdagangan internasional, disebutkan bahwa potensi pendapatan FBI sebesar Rp70 miliar.

2 dari 6 halaman

Siapkan SDM dan IT

Sementara ekspansi bisnis, BNI Syariah akan bekerja sama dengan induk yang ada di luar negeri, yaitu di Hong Kong, Singapura, New York (Amerika Serikat), Korea Selatan, Jepang, dan Inggris.

Firman telah mempersiapkan SDM dan IT. Untuk SDM, anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) ini telah merekrut tenaga ahli untuk ditempatkan di bagian advisory.

Sekadar informasi, BNI Syariah naik kelas dari BUKU II ke BUKU III pada triwulan I 2020. Modal intinya per Maret 2020 senilai Rp5,01 triliun. 

3 dari 6 halaman

Laba BNI Syariah di Awal Tahun 2020 Meroket 58 Persen

Dream – PT BNI Syariah mengantongi laba senilai Rp214 miliar pada kuartal I 2020. Angka ini naik 58,1 persen dari kuartal I 2019 yang senilai Rp135 miliar.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan dampak pandemi Covid-19 memang belum begitu terasa pada kuartal pertama tahun ini. Pihaknya tetap mengantisipasi dampak pandemi corona terhadap kinerja BNI Syariah.

 

 Laba BNI Syariah di Awal Tahun 2020 Meroket 58 Persen© Dream

 

“ Tapi, kami antisipasi. Tentu dampak ini akan terasa, baik secara bisnis maupun kualitas aset. Mudah-mudahan bisa di-minimize sampai akhir tahun dan bisa making profit. Harapan kami begitu,” kata Firman dalam konferensi pers virtual “ Kinerja Triwulan I 2020”, Kamis 28 Mei 2020.

Aset melesat 16,2 persendari Rp44 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp51,13 triliun pada kuartal I 2020. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh dari Rp38,48 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp44,86 triliun pada kuartal I 2020. Tercatat pada periode Januari-Maret 2020, tabungan senilai Rp20,25 triliun, deposito Rp15,72 triliun, dan giro Rp8,89 triliun.

4 dari 6 halaman

Pembiayaan Naik Double Digit

Kemudian, pembiayaan naik 9,8 persen dari Rp29,44 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp32,33 triliun pada kuartal I 2020. Firman mengatakan komposisi pembiayaan produktif BNI Syariah mendominasi dengan porsi 51,4 persen atau sedikit lebih tinggi dari pembiayaan konsumtif (48,6 persen).

“ Pembiayaan produktif lebih tinggi daripada konsumtif,” kata dia.

BNI Syariah juga melaporkan rasio pembiayaan bermasalah (non performance financing/NPF) merangkak naik dari 2,9 persen pada kuartal I 2019 menjadi 3,3 persen pada kuartal I 2020. Kenaikan angka NPF ini salah satunya didorong kondisi ekonomi yang melambat akibat pandemi Covid-19.

“ Kami berusaha semaksimal mungkin untuk me-manage. Setidaknya saat Covid-19, di bawah 4 persen. Syukur-syukur bisa di bawah 3,5 persen,” kata dia. 

5 dari 6 halaman

Target Tumbuh 12%, BNI Syariah Bangun dan Jual Komplek Rumah Harga Terjangkau

Dream – PT BNI Syariah membidik pertumbuhan KPR syariah sebesar 12 persen tahun ini. Untuk menggapainya, bank syariah ini melakukan inovasi dengan mempermurah harga rumah BNI Griya Swakarya iB Hasanah.

Dikutip dari keterangan tertulis BNI Syariah, Senin 18 Mei 2020, produk pembiayaan rumah ini merupakan inovasi BNI Syariah yang menggunakan cara pembiayaan berbasis fixed aset. Akad yang digunakan adalah murabahah alias jual beli.

Direktur Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi, mengatakan proyek Griya Swakarya tahun 2020 BNI Syariah tetap mengedepankan prinsip “ Kami Beri Rumahnya, Bukan Uangnya”.

“ Pada tahun ini, BNI Griya Swakarya iB Hasanah terus mengkaji dan mengembangkan pola strategi marketing yang tepat sebagai strategi berbisnis sehingga sesuai dengan prinsip awal program ini,” kata Iwan di Jakarta.

Bank syariah terlebih dahulu menguasai aset properti yang akan dikelola, dibangun dan dijual di mana dalam neraca didudukan sebagai persedian bank. Secara prinsip syariah, murabahah menjadi lebih sempurna karena objek yang diperjualbelikan telah dikuasai oleh bank.

Saat ini, pola pengembangan proyek BNI Griya Swakarya iB Hasanah dilakukan dengan mencari captive market terlebih dahulu. Calon pembeli kemudian dapat menyerahkan surat minat kepada BNI Syariah sebagai tanda bukti keseriusan disertakan fotokopi KTP pasangan suami-istri dan booking fee.

Sekadar informasi, sampai Maret 2020, nilai outstanding pembiayaan KPR BNI Syariah berada di posisi Rp13,58 triliun. Angka ini tumbuh 11,86 persen yoy.

6 dari 6 halaman

Iwan berharap bisa membantu target pemerintah tentang program sejuta rumah dan penyediaan rumah layak bagi masyarakat melalui pengembangan produk ini. Anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) mengembangkan program pemilikan rumah ini di kota Pamulang dan Tangerang. Sebelumnya, program ini dikembangkan di Bogor dan Sumenep.

Di daerah Pamulang, BNI Syariah mengembangkan perumahan yaitu Palm Resort, yang berada di Jalan Benda Raya, Pamulang. Lokasi perumahan ini sangat strategis karena dekat dengan area pengembangan Tol BSD-Bintaro. Proyek perumahan dengan luas kurang lebih 3 hektar ini rencananya akan dikembangkan menjadi 254 unit rumah dan 7 unit ruko.

Palm Resort merupakan kawasan perumahan dengan konsep one gate system yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti: masjid, kolam renang, jogging track, taman dan playground serta area komersial. Palm resort menawarkan rumah bernuansa Scandinavia-Modern dengan beberapa tipe mulai dari 1 lantai, mezzanine dan 2 lantai dengan harga unit rumah mulai dari Rp430 juta.

Sedangkan di kota Tangerang, BNI Syariah mengembangkan proyek Griya Swakarya di Perumahan Daru Indah, Tangerang berada persis di sebelah stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Daru dengan lebih dari 40 jadwal keberangkatan dan kepulangan ke ibu kota Jakarta.

Model rumah yang ditawarkan adalah rumah berkonsep minimalis modern dengan sentuhan relief Islami yang bernuansa asri dan segar sehingga menambah kesan hommy di dalamnya. Harga yang ditawarkan untuk tipe 36/72 sebesar Rp252 juta dengan beberapa fasilitas di antaranya adalah masjid, taman, dan lapangan olahraga.

Untuk meningkatkan penjualan produk Griya Swakarya Palm Resort, Pamulang dan Daru Indah, Tangerang, BNI Syariah menawarkan beberapa promo diantaranya adalah promo pembelian tanpa DP (down payment) untuk 60 pembeli pertama. Kemudian ada pula promo margin spesial, bebas biaya (admin, appraisal dan provisi). Harga rumah sudah termasuk biaya seperti PPn 10 persen, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Akte Jual Beli (AJB); dan Balik Nama Sertifikat.

Join Dream.co.id