Kaji Pembatalan Pesanan Pesawat Boeing, Rusdi Kirana: Saya Dikhianati

Dinar | Kamis, 6 Desember 2018 14:45
Kaji Pembatalan Pesanan Pesawat Boeing, Rusdi Kirana: Saya Dikhianati

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pihaknya sakit hati kepada produsen pesawat ini.

Dream – Sinyal pembatalan sisa pesanan pesawat Boeing senilai US$22 miliar (Rp320,6 triliun) dari PT Lion Mentari Airlins (Lion Group) semakin kuat. Cofounder Lion Group, Rusdi Kirana, membenarkan maskapai ini sedang mengkaji pembatalan pesanan pesawat yang pernah menjadi rekor itu.

Rusdi menyebut sakit hati kepada Boeing karena merasa menyalahkan Lion Air atas kecelakaan penerbangan pesawat PK-LQP.

“ Saya dikhianati. Saya sedang menyiapkan dokumen untuk mengusulkan pembatalan. Semuanya masih dalam pertimbangan sekarang,” kata dia kepada Bloomberg, dikutip dari Bloomberg, Kamis 6 Desember 2018.

Sekadar informasi, Lion Air merupakan pembeli terbesar ketiga untuk Boeing 737 Max 8, setelah Southwest Airlines dan Flydubai. Maskapai ini dijadwalkan untuk mendapatkan 7 pesawat jet tahun 2019, 24 pada 2020, dan 35 pada 2021. Hal ini dikatakan oleh Kepala Penilaian Flight Ascend Consultancy, George Dimitroff.

Ketegangan Lion Air dengan Boeing terjadi setelah kecelakaan pesawat PK-LQP terjadi pada akhir Oktober 2018. Kecelakaan ini menewaskan 189 orang di dalamnya. Setelah kecelakaan ini, saham Boeing anjlok 4,7 persen.

2 dari 3 halaman
Komentar
Beri Komentar
Ketua DPR: Pak Jokowi Lebih Bagus
Join Dream.co.id
Penampilan Marion Jola di MAMA 2018 Pukau Member Wanna One