BNI Syariah Genjot Bisnis Internasional

Dinar | Kamis, 13 Februari 2020 14:47
BNI Syariah Genjot Bisnis Internasional

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Misalnya dengan menggandeng perusahaan remitansi.

Dream - PT BNI Syariah menggenjot bisnis internasional. Salah satunya dengan menggandeng asosiasi pelatihan kerja untuk buruh migran, SOLINDO dan Unidos Co. Ltd (KYODAI Remittance).

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 12 Februari 2020, Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan, kerja sama ini akan meningkatkan bisnis internasional, termasuk remitansi.

Kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan volume transaksi dan fee based income. “ BNI Syariah siap meraih peluang-peluang baru untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis serta menjadi partner yang lebih baik,” kata Abdullah Firman.

Dia menambahkan, melalui kerja sama ini, pekerja migran di Jepang bisa mengirim uang lebih cepat, mudah, dan efisien.

Saat ini, ada 56 ribu Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jepang dan mayoritas merupakan pelanggan dari KYODAI Remittance. Pada 2020, ada 20 ribu pekerja terlatih akan diberangkatkan ke Jepang. Dengan begitu, bisnis remitansi memiliki potensi yang besar dan masih terus berkembang.

Dia juga ingin BNI Syariah bisa menjadi one stop service solution bagi para pekerja migran Indonesia. Layanan yang diberikan BNI Syariah di antaranya pembukaan rekening serta kebutuhan pembiayaan pelatihan (BNI Multiguna iB Hasanah) sebelum berangkat, hingga layanan remitansi untuk memfasilitasi para migran yang sudah berangkat ke Jepang. Ada juga produk tabungan haji dan umroh serta kepemilikan rumah dan kendaraan.

Bank ini juga memperluas organisasi dengan membentuk unit baru remittance business. Perusahaan ini akan meningkatkan kerja sama dengan perusahaan remittance internasional dan menempatkan remittance representative untuk meningkatkan transaksi incoming dari berbagai pekerja migran Indonesia di luar negeri, seperti Malaysia, Jepang, dan Taiwan.

“ BNI Syariah juga memiliki produk-produk international trade finance, di antaranya letter of credit/LC, SKBDN, Bank Guarantee and Standby, BNI Pembiayaan Piutang iB Hasanah, dan BNI Pembiayaan Anjak Hutang iB Hasanah,” kata Firman.

2 dari 6 halaman

Hore! BNI Syariah Alokasikan KPR Syariah Bersubisdi Rp187 M di 2020

Dream – PT BNI Syariah ditunjuk sebagai salah satu bank penyalur KPR syariah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2020. Tahun depan, bank ini siap menyalurkan KPR syariah bersubsidi senilai Rp187,8 miliar untuk 1.750 unit rumah.

“ Kami berharap, dengan masuknya BNI Syariah sebagai bank pelaksana FLPP, bisa menambah portofolio pembiayaan konsumtif dan membantu masayrakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah,” kata Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulisnya. 

Firman mengharapkan kontribusi KPR syariah bersubsidi terhadap pembiayaan rumah BNI Syariah akan meningkat menjadi sebesar 6 persen.

Untuk mencapai target ini, anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk ini sudah menyusun strategi diantaranya memprioritaskan segmen nasabah fix income berpenghasilan kurang dari Rp4 juta, pemasaran untuk daerah yang potensial dalam penyaluran FLPP, serta melakukan kerjasama khusus dengan developer yang telah bergabung dalam asosiasi.

 

Hore! BNI Syariah Alokasikan KPR Syariah Bersubisdi Rp187 M di 2020© Dream

 

Penyaluran KPR FLPP BNI Syariah pada tahun depan diutamakan untuk nasabah yang belum pernah memiliki rumah.

Sekadar informasi, dalam acara Penandatangan PKO PPDPP dengan Bank Pelaksana Penyalur KPR FLPP 2020 juga dilakukan launching Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep). Sebagai bank pelaksana KPR subsidi pada 2020, BNI Syariah wajib menggunakan sistem informasi yang dikembangkan oleh PPDPP untuk kemudahan proses dan pelaporan terkait KPR bersubsidi.

Sebanyak 37 bank pelaksana KPR FLPP yang ditunjuk pemerintah, terdiri dari 10 bank nasional dan 27 bank pembangunan daerah. Penunjukan bank pelaksana sebagai penyalur dana FLPP berdasarkan hasil evaluasi kinerja realisasi penyaluran dana FLPP sejak kuartal I-kuartal IV/2019.

Penunjukan bank penyalur dana pembiayaan FLPP ini dilakukan dengan mempertimbangkan unsur penilaian kinerja. Penilaian itu dilakukan melalui proses verifikasi, hasil pemantauan lapangan terkait ketepatan sasaran, termasuk dukungan pelaksanaan host to host, serta indikator kinerja keuangan.

3 dari 6 halaman

Fokus Pembiayaan Perumahan yang Efisien

Pada 2020 pemerintah akan lebih fokus pada penyelenggaraan pembiayaan perumahan yang efisien dan efektif sekaligus memperhatikan kualitas bangunan rumah subsidi melalui pemanfaatan IT secara maksimal.

