Biasakan Hidup dengan Cara Ini Biar Nggak Gampang Bokek

Dinar | Rabu, 19 Februari 2020 09:36
Biasakan Hidup dengan Cara Ini Biar Nggak Gampang Bokek

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Gaya hidup sering membuat generasi ini `bangkrut` sebelum gajian.

Dream - Mengatur keuangan menjadi salah satu pekerjaan rumah paling sulit bagi sebagian orang, termasuk generasi milenial. Ada banyak faktor yang membuat generasi milenial terkesan boros.

Saking kurang cakapnya mengatur belanja, sering kali kantong generasi Y “ kering” sebelum musim gaji tiba.

Saat kantong menipis gaya hidup pun semakin teriris. Tak ada jalan lain bagi para generasi milenial selain mengatur keuangannya.

Head of Marketing Communication Halofina, Garniasih Garnijanto, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 19 Februari 2020 mempunyai solusi relatif mudah dijalankan untuk para milenial. Tipsnya seputar kepatuhan mengalokasikan anggaran

 

“ Jadi pembagiannya, 40 persen untuk kebutuhan hidup, 10 persen untuk kebutuhan baik seperti zakat, memberi orang tua. Lalu, 20 persennya nabung dan investasi,” kata dia.

Sisanya sebesar 20 persen, lanjut Garniasih, harus dialokasikan ke dana cicilan dan dana darurat. Dua jenis dana ini disatukan agar milenial bisa menyisihkan uang untuk dana darurat.

“ Saat ini, kadang milenial merasa aman-aman saja soal keuangan. Punya uang segini di saku. Jadi, harus dibiasakan,” kata dia.

Sisanya, bisa dialokasikan untuk gaya hidup. Sebenarnya, sah-sah saja membelanjakan gaji untuk jajan, jalan-jalan, dan main. Tapi, harus tetap sesuai dengan porsinya.

“ Sering kita itu begini. Makannya Rp15 ribu. Tapi, setelah makan, ah, minum kopi, kemudian minum boba. Pas minum boba, kepikiran mau jalan-jalan ke Bali. Nah, ini yang harus dipisahkan mindset-nya,” kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)

2 dari 6 halaman

Generasi Milenial Ingin Menikah Tapi Khawatir dengan Budget?

Dream - Menikah menjadi momen paling dinanti oleh pasangan kekasih. Agar momen istimewa itu menjadi sempurna, banyak pasangan mempersiapkan kebutuhan pernikahan sampai sedetail mungkin.

Salah satu yang menjadi pertimbangan sebelum melakukan pernikahan adalah biaya. Memnbuat pesta pernikahan memang butuh uang yang tak sedikit. Sehingga ada pasangan yang membagi beban anggaran tersebut.

 

 Generasi Milenial Ingin Menikah Tapi Khawatir dengan Budget?© Dream

 

Namun jangan lupa. Pesta pernikahan bukan segalanya. Kehidupan rumah tangga justru dimulai setelah pesta pernikahan bubar. Keluarga baru perlu banyak biaya untuk menapaki kehidupan bersama.

“ Menikah adalah awal membangun rumah tangga, kehidupan pernikahan justru dimulai setelah pesta,” kata Senior Manager Business Development Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo, dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis 13 Februari 2020.

Dia menyarankan pernikahan tidak dibiayai dari utang. “ Masih banyak tahapan kehidupan yang membutuhkan biaya,” kata Yan.

3 dari 6 halaman

Bagaimana dengan Generasi Milenial?

Namun, pernikahan yang dasarnya murah bisa menjadi mahal karena generasi milenial makin peduli dengan pencitraan dan penampilan. Mereka biasanya menginginkan pernikahan yang modern dan visual.

Sebagai contoh, ada beberapa detail yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya di pesta pernikahan era lama, seperti tambahan photobooth dan layar LCD untuk penayangan live pesta pernikahan.

Estimasi biaya pernikahan juga terus meningkat. Misalnya, resepsi pernikahan di hotel bintang lima kawasan Jakarta, pada 2020, bisa mencapai lebih dari Rp500 juta.

 Bagaimana dengan Generasi Milenial?© Dream

“ Nilai ini belum termasuk jasa fotografer, photobooth, undangan, suvenir, hantaran, dan lainnya,” kata Yan.

Apalagi, media sosial juga sangat lekat dengan kehidupan milenial. Pernikahan yang ditampilkan pada unggahan media sosial ini semakin berkembang sehingga para milenial tidak mau menikah sekadarnya dan dengan cara konservatif.

“ Dengan fakta di atas, bisa kami katakan bahwa biaya pernikahan untuk milenial memerlukan biaya yang besar,” kata dia.

4 dari 6 halaman

Jadi Polemik

Fenomena ini membuat polemik bagi mereka yang belum secara finansial. Ada yang maju untuk menikah dengan berutang, ada juga yang yang menunda pernikahan.

“ Jika mau menyesuaikan kemampuan keuangan dan mengerti akan tujuan pernikahan, tidak perlu menunda karena gengsi. Pernikahan tetap dilangsungkan dengan cara sederhana,” kata Yan.

Akan tetapi, jika jatuh kepada pilihan ke dua, Yan menyarankan milenial memanfaatkan fasilitas pinjaman tanpa bunga atau marjin yang sangat kecil.

“ Ini mengingat pernikahan dibiayai dengan anggaran yang dipersiapkan sebelumnya,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Cara Bisa Sisihkan Uang Buat Menabung Meski Gaji Sebesar UMR

Dream – Punya uang banyak tentu jadi impian semua orang. Hal itu bisa terwujud, selama bisa mengelola keuangan dengan benar. 

Mengelola keuangan dengan baik merupakan tantangan bagi pekerja fresh graduate. Utamanya pada mereka dengan penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR).

Memang sih, besaran pendapatan yang diterima mungkin mepet. Tetapi, bukan berarti kamu tidak bisa menabung. 

Dengan pengelolaan yang baik, gaji bulanan tak hanya habis untuk kebutuhan. Tetapi juga bisa disisihkan untuk tabungan dan investasi.

Perencana keuangan, Prita Hapsari Ghozie, punya beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengatur keuangan. Tips ini cocok buat para pekerja dengan gaji sebesar UMR.

" Nomor satu, sadar diri dengan kemampuan finansial. Jadi peduli amat orang lain bagaimana, kita tahu kita seperti apa," kata Prita, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 19 September 2019.

 

 Cara Bisa Sisihkan Uang Buat Menabung Meski Gaji Sebesar UMR© Dream

 

Prita mengatakan gaji UMR hanya bisa dibagi ke dalam dua jenis pos, yaitu pengeluaran dan dana darurat dengan besaran 75 persen dan 25 persen. Yang 75 persen adalah anggaran pengeluaran bulanan, seperti bayar kos dan uang makan.

“ Itu nggak bisa dipatok-patok kayak makan sekian persen,” kata dia.

Sisanya, 25 persen dialokasikan ke tabungan atau dana darurat.

6 dari 6 halaman

Ambil Lebih Dahulu

Setelah menganggarkan, apa langkah selanjutnya?

Prita menganjurkan porsi 25 persen diambil terlebih dahulu untuk tabungan atau investasi. Lalu, dana itu dimasukkan ke rekening tabungan atau instrumen investasi yang telah dipakai.

“ Sudah gampang banget. Ngapain ribet?” kata dia.

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id