Agar Untung di Bursa Saham, Investor Muda Harus Tahu Strategi Ini

Dinar | Rabu, 23 Januari 2019 15:44
Agar Untung di Bursa Saham, Investor Muda Harus Tahu Strategi Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Investor muda harus punya strategi untuk memaksimalkan portofolionya.

Dream – Tahun 2018 merekam pencapaian yang cukup signifikan bagi kaum muda di dunia pasar modal Indonesia. Para investor muda ini memerlukan strategi untuk memaksimalkan portofolionya agar bisa meraih untung tahun ini.

Apalagi, kini ada beragam kemudahan untuk membeli instrumen investasi yang bisa menjadi faktor aktivitas transaksi investor.

Sekadar informasi, total jumlah investor saham pada 2018 mencapai 851 ribu orang. Awal 2019, gairah investasi kalangan milenial atau investor muda bisa dibilang cukup tinggi.

Data demografi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, generasi muda di rentang usia 18-25 tahun memegang pertumbuhan tertinggi dalam 2 tahun terakhir atau naik 2 kali lipat dibanding akhir tahun 2016.

CEO Jagartha Advisors, FX Iwan, mengatakan, seorang investor perlu memperhatikan beberapa hal seperti pergerakan nilai tukar rupiah, saham, obligasi dan reksa dana yang cukup fluktuatif.

“ Saya rasa ini adalah waktu yang tepat bagi para investor muda untuk melatih kepekaan pada isu-isu domestik dan eksternal, karena dari sini kita bisa melihat faktor penggerak naik turunnya nilai investasi,” kata Iwan di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 23 Januari 2019.

Contohnya, kata dia, kalau dilihat dari kondisi global, peningkatan suku bunga masih bisa berlanjut. Investor disarankan untuk menghindari obligasi jangka panjang.

“ Idealnya, jika memperhatikan kinerja tahun lalu, tahun ini investor bisa membagi porsi portofolionya di saham, obligasi dan peer to peer (P2P) lending. Porsi masing-masing yaitu 60 persen di reksa dana saham atau saham langsung, 30 persen di obligasi ritel, 10 persen pada instrumen P2P lending,” kata Iwan.

2 dari 2 halaman

Ketahui Profil Risiko dan Tujuan Investasi

Iwan juga menyarankan investor juga selalu mengetahui profil risiko dan tujuan investasi. Dua hal ini akan berdampak pada pembagian porsi portofolionya.

Misalnya, investor muda bisa memilih SBR 005 dengan nilai minimum pesanan yang cukup terjangkau.

“ Investor milenial bisa menjadikan opsi ini sebagai pilihan yang strategis bagi profil risiko menengah ke bawah karena nilai kupon yang mengambang dengan kupon minimal,” kata dia.

Instrumen investasi di reksadana saham atau saham langsung cocok bagi profil risiko agresif. Menurut Iwan, pasar saham di tahun 2019 punya potensi naik di atas rata-rata dibandingkan dengan instrumen lainnya, seperti deposito atau obligasi jangka pendek dan panjang.

Selain itu, ada lagi instrumen investasi yang mungkin bisa dieksplorasi oleh investor pemula, yakni masuk ke portofolio P2P lending. Hanya, Iwan mengingatkan agar investor jeli melihat risiko yang relatif lebih besar di bisnis P2P ini.

“ Kuncinya bukan semata pada instrumen apa yang dipilih tetapi proporsi untuk membangun investasi. Saat ini tidak ada patokan khusus dan pasti akan porsi yang ideal, karena semua orang punya tujuan investasi yang berbeda-beda. Perencanaan yang baik bisa dipastikan akan membantu inverstor merealisasikan tujuan-tujuan tersebut,” kata dia.

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id