Sri Mulyani Lobi IsDB Kucurkan Rp3,89 T Buat Bantu Indonesia Atasi Covid-19

Dinar | Senin, 27 April 2020 19:33

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kucuran dana merupakan pembicaraan virtual dengan presiden IsDB.

Dream – Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IsDB) berkomitmen memberikan dana darurat bagi Indonesia dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Dana bantuan tersebut cair berkat obi yang dilancarkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Dikutip dari akun Instagram Menkeu @smindrawati Senin 27 April 2020, bantuan yang diberikan IsDB dilaporkan mencapai US$250 juta atau sekitar Rp3,89 triliun.

" Dana darurat Covid-19 dari IsDB dalam proses negosiasi berkisar antara US$200 juta-US$250 juta," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, hal tersebut menjadi salah satu hasil pembicaraan virtual dengan Presiden IsDB, Bandar Hajjar, mengenai langkah pemerintah dalam bidang kesehatan, bantuan sosial, maupun insentif dunia usaha.

Dalam kesempatan itu ia memastikan Islamic Development Bank akan memberikan dukungan bersama dengan lembaga multilateral lain seperti Bank Dunia dan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) untuk mengatasi COVID-19

" IsDB meluncurkan program 3 R (Respons, Restore, Restart)," kata dia.

Sri Mulyani Lobi IsDB Kucurkan Rp3,89 T Buat Bantu Indonesia Atasi Covid-19
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
2 dari 5 halaman

Efisiensi

Sebelumnya pemerintah memastikan akan mengandalkan pinjaman dari lembaga multilateral untuk mendukung pembiayaan berbagai program stimulus.

Namun pembiayaan dari lembaga multilateral ini bukan merupakan langkah mendesak yang akan dimanfaatkan untuk penanganan Corona.

Langkah yang paling utama dilakukan pemerintah adalah melakukan sejumlah realokasi atau refocusing belanja APBN yang tidak mendesak seperti perjalanan dinas atau pertemuan rapat.

Selain itu pemerintah juga akan mengandalkan pembiayaan penerbitan surat utang seperti pandemic bonds untuk mendukung pelebaran defisit anggaran. 

(Sah)

3 dari 5 halaman

Menkeu Sri Mulyani Petik Semangat Kartini Buat Atasi Wabah Corona, Apa Itu?

Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengajak perempuan untuk meneladani semangat juang RA Kartini. Salah satu pelajaran yang diajarkan Kartini juga bisa diterapkan para perempuan di saat wabah Covid-19 melanda Indonesia saat ini.

Dikutip dari akun Instagram @smindrawati, Selasa 21 April 2020, Sri Mulyani mengatakan seabad yang lalu, Kartini terhalang oleh adat istiadat. Namun, itu tak menjadi penghalang baginya untuk berjuang dan mempedulikan nasib perempuan dan anak-anak agar bisa maju.

 

 Menkeu Sri Mulyani Petik Semangat Kartini Buat Atasi Wabah Corona, Apa Itu?© Dream

 

“ Seperti Kartini, keperempuanannya, pingitannya, dan berbagai halangan adat, sosial kultural tidak menjadi alasan untuk memajukan kaumnya, dan menjadi pahlawan bangsa dan pahlawan kemanusiaan,” tulis dia.

Kata Sri Mulyani, saat pandemi corona, perempuan bisa melakukan hal-hal yang terbaik bagi keluarga dan bangsanya. Seperti yang dilakukan oleh tenaga medis yang berjuang melawan virus corona.

“ Mereka yang bekerja siang malam menghadapi ancaman Covid19. Di garis depan para tenaga medik dokter, perawat, pekerja rumah sakit-memiliki tugas mulia menyelamatkan jiwa manusia dengan risiko jiwa raga mereka sendiri,” tulis Sri Mulyani.

4 dari 5 halaman

Warisan Kartini Tak Pernah Musnah

Mantan pejabat Bank Dunia ini menyebut penghargaan dan ucapan terima kasih tak sebanding dengan jasa besar yang diberikan para tenaga medis dalam menyelamatkan nyawa manusia dari cengkeraman corona.

“ Pandemi Covid19 memberi kesempatan kepada kita semua untuk mampu menunjukkan kualitas kemanusiaan kita,” kata dia.

Sri Mulyani mengatakan warisan Kartini dalam bentuk kepedulian dan kemanusiaan tak akan pernah musnah. Apalagi dengan warisan pemikirannya yang maju.

“ Sang Pencipta menghendaki agar umat manusia selalu mampu dan mau berbuat kebaikan bagi sesama manusia dan bagi alam semesta. Sudahkah kita? #selamathariKartini #pahlawankemanusiaan,” tulis Sri Mulyani. 

5 dari 5 halaman

      View this post on Instagram

Satu abad lalu Kartini sebagai perempuan, dipingit di rumah karena adat istiadat. Dinding rumah tidak menjadi penghalang bagi Kartini untuk memperjuangkan dan peduli akan nasib perempuan dan anak-anak untuk maju. Hari ini kita harus tinggal di rumah karena Covid19. Kita dapat mencontoh semangat Kartini - meski di rumah, you can always do good think for your family, your community and your country. Never try to find any excuses to do good things for others. Mereka yang bekerja siang malam menghadapi ancaman Covid19. Di garis depan para tenaga medik dokter, perawat, pekerja rumah sakit - memiliki tugas mulia menyelamatkan jiwa manusia dengan resiko jiwa raga mereka sendiri. Ucapan Terimakasih dan penghargaan tidak akan mampu menebus jasa besar mereka yang telah membaktikan dirinya untuk menolong dan menyelamatkan nasib sesama manusia. Pandemi Covid19 memberi kesempatan kepada kita semua untuk mampu menunjukkan kualitas kemanusiaan kita. Seperti Kartini, keperempuanannya, pingitannya, dan berbagai halangan adat, sosial kultural tidak menjadi alasan untuk memajukan kaumnya, dan menjadi pahlawan bangsa dan pahlawan kemanusiaan. Satu abad lebih, warisan Kartini dalam bentuk kepedulian dan perikemanusiaan yang adil dan beradab tidak pernah musnah. Pemikirannya yang maju jauh melampaui waktu saat itu, abadi dan lekat dengan kita semua dari jaman ke jaman. Sang Pencipta menghendaki agar umat manusia selalu mampu dan mau berbuat kebaikan bagi sesama manusia dan bagi alam semesta. Sudahkah kita? #selamathariKartini #pahlawankemanusiaan

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on 

Join Dream.co.id