Survei: Penurunan Pendapatan Ritel Terbesar Terjadi di Jakarta Barat

Dinar | Sabtu, 28 Maret 2020 07:03
Survei: Penurunan Pendapatan Ritel Terbesar Terjadi di Jakarta Barat

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dengan penurunan pendapatan hingga 32 persen per outlet.

Dream – Tak dapat dipungkiri pandemi virus corona turut memukul sektor ekonomi, terutama bisnis ritel dan makanan dan minuman (mamin).

Malah, industri food and beverage (F&B) paling terdampak bisnis ini, terutama setelah pemerintah mengeluarkan aturan jaga jarak untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 27 Maret 2020, startup penyedia kasir digital, Moka, mengamati pendapatan harian industri F&B, ritel, dan jasa di 17 kota di Indonesia, seperti Jabodetabek, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta.

Dari hasil pengamatan, terlihat industri F&B paling terdampak akibat penyebaran virus Covid-19.

Bali dan Surabaya merupakan dua kota yang mengalami penurunan pendapatan harian yang paling signifikan dibandingkan dengan kota lain, dengan masing-masing mengalami penurunan sebesar 18 persen untuk Bali dan 26 persen untuk Surabaya.

Daerah Jabodetabek juga mengalami penurunan pendapatan harian yang cukup signifikan, namun tidak setajam Bali dan Surabaya. Wilayah yang terkena dampak di daerah Jabodetabek yang paling signifikan terjadi di Depok, Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

Anjuran dari pemerintah untuk tidak keluar dari rumah guna memperlambat laju penyebaran COVID-19, membuat masyarakat tinggal lebih banyak di rumah, dan juga memberi dampak pada industri F&B.

Perubahan perilaku ini menyebabkan peningkatan pembelian makanan yang dibawa pulang (take-away food) meningkat sebesar 7 persen di bulan Januari hingga Februari 2020.

2 dari 6 halaman

Selanjutnya Industri Ritel dan Jasa

Masuk ke dalam industri ritel, dari 17 kota yang diobservasi, tujuh kota menunjukkan penurunan pendapatan harian yang signifikan.

Ada lima kota yang pendapatan hariannya turun terbesar, yaitu Jakarta Barat, Tangerang Selatan, Depok, Jakarta Pusat, dan Bandung.

Walau hanya tujuh kota yang terdampak dari 17 kota, persentase penurunan pendapatan harian pada industri ritel merupakan yang paling signifikan dibanding industri lain.

Penurunan pendapatan harian terbesar terjadi di Jakarta Barat dengan penurunan pendapatan hingga 32 persen per outlet.

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa industri F&B merupakan industri yang paling terdampak COVID-19, melihat dampaknya yang tersebar paling banyak.

Namun, apabila melihat persentase penurunan pendapatan harian terbesar, industri ritel mengalami penurunan yang terbesar, yakni menurun sebesar 32 persen.

Sektor yang menyusul bisnis F&B adalah jasa. Di industri jasa, ada 10 dari 17 kota yang turun. Lima kota dengan penurunan pendapatan harian yang paling signifikan adalah Depok, Bekasi, Jakarta Timur, Batam, dan Bandung.

3 dari 6 halaman

Prioritaskan Arus Kas?

Direktur Utama SMESCO, Leonard Theosabrata, berbagi langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi pandemi corona, terutama bagi bisnis UKM.

Satu hal yang menjadi pesan utama adalah dalam survival mode ini adalah untuk memprioritaskan berjalannya cash flow bisnis dengan baik, dibandingkan dengan memikirkan profit.

“ Pelaku usaha harus dapat bertahan selama tiga sampai enam bulan kedepan. Perlu adanya perubahan proses bisnis sementara agar cash flow bisnis tetap positif,” kata Leonard.

Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan mengulas kembali bisnis, kenali customer base dan kebutuhannya, permudah proses bisnis, klasifikasikan produk yang mudah dijual, digitalisasi produk usaha ke dalam katalog yang mudah dibagikan, perdalam stok barang, dan beri insentif kepada karyawan yang mampu memberikan performa baik dalam keadaan sulit seperti saat ini.

