Jiwasraya Mau Jual Mal Citos Buat Bayar Utang Nasabah

Dinar | Senin, 9 Maret 2020 15:36
Jiwasraya Mau Jual Mal Citos Buat Bayar Utang Nasabah

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pusat perbelanjaan ini dinilai aset yang bagus.

Dream - Kementerian BUMN berencana menjual salah satu aset milik PT Asuransi Jiwasraya untuk menutup utang kepada nasabah. Aset tersebut berupa Mal Cilandak Town Square (Citos) di kawasan selatan, Jakarta.

Mengutip laman Merdeka.com, Senin 9 Maret 2020, Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan, nilai aset tersebut ditaksir mencapai Rp2 triliun-Rp3 triliun.

Selain Citos, Kementerian BUMN juga menimbang untuk mengalihkan sejumlah perkantoran yang tak beroperasi.

" Kantor-kantor, Citos juga dijual mungkin ke swasta kali ya atau ke pihak mana karena Citos ini aset yang cukup bagus," kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta.

Meskipun harga mal tersebut bernilai cukup mahal, Jiwasraya masih membutuhkan tambahan dana lain untuk menutupi seluruh kewajiban terhadap nasabah perusahaan asuransi milik negara tertua di Indonesia itu. Sebab, utang yang dimiliki cukup besar.

" (Aset bagus) tapi emang bisa nutup dana nasabah sekarang? Kan kepentingannya nasabah. Kita butuh duit sekarang," kata dia.

2 dari 6 halaman

3 Opsi Penyelamatan Jiwasraya

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, ada tiga opsi penyelamatan Jiwasraya. Pertama atau Opsi A adalah Bail In yakni dukungan dana dari pemilik saham Jiwasraya. Langkah ini dipertimbangkan karena dapat dilakukan pembayaran penuh maupun sebagian.

Tapi diakui Erick, langkah tersebut mengandung risiko gugatan hukum jika dilakukan pembayaran sebagian.

Kedua atau Opsi B berupa Bail Out yakni dukungan dana pemerintah. Opsi ini tidak dapat dilakukan karena belum ada peraturan terkait yang dikeluarkan OJK maupun KSSK.

Ketiga atau Opsi C, berupa likuidasi atau pembubaran perusahaan. Langkah ini harus dilakukan melalui OJK. Namun, memiliki dampak sosial dan politik yang cukup signifikan.

" Opsinya kita melakukan business to business solusi tetapi tentu ada juga kebutuhan PMN (Penanaman Modal Negara). Jadi bukan dibalik loh, bukan PMN. Tapi masih diskusi," kata dia.

Namun Erick belum menyebutkan nilai PNM yang akan dikucurkan pemerintah. " Belum bisa, tergantung mau dipercepat atau dimundurkan sesuai dengan restrukturisasi kan kalau pembayaran 4 tahun berbeda dengan 8 tahun," kata dia.

3 dari 6 halaman

Wow, Pemerintah Bakal Suntik Jiwasraya Rp15 Triliun?

Dream - Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Arya Sinulingga, menampik kabar adanya skema penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp15 triliun untuk membayar polis nasabah Jiwasraya. Dia memastikan, belum ada keputusan terkait Jiwasraya.

" Bailout itu tidak ada lah. Kan masih diomongin di DPR, jadi belumlah. Tenang saja, kan tiga kali masa sidang kalau untuk Panja. Ini baru dua kali," terang Arya Sinulingga usai rapat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 25 Februari 2020.

 

 Wow, Pemerintah Bakal Suntik Jiwasraya Rp15 Triliun?© Dream

 

Hari ini, Panitia Kerja Jiwasraya komisi VI DPR menggelar rapat tertutup bersama Wakil Menteri (Wamen) BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, dan jajaran direksi PT Asuransi Jiwasraya. Rapat kali ini merupakan tindak lanjut penanganan masalah gagal bayar polis Jiwasraya.

Salah satu isu yang mencuat terkait penanganan masalah Jiwasraya adalah PMN sebesar Rp15 triliun untuk membayar polis nasabah dan menyelamatkan perseroan tersebut.

Menurut Arya, Panitia Kerja belum memutuskan prioritas untuk nasabah. " Keputusannya bersama-sama, bukan satu pihak, tapi bersama-sama antara pemerintah dan DPR," ujar Arya.

