Bank Curiga Saldo Mendadak Bengkak, Pemuda Bikin Pusat Tes Covid-19 Palsu Buat Tilep Uang Rp88 M

Dinar | Jumat, 3 Juni 2022 18:47

Reporter : Alfi Salima Puteri

Pria ini mengetahui hal yang harus dia lakukan hanyalah membuat pusat tes Covid-19 di atas kertas, lalu membuat ribuan faktur setiap hari untuk mendapat bayaran yang cukup besar dari pemerintah.

Dream - Seorang pemuda asal Jerman dipenjara karena telah membuat pusat tes Covid-19 palsu. Aksi penipuan itu membuat pelaku mengantongi uang 5,7 juta euro atau sekitar Rp88,4 miliar dari negara untuk pemeriksaan tes yang tidak pernah dilakukannya.

Melansir Oddity Central, pada puncak pandemi virus Covid-19 di Jerman, permintaan tes begitu besar sehingga negara mengganti biaya pusat pemeriksaan yang mengirimkan faktur atau invoice kepada mereka.

Sebagian besar penyedia layanan kesehatan swasta sangat diuntungkan, tetapi beberapa berhasil meraup untung tanpa memberikan layanan yang sebenarnya.

Bank Curiga Saldo Mendadak Bengkak, Pemuda Bikin Pusat Tes Covid-19 Palsu Buat Tilep Uang Rp88 M
Foto: Pixabay.com
2 dari 4 halaman

Begitulah kasus si pemuda, ia mengetahui hal yang harus dia lakukan hanyalah membuat pusat tes Covid-19 di atas kertas, lalu membuat ribuan faktur setiap hari untuk mendapat bayaran yang cukup besar dari pemerintah.

Pemuda yang saat itu baru berusia 17 tahun menemukan ide tersebut pada tahun 2020, dan berhasil mengantongi US$6 juta tanpa benar-benar melakukan pekerjaan apa pun.

Pada 2020 dan 2021, untuk mempercepat pengujian, Pemerintah Jerman mempercayakan Kassenärtzlichen Vereinigung untuk mengawasi regulasi tes Covid-19 sekaligus menangani pembayaran.

Sayangnya, kurangnya pengawasan membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi penipu seperti sang pemuda yang membuat tagihan tes covid-19 palsu ini.

3 dari 4 halaman

Dalam rentang waktu kurang dari empat bulan, penipu muda itu menagih sekitar 500 ribu tes Covid-19. Meski jumlah tes per harinya terlihat mustahil, Kassenärtzlichen Vereinigung tidak pernah mempertanyakannya.

Sebaliknya, sang pemuda menerima pembayaran tepat waktu langsung ke rekening banknya.

Untungnya, kasus ini terungkap ketika pegawai bank mencurigai saldo yang membengkak di rekening seorang siswa sederhana dan menduga adanya penipuan pencucian uang.

Pegawai bank lalu menghubungi polisi, yang langsung melakukan penyelidikan. Saat terungkap bahwa kekayaan sang pemuda didapat secara ilegal, polisi langsung menyita semua uangnya.

4 dari 4 halaman

Kini pemuda itu telah berusia 19 tahun, dan divonis bersalah atas kejahatannya. Untungnya, karena dia belum berusia 18 tahun saat melakukan kejahatan tersebut, dia diadili sebagai anak di bawah umur.

Jadi, pihak berwajib hanya menyita kekayaannya dan membuatnya harus membayar denda Rp23,1 juta kepada organisasi utilitas publik.

Dia juga menjalani masa percobaan selama satu tahun, nantinya kasusnya akan dipelajari lagi dan dapat dijatuhi sanksi baru.

Join Dream.co.id