BI Rate Berpeluang Turun, Indeks Syariah Rebound

Dinar | Kamis, 25 Juli 2019 18:48
BI Rate Berpeluang Turun, Indeks Syariah Rebound

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Sektor properti dicari investor.

Dream - Pasar menyambut baik wacana Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga, sehingga indeks pun menggeliat, Kamis 25 Juli 2019.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tumbuh 0,920 poin (0,49%) ke level 187,700. ISSI menguat seharian setelah dibuka di level 186,821 dan berada di posisi puncak di 187,947.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), naik 3,314 poin (0,48%) ke level 694,032. Indeks JII70 menanjak 1,433 poin (0,62%) ke level 231,4646.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 16,378 poin (0,26%) ke level 6.401,365.

Sekadar informasi, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan bank sentral sudah melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga BI.

Ke depannya, Perry tak membuka kemungkinan akan menurunkan suku bunga acuan, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 6 halaman

Investor Gemar Melantai

Wacana penurunan BI rate ini membuat investor getol membeli saham. Penanam modal menanamkan uangnya terutama di sektor properti, industri aneka, dan infrastruktur.

Indeks ketiga sektor ini meroket masing-masing 1,29 persen, 1,27 persen, dan 0,89 persen.

Indeks barang konsumsi melemah 0,44 persen dan pertambangan 0,41 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MKPI yang harga sahamnya naik Rp2.800, GMTD Rp725, INTP Rp575, UNIC Rp340, dan ISAT Rp310.

Sebaliknya, harga saham BRAM terkoreksi Rp1.475, UNVR Rp550, PRDA Rp260, FIRE Rp220, dan POLU Rp170.

Pada 16.11, nilai tukar dolar AS menguat 2 poin (0,01%) ke level Rp13.999 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Indeks Syariah Kompak Melemah, Sektor Infrastruktur Paling Terpukul

Dream - Tekanan jual masih belum menjauh dari pasar modal Indonesia. Minimnya sentimen positif dari dalam dan luar negeri membuat investor memilih menjauh dari lantai bursa saham.

Aksi tahan diri ini memaksa indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berguguran. Koreksi juga dialami tiga indeks syariah yang kompak bergerak melemah.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Rabu 24 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,627 poin (0,33%) ke level 186,780. ISSI lebih banyak menghabiskan sesi perdagangan di teritori negatif. Meski sempat masuk zona hijau, penguatan ISSI tak signifikan.

ISSI sempat dibuka menguat di level 187,593 saat sesi pra-pembukaan. Ketika bel perdagangan pagi berbunyi, ISSI masih bisa bergerak menguat ke level 187,621.

Namun 10 menit usai pembukaan, tekanan jual mulai menghampiri ISSI. Berulang kali bolak-balik di dua zona, ISSI tercatat menembus level tertinggi di 187,769 dan sempat terperosok ke level terendah 186,780

Saham-saham bluechips syariah yang kemarin menjadi buruan kali ini tak bisa berbuat banyak. Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) ikut menghadapi tekanan dan ditutup melemah 4,433 poin (0,64%) ke level 690,718.

Koreksi juga dialami Indeks JII70 yang merosot 0,678 poin (0,29%) ke level 230,013.

Tanpa sentimen positif yang cukup kuat, BEI akhirnya menutup perdagangan di zona hijau dengan posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 18,823 poin (0,29%) ke level 6.384,987.

4 dari 6 halaman

Dolar AS Kembali di Level Rp14 Ribu

Sentimen yang minim membuat invesor ramai-ramai melepas saham di sebagian besar indeks sektoral. Indeks infrastruktur turun paling tajam, yaitu 1,49 persen, disusul oleh barang konsumsi 0,52 persen, dan pertambangan 0,41 persen.

Indeks sektor perdagangan naik 0,54 persen, pertanian 0,52 persen, industri aneka 0,34 persen, dan properti 0,19 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SILO yang harga sahamnya naik Rp325, LPPF Rp310, POLL Rp210, KDSI Rp140, dan MTPS Rp110.

Sebaliknya, harga saham BRAM anjlok Rp1.600 dan MKPI Rp1.000. Penurunan saham juga diikuti oleh GMTD sebesar Rp625, SHID Rp270, dan BYAN Rp250.

Pada 16.10, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Dolar AS kembali naik 107 poin (0,76%) ke level Rp14.072.(Sah)

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Bergerak Melemah Terseret Bursa Regional

Dream - Indeks syariah kompak bergerak melemah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin, 22 Juli 2019. Signal negatif dari regional dan global membuat investor tak berani terjun ke lantai bursa.

Pada penutupan akhir pekan lalu, indeks Dow Jones diketahui ditutup melemah. Sementara sore ini, posisi indeks regional umumnya bergerak melemah. Aksi wait and see pemodal asing juga mendorong investor semakin cemas.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan ini dengan koreksi 0,952 poin (0,50%) ke level 188,058. ISSI sempat dibuka menguat di sesi pagi saat naik ke level 188,975 di sesi pra-pembukaan.

Namun laju penguatan ISSI ini sangat singkat. ISSI hanya bertahan 5 menit di zona hijau dan menghabiskan sisi perdagangan di zona negatif. ISSI cuma bisa menembus level tertinggi di 189,276 dan sempat terseret ke posisi terendahnya di 187,755.

Hal sama dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 6,588 poin (0,94%) ke level 693,273. Sama dengan ISSI, JII juga menghabiskan perdagangan di zona negatif. 

Begitu pula dengan indeks JII70 yang terkoreksi 1,191 poin (0,51%) ke level 230,369.

Tekanan pada saham barang konsumsi membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bisa berbuat banyak di awal pekan ini. IHSG ditutup melemah 22,292 poin (0,36%) ke level 6.433,547.

6 dari 6 halaman

Indeks Barang Konsumsi Terkoreksi

Investor cenderung melepas sahamnya di sektor barang konsumsi yang awal pekan ini turun tajam sebesar 1,09 persen. Disusul sektor perdagangan 0,99 persen, dan pertanian 0,79 persen.

Hanya industri dasar menguat 0,25 persen dan keuangan 0,20 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya naik Rp375, TPIA Rp350, PICO Rp150, dan PAMG Rp130.

Sebaliknya, emiten syariah top losser adalah UNTR yang harganya turun sebesar Rp675, UNVR Rp525, ITMG Rp300, TCPI Rp250, dan CPIN Rp200.

Pada pukul 16.05, nilai tukar rupiah melemah 63 poin (0,45%) ke level Rp13.968 per dolar AS.(Sah)

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id