Bisnis Mawar Cianjur Makin Wangi, Bisa Raup Rp3 Juta Saban Hari

Dinar | Jumat, 23 Agustus 2019 14:13
Bisnis Mawar Cianjur Makin Wangi, Bisa Raup Rp3 Juta Saban Hari

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dia bisa mengantongi pendapatan lumayan dari bisnis budidaya mawar.

Dream – Setelah menjalani profesi sebagai makelar tanah, Rahmat melirik bisnis budidaya mawar. Bisnis ini lebih menjanjikan karena bisa memperoleh penghasilan saban hari.

“ Saya pilih mawar karena bisa dipanen setiap hari,” kata Rahmat di Cianjur, Jawa Barat, Jumat 23 Agustus 2019.

Menurut dia, sehari bisa menjual 20 ikat mawar potong berisi 20 tangkai. “ Dijual dengan harga Rp50 ribu,” kata Rahmat.

Pada bulan-bulan tertentu, Rahmat bisa menghasilkan 50 ikat bunga perhari. Biasanya, pesanan berasal dari Jakarta untuk dekorasi pernikahan.

Pria yang sudah tujuh tahun berbisnis mawar potong ini menambahkan, budidaya mawar sangat menguntungkan karena bisa dipotong setiap hari.

Pola itu berbeda dengan budidaya bunga krisan yang hanya berkembang tiga bulan sekali.

“ Di daerah Puncak jarang ada yang budidaya mawar karena perawatannya pun memang harus teliti,” kata Rahmat.

2 dari 4 halaman

Untung Hingga Rp3 Juta per Hari

Rahmat mengatakan, ada empat jenis mawar yang dijual, yaitu sexy red, deep purple, mawar putih atau apalan, dan mawar kuning atau mohana. Mawar-mawar ini ditanam di tanah seluas 3 ribu meter persegi.

Mawar-mawar ini didistribusikan ke pelanggan tetapnya di Lampung dan Jakarta. Sisanya, dibeli oleh penjual bunga di sekitar wilayah tempat tinggalnya.

Dari bisnis itu, Rahmat bisa menghasilkan 20 hingga 50 ikat mawar perhari, dengan omzet Rp1 juta sampai Rp3 juta perhari.

3 dari 4 halaman

Kendala

Meski demikian, bisnis mawar potong bukan berarti tanpa hambatan. Dia acapkali berhadapan dengan hama kutu putih yang sering menempel di tangkai mawar.

Untuk mengatasi hama itu, Rahmat menghilangkannya secara tradisional, yaitu menyikat tangkai mawar satu persatu. “ Disemprot berbagai macam pestisida, tetap saja menempel,” kata dia.

Kini, Rahmat mempekerjakan tujuh orang di kebun bunga, tiga perempuan membersihkan alang-alang dan hama, sedangkan empat laki-laki menyiram, memotong, dan mengemas mawar.

4 dari 4 halaman

Tambah Modal

Sebagai seorang pebisnis, Rahmat tentu ingin memperluas bisnisnya. Dia mengajukan pembiayaan untuk menambah lahan.

Dia memilih pembiayaan mikro dari Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah).

Branch Manager Mandiri Syariah Cabang Cipanas, Evi Selfiawati, mengatakan, pinjaman yang diberikan kepada Rahmat sebesar Rp200 juta untuk membeli tanah.

“ Dibayar dalam jangka waktu 5 tahun,” kata Evi.

Laporan: Alfi Salima Puteri

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id