Penasaran Lihat Anggrek, Kini Jadi Pebisnis Beromzet Jutaan

Dinar | Kamis, 7 Juni 2018 11:45
Penasaran Lihat Anggrek, Kini Jadi Pebisnis Beromzet Jutaan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Para penggemar anggrek `sukses` menggelitik hatinya.

Dream – Bagi Indah Trisnawati, budidaya bunga anggrek bukanlah sekadar hobi. Dia malah mampu meraup jutaan rupiah setiap bulan dari hobi tersebut. 

Dengan modal Rp15 juta, Indah memulai usahanya. Semua berawal dari rasa penasarannya.

“ Saya memulai usaha dari hobi bersama suami. Awalnya, kami penasaran mengapa orang menyukai anggrek dan ada yang begitu fanatik,” kata Indah di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dalam keterangan tertulis dari Kementerian Koperasi dan UKM yang diterima Dream, Kamis 7 Juni 2018.

Perempuan kelahiran Sragen, Jawa Tengah ini membeli beberapa anggrek di nursery-nursery (pembibitan). Menurut Indah, merawat anggrek butuh kesabaran ekstra tinggi. Dari ketekunannya, Indah paham setiap anggrek butuh perlakuan berbeda.

" Saat ini saya belum terlalu serius karena juga mengikuti suami yang berpindah-pindah tugas sampai kemudian saya memutuskan saya menetap di Lombok dan suami di Surabaya," kata dia.

Saat berjauhan dengan suami, Indah memutuskan lebih fokus pada budidaya anggrek yang telah dikembangkannya.

" Saya berpikir kenapa saya tidak mulai untuk seriusi usaha saya ini. Toh, sudah banyak yang sudah tahu,” kata pemilik rumah budidaya anggrek, Lombok Orchid.

Ia pun mulai memperluas usahanya. Dari hanya menjual bunga Anggrek Bulan, Dendrobium, Vanda, Catleya, Oncydium, Cymbidium,  dia juga menyediakan keperluan pendukungnya termasuk media tanam seperti arang, pakis, spagnum moss, sprayer, dan pupuk untuk anggrek berkualitas.

Indah pun tidak mau menyimpan ilmunya dalam budidaya anggrek. Dia pun menyediakan pelatihan serta konsultasi tentang cara merawat anggrek agar cantik dan rajin berbunga.

Naik Kelas

Seiring berjalannya waktu, Indah merasa perlu modal tambahan untuk mengembangkan usahanya. Ia mencari informasi agar bisa mengakses pembiayaan ke bank.

Sayangnya, usahanya harus terganjal. Perbankan mensyaratkan kepemilikan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

" Ternyata tidak sulit mengurusnya, hanya tinggal menyiapkan persyaratan tidak sampai berhari-hari kartu IUMK itu jadi. Dari situ, saya langsung sering mendapatkan informasi dari dinas-dinas tentang pelatihan dan pembinaan UMKM," kata Indah.

Ia pun mendapatkan jalan untuk mengakses KUR tanpa kesulitan. Akhirnya Indah mendapatkan perkuatan modal dari KUR sebesar Rp25 juta.

" Dengan uang itu saya belikan bibit dan keperluan tanam, memperluas tempat usaha, jadi usaha saya semakin besar, karyawan juga ditambah," kata mantan penyiar itu.

Indah melengkapi koleksi tanamannya sampai lebih dari 50 jenis anggrek. Bunga anggrek yang harganya cukup mahal bisa disiapkan apabila ada pesanan.

Nama Lombok Orchid semakin diperhitungkan, pasarnya meluas sampai menjadi langganan hotel-hotel dan tempat pertemuan se-NTB.

Indah pun merasakan buah usahanya. Usai mengakses KUR, omzet Indah naik signifikan hingga 40 persen. 

Dia semakin memperluas usahanya dengan menyediakan jasa sewa tanaman indoor dan memperkuat divisi pelatihan. Usahanya kini meraup omzet hingga puluhan juta rupiah tiap bilan lantaran fokus pada manajemen yang ketat.

" Saya kan pernah dapat pelatihan soal manajemen dari Dinas Koperasi dan UKM. Ini berguna sekali," kata dia.

Indah menerapkan ilmu yang didapatkan pada usahanya. Dia juga berinovasi sehingga usahanya berbeda dengan kompetitor.

" Soal harga, misalnya, saya selalu pasang tertulis berapa-berapanya, jadi pembeli begitu masuk ke sini langsung tahu kisaran harganya. Tidak ada main-main harga di sini, semua ada harga patokan," kata Indah.

Kepada karyawan, ia menerapkan standar operasi prosedur (SOP). Dengan begitu, usahanya tetap berjalan rapi dan terkontrol.

Pada 2017, ia mendapatkan informasi program bantuan modal Wirausaha Pemula dari Kementerian Koperasi dan UKM. Tanpa ragu ia turut serta mengajukan diri untuk mengikuti seleksi.

" Saya optimistis karena usaha saya memiliki nilai tambah jadi bukan sekadar menjual anggrek, saya juga melakukan edukasi, membuka pusat pelatihan anggrek untuk siapapun mulai dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa," katanya.

Optimismenya berbuah manis. Indah mendapatkan bantuan modal Wirausaha Pemula sebesar Rp11 juta.

Indah menggunakan dana tersebut untuk memperluas usaha. Nama Indah kini diperhitungkan sebagai salah satu wirausaha muda yang berhasil di Pulau Lombok.

(Beq)

Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri
Join Dream.co.id