Jokowi Bentuk Satgas 'Penagih Utang' BLBI Rp108 T

Dinar | Jumat, 9 April 2021 19:41
Jokowi Bentuk Satgas 'Penagih Utang' BLBI Rp108 T

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Siapa saja mereka yang dilibatkan dalam Satuan Tugas atau Satgas itu?

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keputusan Presiden No. 6 Tahun 2021 tentang Satgas Penanganan Hak Tagih Negara dana BLBI. Diketahui ada utang yang ditagih senilai Rp108 triliun.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Moh. Mahfud MD., Keppres ini berisi pembentukan satgas yang menangani penagihan hak negara terhadap dana BLBI.

Isinya ada lima menteri, ditambah dengan Jaksa Agung dan Kapolri yang ditugasi mengarahkan Satgas untuk melakukan penagihan dan pemrosesan semua jaminan,

“ Agar semua menjadi aset negara,” cuit Mahfud di akun Twitternya, @mohmahfudmd, Jumat 9 April 2021.

Mahfud juga angkat bicara tentang penghentian kasus dugaan korupsi tentang BLBI dengan tersangka Sjamsul Nursalim dan Itjih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penghentian kasus ini merupakan konsekuensi dari vonis lepas Mahkamah Agung terhadap mantan kepala BPPN, Syafruddin Arsyad Temenggung dalam kasus BLBI.

“ Rilis SP3 oleh KPK untuk Samsul Nursalim dan Itjih dalam kasus BLBI (Konpres KPK tanggal 1 April 2021) memancing riuh. SP3 itu adalah konsekuensi dari vonis MA bahwa kasus itu bukan pidana,” cuit Mahfud.

2 dari 4 halaman

MA Kabulkan Kasasi, Terdakwa Kasus BLBI Syafruddin Arsyad Bebas

Dream - Mahkamah Agung (MA) menyatakan terdakwa kasus korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung bebas dari segala tuntutan hukum. Keputusan itu dimuat dalam amar putusan kasasi yang Syafruddin ajukan ke MA.

Kabiro Humas MA, Abdullah mengatakan, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu bersalah atas perbuatannya. Tetapi, majelis hakim menilai, tindakan Syafruddin bukan ranah pidana.

" Menyatakan SAT terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya, akan tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana. Melepaskan terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum," kata Abdullah, Selasa, 9 Juli 2019.

 

 MA Kabulkan Kasasi, Terdakwa Kasus BLBI Syafruddin Arsyad Bebas
© Dream

 

Atas putusan itu, hakim meminta jaksa mengeluarkan Syafruddin dari tahanan dan mengambalikan segala barang bukti kepadanya. Jaksa juga diminta memulihkan hak dan martabat Syafruddin.

Dilaporkan Liputan6.com, Syafruddin merupakan terdakwa korupsi penerbitan SKL BLBI kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim.

Penerbitan itu membuat negara dianggap rugi Rp4,58 triliun.

Akibat kerugian itu, jaksa menuntut Syafruddin 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar atau subsider 6 bulan kurungan. Hakim menjatuhkan vonis penjara 13 tahun, dan denda Rp700 juta atau subsider tiga bulan kurungan.

3 dari 4 halaman

Kekayaan Sjamsul Nursalim, Orang Terkaya RI Tersangka Korupsi BLBI

Dream – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau pengusaha Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim untuk menyerahkan diri. Lembaga anti rasuah ini telah menetapkan Sjamsul dan Itjhi sebagai tersangka kasus korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia untuk Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI).

" Setelah melakukan proses penyelidikan dan ditemukan bukti permulaan yang cukup KPK menetapkan SJN (Sjamsul) dan ITN (Itjih) sebagai tersangka," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 11 Juni 2019.

Nama Sjamsul di dunia bisnis memang pernah mentereng. Bahkan pria ini masih tercatat sebagai salah satu orang terkaya Indonesia 2018 versi Forbes. Dalam daftar itu, dia menduduki peringkat ke-36.

Dikutip dari Forbes, 2018, Sjamsul tercatat memiliki harta senilai US$180 juta (Rp2,57 triliun). Sebagai seorang anak penjual karet, dia memupuk kekayaannya dari bisnis properti, batubara, dan sektor ritel.

Dia memiliki saham di Mitra Adiperkasa. Ritel ini mengoperasikan Zaram TopShop, Steve Madden, dan merek-merek lainnya di Indonesia.

Perusahaan ban miliknya, Gajah Tunggal, menguasai 30 persen pasar ban di Afrika, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.

Sjamsul juga memiliki saham di perusahaan properti yang terdaftar di Singapura, Tuan Sing Holdings yang mengembangkan beberapa jenis properti.

4 dari 4 halaman

Perkaya Diri hingga Rp4 Triliun

Bicara kasus yang menjerat Sjamsul dan Itjih, keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Tumenggung. Syafruddin sudah divonis 15 tahun dalam kasus ini.

" Terkait dengan pihak yang diperkaya, pada pertimbangan Putusan Pengadilan Tipikor No. 39/Pid.Sus/Tpk/2018/PN.Jkt.Pst disebutkan secara tegas bahwa tindakan terdakwa Syafruddin telah memperkaya Sjamsul Nursalim sebesar Rp4,58 triliun," kata Saut.

Dia memastikan, penetapan tersangka terhadap pasangan suami istri ini sudah sesuai dengan proses hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 44 UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Sjamsul dan Itjih sendiri sudah beberapa kali dipanggil oleh tim lembaga antirasuah, namun sejauh ini keduanya tidak kooperatif. Yakni pada 8 dan 9 Oktober 2018, 22 Oktober 2018, dan 28 Desember 2018.

" KPK sudah memberikan ruang terbuka yang cukup pada Sjamsul dan isterinya untuk memberikan keterangan, Informasi, bantahan atau bukti lain secara adil dan proporsional. Akan tetapi, hal tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak Sjamsul dan isteri," kata dia.

Atas perbuatannya, Sjamsul dan Itjih disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie)

Terkait
Join Dream.co.id