Astrapay Resmi Hadir, Cek Fitur Unggulan Pembayaran Digital Grup Astra Ini

Dinar | Rabu, 15 September 2021 19:35

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Platform digital payment ini siap memenuhi kebutuhan masyarakat akan pembayaran digital.

Dream – Industri teknologi keuangan kembali kedatangan pendatang baru yang bakal membuat persaingan semakin keras. Grup Asra, salah satu perusahaan raksasa di Tanah Air resmi memperkenalkan  aplikasi pembayaran digital, Astrapay. 

Lewat anak usahanya, PT Astra Digital Arta, aplikasi pembayaran digital AstraPay diklaim memberikan value proposition yang khas, yang berbeda dengan pemain pembayaran digital lainnya.

Lahir dari Grup Astra yang sangat dekat dengan kebutuhan transportasi dan mobilitas serta dengan reputasi customer service yang baik, AstraPay akan mempunyai kekuatan di sektor dan ekosistem tersebut.

“ Sesuai dengan tujuan awal, AstraPay adalah aplikasi pembayaran digital milik Grup Astra yang memberikan kemudahan bagi pengguna dalam pembayaran digital,” kata CEO AstraPay, Melisa Musa Rusli, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 15 September 2021.

 Platform pembayaran digital, AstraPay.© Astra

Melisa mengharapkan platform Astrapay akan turut berkontribusi sebagai technology enabler dari produk-produk digital yang dikembangkan di Grup Astra.

Sejumlah fitur yang ditawarkan oleh platform pembayaran digital itu, seperti direct payment untuk pembayaran angsuran dari layanan Grup Astra. Saat ini, AstraPay telah bekerja sama dengan FIFGroup, Toyota Astra Finance, Astra Credit Companies, hingga Maucash.

Selain itu, platform ini juga bisa digunakan untuk membayar moda transportasi umum seperti MRT dan TransJakarta, serta membayar tagihan, seperti PDAM, TV, PLN, BPJS, hingga membeli pulsa dan paket data.

Astrapay Resmi Hadir, Cek Fitur Unggulan Pembayaran Digital Grup Astra Ini
Astra Belum Lama Ini Merilis Platform Pembayaran Digital, AstraPay. (foto: Ilustrasi/Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Pastikan Keamanan Data Pengguna

Platform Astrapay telah mengantongi lisensi sebagai uang elektronik dari Bank Indonesia, sesuai dengan Surat Keputusan No. 22/59/DKSP/Srt/B dan Surat Keputusan Transfer Dana No. 22/273/DKSP/100.

Dari sisi keamanan akses akun, AstraPay juga telah dilengkapi dengan mekanisme single device authentication. Sistem tersebut hanya memungkinkan pengguna untuk login di akun satu device sehingga membuat pengguna aman bertransaksi.

Platform itu juga memiliki fitur pembayaran QRIS. Melalui fitur ini, pengguna bisa membayar servis kendaraan di Toyota Sales Operation, Shop&Drive, Isuzu Sales Operation, Daihatsu Sales Operation, dan AHASS.

“ AstraPay berkomitmen mendukung transaksi pembayaran digital di dalam ekosistem Astra maupun luar ekosistem agar transaksi digital berjalan seamless, aman, dan terintegrasi. Komitmen ini sebagai bentuk dukungan Astra terhadap program Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang dijalankan Bank Indonesia,” kata Director-In-Charge Astra Financial, Transportation, and Logistic, Suparno Djasmin.

3 dari 5 halaman

Astra Tambah Investasi Rp1 Triliun untuk Gojek

Dream – PT Astra Internasional Tbk dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia) membangun perusahaan patungan (joint venture/JV).

Astra juga menambah investasi sebesar US$100 juta (Rp1,41 triliun). Dengan penambahan modal ini, dana yang disuntikkan Astra kepada Gojek menjadi US$250 juta (Rp3,53 triliun).

Presiden Direktur Astra, Prijono Sugiarto, mengatakan, perusahaan JV duibentuk untuk mengembangkan bisnis ride hailing untuk mobil. Prijono mengharapkan kerja sama ini bisa membantu ketersediaan layanan transportasi online untuk masyarakat.

 

 Astra Tambah Investasi Rp1 Triliun untuk Gojek© Dream

 

“ Kami berharap kerjasama ini dapat membantu masyarakat luas masuk ke sektor ekonomi formal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata dia di Jakarta, dikutip dari laman Astra, Senin 4 Maret 2019.

Sekadar informasi, Indonesia termasuk negara yang ekonomi digitalnya tumbuh paling pesat di Asia Tenggara. Dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 49 persen pada periode tahun 2015-2018, sektor ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai US$100 miliar (Rp1.143,49 triliun) pada tahun 2025 dari US$27 miliar (Rp381,64 triliun) pada tahun 2018.

4 dari 5 halaman

Diharapkan Maksimalkan Potensi Indonesia

Kemitraan strategis yang terjalin antara Astra dan GOJEK diharapkan dapat memaksimalkan potensi Indonesia untuk terus menjadi pelopor ekonomi digital yang terdepan di kawasan Asia Tenggara.

CEO Gojek, Nadiem Makarim, mengatakan, potensi ekonomi digital di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, harus dimaksimalkan oleh para pelaku bisnis dengan menggabungkan kekuatan di masing-masing industri.

“ Gabungan kekuatan Astra di bidang otomotif dan GOJEK di bidang teknologi melalui kerja sama ini diharapkan akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk memiliki sumber penghasilan, sehingga mampu untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Sediakan Ribuan Armada

Nantinya perusahaan patungan itu akan menyediakan ribuan unit armada. Sistem pengelolaan operasional kendaraan ini didukung oleh Astra Fleet Management System (Astra FMS) dan teknologi ride hailing pada Gojek, terutama Go-Car.

Perusahaan ini akan memberikan kesempatan kepada mitra untuk memberikan layanan transportasi online pintu ke pintu dengan kualitas prima kepada pelanggan sekaligus meraih pendapatan yang layak melalui layanan Go-Car.

Join Dream.co.id