Bantu Pemerintah, Perusahaan Logistik Bagikan Tabung Oksigen Gratis

Dinar | Rabu, 28 Juli 2021 06:12

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Perusahaan logistik bantu pemerintah dengan menyalurkan tabung oksigen gratis.

Dream - Uluran tangan dari berbagai kalangan untuk membantu menanggulangi pandemi Covid-19 terus mengalir. Tak hanya membagikan masker, kini semakin banyak pihak-pihak yang membantu menyediakan tabung oksigen secara gratis kepada pasien Covid-19.

Sebuah Perusahaan ekspedisi logistik impor, Wilopo Cargo, turut membantu pemerintah dengan menyalurkan tabung oksigen secara gratis kepada masyarakat di wilayah Jakarta dan terkonfimasi positif COvid-19.

" Saat ini yang menjadi prioritas adalah tabung oksigen," kata CEO dan Founder Wilopo Cargo Gusmavin Wilopo, dalam keterangan tertulis, Selasa 27 Juli 2021.

Selain tabung oksigen kesehatan, perusahaan juga menyumbangkan vitamin dan masker untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di masa pandemi ini.

Bantu Pemerintah, Perusahaan Logistik Bagikan Tabung Oksigen Gratis
© MEN
2 dari 6 halaman

Syarat Mendapat Tabung Gratis

Elis, salah satu penerima tabung oksigen gratis mengaku sempat kesulitan mencari tabung oksigen. Padahal dia dan sembilan anggota keluarga lainnya terkonfirmasi Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri.

" Kami sangat butuh oksigen untuk nenek karena ada kondisi asma dan tabung oksigen cukup langka. Kalaupun ada, harganya luar biasa," ujar Elis.

Kesulitan mendapat tabung oksigen juga dialami keluarga Midi. Semenjak terkonfirmasi positif Covid-19, ia mengalami penurunan saturasi oksigen hingga ke angka 50. Keterbatasan tempat tidur di rumah sakit dan tabung oksigen membuat Midi harus melakukan isolasi mandiri.

" Sekarang sudah ada stok oksigen di rumah. Kami berharap bisa cepat sehat dan beraktivitas kembali normal," kata Midi.

Menurutnya, pemberian tabung oksigen gratis bagi orang kurang mampu seperti dirinya sangat membantu.

Adapun syarat penerima tabung oksigen gratis antara lain lansia atau anak-anak, bukti surat PCR terkonfirmasi positif, berada di zona merah, dan bukti saturasi oksigen di bawah 95 persen.

3 dari 6 halaman

Waspada Peredaran Tabung Oksigen Palsu, Astaga Diisi Udara Kompressor Tambal Ban

Dream - Beberapa tabung oksigen palsu beredar di Kabupaten Tulungangung, Jawa Timur. Kejadian ini ditemukan oleh para peternak dan pedagang ikan hias yang biasa menggunakan udara segar untuk mengirim paket ikan hidup ke luar daerah.

" Kami menyadari oksigen yang kami dapat (beli) palsu setelah ikan dalam kantong plastik yang telah diisi udara dari tabung oksigen itu mati, hanya selang beberapa menit setelah pengisian," tutur Alipin (35), anggota kelompok peternak Sol Koi di Tulungagung, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 21 Juli 2021.

Menurut keterangan Alipin, pada saat kejadian ada dua kantong plastik berisi ikan koi yang diisi oksigen. Beberapa ikan koi yang ada di satu kantong plastik mati dalam tempo kurang dari 15 menit, setelah sempat terlihat megap-megap kehabisan udara segar oksigen.

Sementara satu kantong lagi masih bisa diselamatkan. Setelahnya, Alipin dan kawan-kawan menyadari ada yang beres pada dua kantong plastik berisi ikan koi yang mereka kemas.

" Kami kemudian menguji tabung hitam yang kami curigai berisi oksigen palsu dengan oksigen asli," lanjut Alipin.

 

 

4 dari 6 halaman

Perbedaan Tabung Oksigen Asli dan Palsu

Untuk melakukan pengecekkan, Alipin dan kawan-kawan memasukan udara dari dua tabung oksigen ke dalam plastik. Kantong yang berisi oksigen asli langsung terbakar saat disulut api. Sementara yang berisi oksigen palsu tidak terbakar.

" Kalau dibakar kelihatan jelas sekali," ungkapnya.

Perbedaan berikutnya ialah suhu tabung. Oksigen palsu dalam tabung terasa lebih hangat dibanding oksigen asli. Kemudian, saat dihirup oksigen asli terasa lebih segar sedangkan oksigen palsu seperti udara biasa.

Ia menduga, tabung hitam berisi oksigen palsu diisi dengan udara biasa dari mesin kompresor tambal ban.

 

5 dari 6 halaman

Harga Oksigen Meroket

Alipin mengaku mendapat oksigen dari temannya pada Senin, 19 Juli 2021. Satu tabung oksigen itu ia beli dengan harga cukup tinggi.

" Kalau biasanya Rp25 ribu, saya dapatnya sekitar Rp100 ribu," ujarnya.

Awalnya, ada tiga tabung oksigen. Alipin membeli satu tabung, smentara dua tabung lain rencananya akan digunakan untuk orang sakit.

Setelah mengetahui bahwa oksigen dalam tabung tersebut palsu, Alipin kemudian memberitahu temannya supaya dua tabung oksigen tidak digunakan untuk orang sakit.

6 dari 6 halaman

Kelangkaan Oksigen

Diduga peredaran oksigen palsu terjadi akibat kelangkaan oksigen seiring persebaran virus corona varian delta.

Peternak dan pedagang koi yang sangat bergantung pada ketersediaan oksigen untuk mengirim ikan hidup ke luar daerah, bahkan luar pulau, kesulitan mendapat bahan baku udara segar itu lantaran tingginya kebutuhan oksigen untuk kepentingan medis.

Imbasnya, banyak peternak dan pedagang ikan koi, juga jenis ikan hias lain yang tidak bisa mengirim paket ikan hidup ke luar daerah.Keuntungan mereka pun otomatis menurun drastis, hingga sekitar 40-50 persen.

Untuk jenis ikan koi, pedagang biasanya mengirim dengan tujuan kota-kota besar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bali, dan sebagian Kalimantan.

Sumber: Liputan6.com

 

Terkait
Join Dream.co.id