Begini Ternyata Trik Seorang Ibu Atur Keuangan Keluarga

Dinar | Sabtu, 21 Desember 2019 15:01
Begini Ternyata Trik Seorang Ibu Atur Keuangan Keluarga

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ada beberapa pos yang perlu dialokasikan dengan sejumlah dana.

Dream - Besok masyarakat Indonesia akan berusaha membahagiakan ibu yang sudah membesarkan, merawat dan mendidik buah hatinya. Yup, Hari Ibu yang biasa dirayakan setiap tanggal 22 Desember akan jatuh esok.

Ketika berbicara tentang sosok ibu, tak ada habisnya kasih sayang yang diberikannya kepada keluarga. Perannya tak bisa dipandang enteng. 

Salah satu kelebihan seorang ibu adalah kemampuan mereka dalam mengelola keuangan keluarga. Entah bagaimana caranya, seorang ibu bisa menyisihkan uang meski pengeluaran keluarga sedang besar-besarnya.

Mengutip keterangan tertulis Sequislife, keterampilan mengelola keuangan rumah tangga menjadi kunci finansial.

“ Kebiasaan mengatur keuangan sebaiknya dibiasakan sejak masih single agar saat berumah tangga menjadi terbiasa mengelola pendapatan keluarga,” kata Regional Head of Agency Development Sequis, Fourrita Indah, di Jakarta.

Fourrita menyarakan ibu rumah tangga sebaiknya segera mengalokasikan pembagian sesuai prioritas dengan membaginya dalam persentase. Yaitu, sisihkan 20 persen dari pendapatan untuk membayar utang produktif, seperti cicilan rumah dan apartemen, 15 persen untuk utang konsumtif dan cicilan kendaraan.

“ Selanjutnya, minimal 10 persen dialokasikan untuk tabungan dan investasi,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Ditabung Jika Ada Uang Lebih

Fourrita menyarakan, jika ada kelebihan, ada baiknya ditaruh di sektor tabungan atau investasi.

Kemudian, lanjut Fourrita, persentase yang terbesar adalah 45 persen untuk kebutuhan masa kini, seperti biaya rumah tangga, biaya belanja, listrik, keamanan, dan gaji pembantu rumah tangga. Sektor ini juga bisa digunakan untuk biaya sekolah anak dan biaya lainnya yang wajib dibayar per bulan.

“ Selanjutnya, minimal 10 persen alokasikan untuk premi asurasi,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Pengantin Baru, Ini Tips Kelola Keuangan Anti Ribet

Dream - Mengatur keuangan dengan baik menjadi hal yang penting bagi pasangan yang hendak menikah dan yang mulai berkeluarga. Mengatur keuangan dengan bijak bisa membuat keluarga baru menentukan cara efektif dan efisien dalam mengoptimalkan dana yang ada.

Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 25 Oktober 2019, Co-Founder ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie, berbagi sejumlah tips bagi para calon pengantin dalam mengatur keuangan. Diharapkan tips tersebut dapat menghindari terjadinya pembengkakan biaya dalam rumah tangga.

 

 Pengantin Baru, Ini Tips Kelola Keuangan Anti Ribet © Dream

 

Pertama, harus ada sikap terbuka terhadap kondisi finansial dari masing-masing orang. Hal ini sebaiknya sudah dimulai sejak merencanakan pernikahan. Dengan demikian, pasangan bisa menentukan bujet untuk acara penikahan atau kehidupan setelah menikah.

" Mau sewa (rumah), apakah mau numpang. Mau numpang pun mau numpang sama orang tua yang mana. Itu bisa menjadi sebuah perdebatan," kata Prita.

4 dari 6 halaman

Sepakati Metode Pengelolaan Uang

Prita melanjutkan, pasangan juga harus menyepakati metode pengelolaan uang. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan pengaturan keuangan yang baik juga sehat.

Jangan lupa juga bahwa setiap rumah tangga memiliki metode pengaturan keuangan yang berbeda-beda.

" Tentukan siapa yang akan menjadi manajer keuangan dalam rumah tangga. Kan mungkin kalau tadi dua-duanya kerja, manage masing-masing, setelah jadi satu rumah tangga ini pilihannya siapa," kata dia.

Prita menekankan harus ada rincian sumber penghasilan dari mana saja. Misalnya, setelah menikah, sang suami meminta istri untuk tidak bekerja. " Yang kayak begitu harus dijalin komunikasi," kata dia.

5 dari 6 halaman

Rumuskan Tujuan Keuangan

Tiap pasangan harus sama-sama merumuskan rencana serta tujuan keuangan pengelolaan keuangan. Hal yang perlu diperhatikan oleh tiap pasangan adalah menentukan porsi-porsi prioritas dalam mengalokasikan anggaran rumah tangga.

Merancang bersama keuangan keluarga sangat penting mulai dari tahap merencanakan pernikahan hingga kehidupan setelah menikah. Sebab besar biaya yang digunakan untuk satu tahap akan berpengaruh pada tahap selanjutnya.

" Prioritas utamanya kan biasanya seperti beli rumah, sekolah anak. Dan juga dana pensiun. Kan nanti bakal tua juga. Itu anggaran yang harus ditentukan tiap bulan bersama pasangan," kata dia.

6 dari 6 halaman

Jujur

Terkait tips-tips tersebut, dia menekankan, setiap pasangan diharapkan dapat bersikap jujur satu sama lain. Jika tidak akan berbahaya bagi kesehatan keuangan keluarga.

" Mau spending tapi takut ketahuan. Nah itu nggak sadar duit itu keluar nggak sadar, mula-mula Rp100 ribu per bulan, lama-lama Rp1 juta. Itu bisa kehilangan banyak. Jadi harus jujur sama pasangan," kata dia.

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id