4 dari 6 halaman

Tiga Opsi

Sebelumnya tersebar kabar bahwa terdapat tiga skema besar penyelamatan Jiwasraya:

Opsi A: Bail In, dukungan dari pemilik saham Jiwasraya.

Pertimbangannya, dapat dilakukan pembayaran penuh maupun sebagian. Namun ada risiko hukum (gugatan) jika dibayar sebagian.

Opsi B: Bail Out, dukungan dana dari pemerintah.

Pertimbangannya, opsi bail out dapat dilakukan kepada Jiwasraya karena belum ada peraturan terkait baik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun KSSK.

Opsi C: Likuidasi, pembubaran perusahaan.

Pertimbangannya, harus dilakukan melalui OJK. Namun opsi ini memiliki dampak sosial dan politik yang signifikan.

Sumber: Liputan6.com

5 dari 6 halaman

Dahlan Iskan Curiga Pernah Tertipu Direksi Jiwasraya Saat jadi Menteri BUMN

Dream – Kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) turut membuka kenangan Dahlan Iskan saat menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Meski tak ingat pasti kondisi saat itu, Dahlan khawatir dirinya turut tertipu dari aksi korporasi yang dilakukan direksi Jiwasraya.

Kecurigaan itu muncul karena personil yang menjabat di Jiwasraya saat ini masih sama. 

Pengakuan Dahlan itu disampaikan dalam blog pribadinya, disway.id, berjudul Neo Baru yang dikutip Dream, Senin 30 Desember 2019. Dahlan bercerita jika dia baru-baru ini menghubungi teman lamanya tentang Jiwasraya.

Dari penjelasan teman yang tak disebutkan namanya itu, Dahlan mengatakan jika rekannya itu menyebut infografis yang beredar di media sosial itu salah total.

 

 Dahlan Iskan Curiga Pernah Tertipu Direksi Jiwasraya Saat jadi Menteri BUMN© Dream

 

Kepada sang teman, Dahlan bertanya apakah dirinya pernah menyetujui suntikan modal kepada perusahaan asuransi ini pada 2012.

" Waktu itu memang ada usulan dari staf. Agar Jiwasraya disuntik modal. Tapi Pak Menterinya menolak usulan itu," kata temannya, ditirukan Dahlan.

Eks dirut PLN ini mengatakan tak yakin jika pernah meminta Jiwasraya mendapatkan Penanaman Modal Negara (PMN). Dia hanya mengizinkan PMN disuntikkan kepada industri strategis di bawah Kementerian Pertahanan.

“ Tapi saya juga ragu jangan-jangan saya benar menyetujuinya. Saya sudah banyak lupa. Sejak tidak jadi menteri lagi saya ingin cepat move on ke dunia lama --meski kenyataannya saya justru move in,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Jangan-jangan Tertipu

Dahlan juga mencurigai jika di telah tertipu oleh direksi perusahaan asuransi ini. Dikatakan bahwa personelnya masih sama.

“ Muncul juga perasaan bersalah. Jangan-jangan saya dulu juga tertipu oleh direksi Jiwasraya. Kan personalnya masih yang sama,” kata dia.

Dahlan mencoba menghubungi dirut yang lama yang pernah dipuji pada 2012. Direksi yang dihubungi tersebut mengatakan jika perusahaan pernah mencari jalan keluar yang brilian selain injeksi modal.

“ Ternyata ditemukan jalan lain. Alhamdulillah. Jiwasraya keluar dari kesulitan. Sampai-sampai saya menyebutnya " Jiwasraya telah merdeka" . Merdeka dari beban triliunan. Kebetulan saat itu menjelang 17 Agustus. Kata " merdeka" lagi menggema di mana-mana. Tapi yang benar-benar merasakan arti merdeka adalah Jiwasraya,” kata dia.

Dahlan juga ragu kala itu tertipu oleh angka-angka yang dipaparkan direksi perusahaan ini. Dia pun siap dengan segala jawabannya. Dahlan juga ingin tahu apakah praktik beli saham perusahaan kuning telah ada. Ataukah baru dilakukan sekarang.

“ Saya begitu ingin tahu jawabannya. Saya siap menerima kabar buruk bahwa saya pun tertipu,” kata dia.

Sang teman mengatakan ada tiga orang yang bermain-main di pasar modal. Sang teman ini mengatakan baru tahu belakngan. “ Ia menyebut nama tiga orang itu. Semuanya di luar direksi Jiwasraya. Semuanya jagoan goreng-goreng saham di pasar modal,” kata Dahlan.

Join Dream.co.id