Bagi para pemilik bisnis, ada beberapa langkah praktikal untuk menjaga cash flow bisnis tetap positif, yakni yang pertama, berfokus pada promosi untuk take-away delivery karena permintaannya yang meningkat.

“ Gunakan database pelanggan untuk selalu mengkomunikasikan promosi yang ada melalui e-mail, SMS, ataupun WhatsApp,” kata dia.

Leonard juga mendorong ada budaya transaksi nontunai dengan kartu debit atau digital payment. Dia juga mendorong agar karyawan dan konsumen menggunakan masker dan hand sanitizer.

“ Penting untuk terus mengkomunikasikan kebersihan di lingkungan sekitar,” kata dia. 

4 dari 6 halaman

Jamin Ketersediaan, Peritel Diimbau Batasi Pembelian Bahan Pokok Selama Corona

Dream – Penyebaran virus corona membuat Satgas Pangan bertindak. Satgas ini meminta pelaku-pelaku ritel untuk membatasi pembelian barang pokok dan bahan pangan.

Dalam Surat Edaran No. B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim, dikutip Dream, Selasa 17 Maret 2020, Ketua Satgas Pangan, Brigjen. Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, menyurati asosiasi-asosiasi ritel, seperti APRINDO dan APPSI untuk membatasi pembelian barang pokok dan bahan pangan untuk keperluan pribadi.

“ Untuk menjamin ketersediaan bapokting dan komoditas pangan lainnya serta menjamin kelancaran pendistribusiannya dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Daniel.

 

Jamin Ketersediaan, Peritel Diimbau Batasi Pembelian Bahan Pokok Selama Corona© Dream

 

Barang-barang yang dibatasi pembeliannya, yaitu beras maksimal 10 kg, gula 2 kg, minyak goreng 4 liter, dan mie instan 2 dus.

Hal ini dibenarkan oleh Tutum Rahanta, Dewan Penasihat Himpunan Peritel dan Pusat Perbelanjaan Indonesia.

“ (Iya) sudah ada (imbauan pembatasan pembelian),” kata Tutum ketika dihubungi Dream.

5 dari 6 halaman

Mendag: Semua Kebutuhan Tercukupi, Jangan Panic Buying

Dream - Pemerintah meminta masyarakat untuk belanja berlebihan atau panic buying. Masyarakat diminta untuk berbelanja sesuai dengan kebutuhan. 

Fenomena belanja berlebihan ini menyusul karena ada wabah virus corona yang masuk ke Indonesia. 

“ Ya jadi begini, masyarakat kalau belanja tidak perlu panik. Belanjalah sesuai kebutuhan," kata Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 3 Maret 2020. 

Agus memastikan tidak ada kelangkaan barang pokok usai dua WNI dinyatakan positif virus Corona. Dia menjamin pemerintah akan selalu memantau ketersediaan barang.

 

Mendag: Semua Kebutuhan Tercukupi, Jangan Panic Buying© Dream



" Pemerintah juga akan memastikan kebutuhan barang tercukupi. Jadi tidak perlu panik. Belanja silakan, tapi sesuai kebutuhan saja," kata Agus. 

Menurut dia, hingga kini belum ada pembatasan impor dari luar negeri. Agus sudah berkomunikasi dengan para pelaku usaha agar tak panikterkait kondisi saat ini.

" Barang tetap masuk, bahkan akan kami perlonggar terutama bahan baku industri. Sesuai arahan Presiden, kecuali yang hewan hidup kemarin ya," kata Agus.

6 dari 6 halaman

Polisi Jaga Supermarket

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah akan menurunkan anggota kepolisian untuk menjaga supermarket. Hal ini sebagai bentuk mengantisipasi adanya kepanikan setelah diumumkannya dua orang warga Depok positif virus corona.

" Di situlah kita akan ambil langkah-langkah itu. Nanti Kapolri supaya menurunkan anggotanya untuk ikut membatasi masyarakat melakukan hal yang berlebihan seperti itu," ujar Moeldoko di Kantornya, Jakarata Pusat, pada Senin 2 Maret 2020.

(Sumber: Liputan6.com/Lisza Egenham)

Join Dream.co.id