BI: Bisnis Halal Bukan Cuma Milik Negara Muslim

Dinar | Rabu, 23 Agustus 2017 07:15
BI: Bisnis Halal Bukan Cuma Milik Negara Muslim

Reporter : Arie Dwi Budiawati

BI mengingatkan banyak negara dengan penduduk Muslim minoritas berlomba menggarap pasar halal global.

Dream - Bank Indonesia (BI) mengingatkan pelaku industri mengubah cara pandang terhadap pasar halal. Industri yang tengah menggeliat ini harus dilihat sebagai bisnis, bukan sebagai produk eksklusif untuk negara mayoritas muslim.

" (Industri) harus melihat syariah bukanlah sebagai eksklusif, melainkan sebagai bisnis," ujar Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Anwar Bashori, di Jakarta, Selasa, 22 Agustus 2017.

Anwar mengingatkan banyak negara yang notabene berpenduduk Muslim minoritas mulai menggarap pasar halal. Alhasil, negara yang bersangkutan dapat merasakan hasilnya lebih dulu.

Salah satunya seperti Thailand. Menurut Anwar, jumlah penduduk beragama Islam di Negeri Gajah Putih itu di bawah 10 persen, tetapi ekspor produk halalnya menembus lebih dari 20 persen.

" Saya kaget, Muslim di Thailand 5 persen, tapi ekspor makanan halalnya 25 persen," kata Anwar.

Hal itu belum termasuk Korea Selatan, Jepang, dan Rusia. Anwar mengatakan, negara-negara tersebut tidak mau ketinggalan menikmati gurihnya pasar halal global, bahkan sering menggelar pameran produk halal.

" Itu karena mereka melihat halal sebagai bisnis," kata dia.

Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary_mark
Join Dream.co.id