Terungkap Tingkat Pemahaman Ekonomi Syariah Orang Indonesia

Dinar | Selasa, 31 Maret 2020 19:12
Terungkap Tingkat Pemahaman Ekonomi Syariah Orang Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Indeks literasi ekonomi syariah yang dibuat Bank Indonesia ini menjadi yang pertama bagi Indonesia.

Dream – Bank Indonesia (BI) melaporkan indeks literasi atau kemampuan pemahaman ekonomi syariah masyarakat Indonesia berada di level 16,3 persen dari skala 100 persen. Dengan capaian itu, pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah sudah masuk kategori well literate.

Dikutip dari laman Bank Indonesia, Selasa 31 Maret 2020, angka ini mencerminkan ruang bagi upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi syariah di tanah air.

Indeks Literasi Ekonomi syariah diperoleh melalui pelaksanaan survei literasi ekonomi syariah secara nasional pada tahun 2019 di 13 provinsi yang dianggap mewakili lebih dari 80 persen populasi umat muslim di Indonesia dan melibatkan 3.312 responden.

Survei mencakup aspek pengetahuan prinsip dasar ekonomi syariah, keuangan sosial syariah dan produk atau jasa halal.

Mendapat apresiasi dari Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IDB), indeks ini merupakan yang pertama di Indonesia. BI juga menjamin hasil penelusuran telah dilakukan dengan baik serta ditunjang metodologi yang umum dan diterapkan dalam standardisasi riset global.

2 dari 6 halaman

Tambah Referensi Literasi Ekonomi Syariah

Keberadaan indeks literasi ekonomi syariah akan menambah referensi literasi ekonomi syariah di tingkat nasional dan saling melengkapi dengan indeks literasi syariah yang sudah ada sebelumnya, seperti indeks literasi keuangan syariah yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Upaya mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah perlu dibangun secara komprehensif, baik dari sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand). Dari sisi supply, keberadaan pelaku ekonomi syariah dan lembaga keuangan komersial syariah seperti perbankan, pasar modal, dan takaful terus dikembangkan bersama otoritas terkait.

Dari sisi Islamic Social Fund (ISF), BI dan stakeholders terkait juga telah melakukan berbagai pengembangan di sektor wakaf dan zakat. Di antaranya, inisiatif Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) dan berbagai terobosan lainnya dalam implementasi Waqf & Zakat Core Principles untuk memperkuat social safety nets in Islamic economy.

3 dari 6 halaman

Dorong Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Perkembangan ekonomi syariah yang terdepan, keberadaan sektor produksi berbasis halal yang luas, serta pemahaman masyarakat yang baik, akan berdampak positif terhadap pertumbuhan aktivitas usaha syariah nasional. Ekonomi ini mampu menjaga stabilitas dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.

Sebagai salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat, indeks literasi ekonomi syariah memegang peranan penting sekaligus menjadi salah satu indikator dalam melihat preferensi masyarakat terhadap produk-produk syariah yang ditawarkan di Indonesia.

Ke depan, BI akan terus berkomitmen untuk mendorong peningkatan literasi ekonomi syariah nasional serta mengukur tingkat efektivitas program edukasi ekonomi syariah yang telah dilakukan oleh BI bersama otoritas terkait guna pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

4 dari 6 halaman

Jurus Jawa Timur Kembangkan Ekonomi Syariah

Dream - Jawa Timur tak mau ketinggalan mengembangkan perekonomian syariah. Ada program-program pengembangan produk halal yang mereka lakukan, misalnya pasar dan pusat penyembelihan halal.

“ Saat ini, di Jawa Timur sedang dilakukan uji coba di dua pasar Kota Malang untuk menjadi pasar halal. Ke depannya, nanti kami akan melanjutkan ke Sidoarjo,” kata Khofifah, dikutip dari wapres.go.id, Kamis 28 November 2019.

Mantan Menteri Sosial ini juga memiliki program pelatihan yang diberi nama Juleha alias juru penyembelihan halal. Pelatihan ini dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) dan pasar tradisional.

 

 Jurus Jawa Timur Kembangkan Ekonomi Syariah© Dream

 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga untuk menciptakan produk kesehatan dari rumput halal. Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong produk halal ke ranah medis.

“ Kami mengharapkan sinergi Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga akan menjadi pionir untuk bisa menyiapkan produk halal,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Wapres Bakal Gembira Jika Indonesia Jadi Pemasok Produk Halal Dunia

Dream - Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin, menginginkan Indonesia memanfaatkan potensi pasar halal dunia yang sangat besar. Wapres bahkan mengharapkan perusahaan di Tanah Air bisa menjadi eksportir utama di dunia.

“ Saya akan lebih gembira jika produk-produk halal yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia tersebut diproduksi dan dihasilkan sendiri oleh Indonesia dan kita juga dapat menjadi eksportir produk-produk halal untuk pasar dunia,” kata Ma’ruf dalam “ International Halal & Thayyib Conference 2019” di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, dikutip dari wapres.go.id, Kamis 28 November 2019.

 

 Wapres Bakal Gembira Jika Indonesia Jadi Pemasok Produk Halal Dunia© Dream

Dia juga menginginkan produk halal bisa menjadi menjadi pilihan rasional bagi masyarakat. Dikatakan pilihan rasional memberikan manfaat dan nilai tambah yang tinggi bagi masyarakat.

Ma’ruf berpesan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk produk halal, bisa bersifat universal. Dengan begitu, produk-produk ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat non-Muslim.

“ Saya mengharapkan produk halal bukan hanya untuk masyarakat Muslim, tetapi dapat bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia, tanpa memandang perbedaan yang ada,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Ma'ruf Amin: Industri Halal Jangan Eksploitasi Simbol Islam

Dream - Wakil Presiden, Ma`ruf Amin, meminta pengembangan industri halal dilakukan atas dasar kepentingan umat, bangsa, dan negara. Dia berharap visi pengembangan industri halal dapat menyediakan produk terbaik dan bermanfaat.

" Jangan justru mengeksploitasi menggunakan label halal atau simbol-simbol Islam," kata Ma`ruf, Rabu 27 November 2019.

Dia mencontohkan kasus investasi yang mengaitkan simbol halal, namun ternyata bodong. Seperti agen perjalanan haji dan umroh. Kasus tersebut memberikan dampak buruk bagi industri halal di Indonesia.

" Saya ingin menyampaikan bahwa kasus-kasus tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan industri halal di Indonesia," kata dia.

 Maruf Amin: Industri Halal Jangan Eksploitasi Simbol Islam© Dream

 

Ma'ruf Amin menambahkan, pengembangan produk halal juga harus bersifat universal. Salah satunya visi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

" Saya mengharapkan produk halal bukan hanya untuk masyarakat Muslim, tetapi dapat bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia, tanpa memandang perbedaan yang ada," ucap dia.

Sumber: 

Terkait
Join Dream.co.id