BI Rate Ditahan, Indeks Syariah Kembali Melaju

Dinar | Selasa, 14 April 2020 16:53

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Saham industri dan infrastruktur jadi buruan.

Dream - Keputusan Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI 7 Days Reverse Repo Rate) di level 4,5 persen disambut positif pelaku pasar saham. Bursa saham yang menanjak sejak kembali melanjutkan penguatannya di penutupan perdagangan hari ini, Selasa, 14 April 2020). 

Sentimen positif juga datang dari laju kurs rupiah terhadap dollar AS yang masih menujukan rally dalam enam hari perdagangan terakhir.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan bergerak naik 2,498 poin (1,82%) ke level 139,917. ISSI sempat bergerak fluktuatif di awal sesi setelah dibuak di level 139,917 saat sesi prapembukaan.

Penguatan indeks ISSI baru berjalan lancar saat sesi perdagangan kedua. Aksi beli investor mendorong indeks ini menembus level tertinggi di sesi penutupannya.

Kenaikan tajam juga berhasil dicetak saham-saham keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini meroket 12,498 poin (2,52%) ke level 508,293. Sementara indeks JII70 meningkat 4,082 poin (2,47%) ke level 169,136.

Aksi beli investor sukses membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun menanjak signifikan 82,597 poin (1,79%) ke level 4.706,491.

BI Rate Ditahan, Indeks Syariah Kembali Melaju
© MEN
2 dari 6 halaman

Saham Industri jadi Primadona

Saham industri dasar berhasil memikat minat investor. Indeks sektor ini terangkat sampai 4,79 persen. Penguatan ini juga disusul indeks sektor infrastruktur yang naik 2,34 persen, manufaktur 2,29 persen, dan pertambangan 2,03 persen.

Indeks properti menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah 0,12 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya menanjak Rp700, CPIN Rp320, ITMG Rp225, dan TGKA Rp225.

Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Rp625, POLL Rp525, PRDA Rp240, BTPS Rp190, dan SILO Rp175.

Dari pasar uang, rupiah belum mendapatkan angin segar dari keputusan Bank Indonesia. Pada 16.23, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat tipis 72 poin (0,46%) ke level Rp15.677 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Transaksi Lesu di Hari PSBB Jakarta, Indeks Syariah Melemah

Dream - Perdagangan bursa saham di hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta yang berlaku sejak 10 April 2020 membuat transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedikit meredup. Belum adanya sentimen positif membuat investor memilih menahan diri terjun ke lantai bursa.

Transaksi perdagangan saham di BEI awal pekan ini, Senin, 13 April 2020 tercatat yang terendah sepanjang bulan ini. BEI hanya diguyur dana investor mencapai Rp5,5 triliun.

Minimnya transaksi jual beli dan tak adanya sentimen positif dari dalam dan luar negeri memaksa indeks saham syariah melemah hampir sepanjang perdagangan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sempat menguat namun hanya bertahan selama 30 menit.  

 

 Transaksi Lesu di Hari PSBB Jakarta, Indeks Syariah Melemah© Dream

 

Indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia ini akhirnya menutup perdagangan dengan melemah 0,445 poin (0,32%) ke level 137,419. Meski sempat dibuka menguat di level 138,045 saat sesi prapembukaan, ISSI justru mencetak level terendahnay 5 menit kemudian di level 136,445.

Aksi beli investor mengangkat ISSI dari level terendahnya itu meski masih banyak bergerak di zona merah hingga sesi penutupan. 

Koreksi juga terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 2,236 poin (0,45%) ke level 495,785. Sementara indeks JII70 tergelincir 0,522 poin (0,31%) ke level 165,054.

Pelemahan juga tak bisa dihindari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 25,185 poin (0,54%) ke level 4.623,894.

4 dari 6 halaman

Sektor Industri K.O, tapi Rupiah Jawara

Sektor industri melempem hari ini. Indeks industri aneka melorot 2,21 persen dan industri dasar 1,21 persen. Pelemahan ini juga diikuti oleh sektor keuangan yang indeksnya melemah 1,17 persen, manufaktur 1,03 persen, dan properti 0,99 persen.

Sebaliknya, indeks infrastruktur terangkat 1,56 persen, pertambangan 0,83 persen, dan perdagangan 0,44 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya melesat Rp425, FISH Rp360, KINO Rp310, JSMR Rp210, dan SILO Rp200.

Harga saham GMTD terkoreksi Rp625, POLL Rp575, STTP Rp400, TCPI Rp310, dan BTPS Rp200.

Dari pasar uang, pada 16.30, dolar AS melemah 245 poin (1,57%) ke level Rp15.605 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Berbalik Melemah, Rupiah Naik Tipis

Dream - Penguatan indeks saham syariah yang terjadi awal pekan kemarin hanya berlangsung sesaat. Kondisi jenuh beli dan kabar cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2020 yang turun membuat investor sementara menahan diri masuk ke lantai bursa.

Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia akhir bulan lalu turun US$9,4 miliar ke US$121,0 miliar dari posisi akhir Februari 2020 sebesar US$130,4 miliar. 

 

 

 Indeks Syariah Berbalik Melemah, Rupiah Naik Tipis© Dream

 

Meski beberapa indeks sektoran menunjukan penguatan, aksi beli selektif investor membuat tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, Selasa, 7 April 2020 bergerak turun.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melorot 0,963 poin (0,68%) ke level 140,985. Di awal sesi perdagangan, ISSI dibuka menguat di level 141,948 saat sesi pra-pembukaan perdagangan. Laju ISSI sempat menanjak hingga level tertinggi di 145,850. 

Namun 30 menit usai pembukaan, tekanan jual semakin mengaut dan menjatuhkan ISSI ke teritori negatif hingga sesi penutupan berakhir.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melemah 5,551 poin (1,07%) ke level 510,978. Sementara indeks JII70 terkoreksi 1,436 poin (0,84%) ke level 170,090.

Kondisi pelaku pasar yang berhenti melantai setelah empat hari terakhir melakukan aksi beli membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beristirahat sejenak. IHSG hari ini ditutup melorot 33,188 poin (0,69%) ke level 4.778,639.

6 dari 6 halaman

Sektor yang Memimpin pun Kini Berganti

Jika kemarin menguat, kini indeks infrastruktur dan barang konsumsi berbalik melemah. Indeks sektor infrastruktur terpangkas 2,04 persen, barang konsumsi 1,86 persen, dan manufaktur 1,20 persen.

Sebaliknya, indeks pertanian terangkat 2,94 persen, pertambangan 0,48 persen, dan industri aneka 0,25 persen.

Saham syariah penghuni top gainer di perdagangan kali ini adalah AALI yang menanjak Rp550, BTPS Rp550, PRDA Rp250, ERAA Rp220, dan SMAR Rp200.

Emiten syariah yang mendekam di top loser adalah GMTD yang harga sahamnya turun Rp1.725, INTP Rp550, ITMG Rp375, POLL Rp225, dan INDF Rp200.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Pada perdagangan pukul Pada 16.02 WIB, mata uang Negeri Paman Sam turun tipis 87 poin (0,53%) ke level Rp16.325.(Sah)

 

Join Dream.co.id