Pemerintah mengalokasikan anggaran penyaluran dana FLPP senilai Rp 11 triliun untuk tahun 2020 yang terdiri dari Rp9 triliun dari DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok untuk 102.500 unit rumah. Nilai tersebut meningkat 38 persen dari target yang ditetapkan pada 2019.

Sampai dengan bulan November 2019, outstanding pembiayaan properti BNI Syariah yaitu BNI Griya iB Hasanah berada di posisi Rp13,06 triliun dengan pertumbuhan 11 persen year on year dan sampai dengan akhir tahun masih diperkirakan tumbuh di sekitar angka 11 persen secara year on year.

4 dari 6 halaman

BNI Syariah Kucuri PLN Rp500 Miliar

Dream - PT BNI Syariah menyalurkan pembiayaan Rp500 miliar kepada PT PLN (Persero). Dana itu termasuk dari total pembiayaan sindikasi sebesar Rp2,85 triliun dengan skema jaminan pemerintah.

Sindikasi ini bertujuan untuk membiayai proyek pembangunan pembangkit PLTU dan pembangkit listrik tenaga mesin (PLTMG). Dalam pembiayaan sindikasi ini BNI Syariah berperan sebagai JMLA (Join Mandated Lead Arranger).

 

BNI Syariah Kucuri PLN Rp500 Miliar© Dream

 

“ Pembiayaan ini merupakan bentuk support terhadap salah satu proyek strategis nasional (PSN) untuk meningkatkan rasio elektrifikasi terutama di Indonesia bagian timur melalui pembangunan Program 35 ribu MW,” kata Direktur Bisnis SME & Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 19 Desember 2019.

Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah mengutamakan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko, serta berlandaskan prinsip syariah. Dengan membiayai proyek pemerintah, diharapkan risiko bisnisnya lebih rendah.

5 dari 6 halaman

Biayai Pembangunan 4 Pembangkit Listrik

Direktur Keuangan PT PLN (Persero), Sarwono Sudarto. mengatakan, ada tiga bank syariah berpartisipasi dalam sindikasi, selain BNI Syariah. Pembiayaan ini digunakan untuk pembangunan empat pembangkit listrik.

Keempatnya adalah PLTU Lombok FTP 2 dengan kapasitas 2x50 MW, PLTU Sumbagut-2 Peaker dengan kapasitas 250 MW, PLTMG Bangkanai 140 MW, dan PLTMG Lombok Peaker 130 MW-150MW.

“ Target penyelesaian proyek pembangunan pembangkit PLTU dan PLTMG tahap II program 35 ribu MW adalah pada tahun 2022 atau 3 tahun setelah pembangunan proyek,” kata dia.

Proyek pembangunan PLTU dan PLTMG ini merupakan rangkaian pendukung pembangunan program 35 ribu MW yang dicanangkan pemerintah, yang tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan listrik sampai ke daerah-daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), namun juga agar terdapat infrastruktur listrik yang mampu menghasilkan listrik dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat dan kompetitif bagi industri serta bisnis, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pembiayaan sindikasi dengan skema syariah ini merupakan yang pertama kalinya mendapat jaminan Pemerintah RI. Ini menjadi bukti nyata peran PLN serta wujud dukungan yang sangat besar dari Perbankan Syariah dan Pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan untuk mendukung penyelesaian Program 35 ribu MW sekaligus pengembangan keuangan syariah di Indonesia.

6 dari 6 halaman

Gandeng Pemkab, Warga Jombang Bisa Bayar Pajak Daerah di BNI Syariah

Dream - PT BNI Syariah memfasilitasi wajib pajak di wilayah Jombang, Jawa Timur, untuk membayar pajak melalui bank syariah. Dari layanan tersebut, anak usaha PT Bank Negara Indonesia TBk ini mengincar potensi Rp117 miliar dari pembayaran pajak.

Layanan pajak yang disediakan BNI Syariah adalah pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), reklame, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), parkir, restoran, air, tanah, hotel, dan hiburan.

Dikutip dari keterangan tertulis BNI Syariah yang diterima Dream, Kamis 28 November 2019, kerjasama BNI Syariah dilakukan dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.

Selain pembayaran pajak, kerja sama dengan Pemkab Jombang ini juga menyangkut pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah.

BNI Syariah memfasilitasi pembayaran pajak di Jombang.© BNI Syariah

Pemimpin Divisi Transaksional BNI Syariah, Agusta Rinaldi, ingin kerja sama ini mendongkrak fee based income dan menjadi potensi untuk cross selling produk BNI Syariah. 

“ Kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan edukasi keuangan syariah dan sosialisasi kepada wajib pajak mengenai channel pembayaran,” kata Agusta di Jombang.

BNI Syariah ini akan menggunakan saluran anorganik berupa outlet mitra untuk pembayaran pajak.

Sekadar informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jombang memiliki 1,26 juta penduduk yang mayoritas warganya bekerja di bidang pertanian dan kehutanan. Ada 650 ribu di antaranya merupakan wajib pajak.

Pendapatan pemerintah Kabupaten Jombang pada 2018 sebesar Rp2,5 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari dana perimbangan sebanyak 62 persen dari total pendapatan, pendapatan lain 20 persen, dan pendapatan asli daerah 17 persen.

Join Dream.co.id