Tak Mau Dapat Gaji di Bawah Standar? Baca Ini

Dinar | Senin, 5 Februari 2018 07:12
Tak Mau Dapat Gaji di Bawah Standar? Baca Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Cocok untuk strategi negosiasi gaji ketika wawancara berlangsung.

Dream – Saat menjalani wawancara kerja, salah satu pertanyaan yang pasti muncul adalah besaran gaji yang diharapkan. Tentu, kamu akan diminta menyebutkan berapa angka gaji yang diinginkan.

Biasanya, sebagian pelamar segera menyodorkan angka yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan. Sayangnya, tidak jarang perusahaan memberikan jawaban yang tak sesuai harapanmu.

Bisa jadi, perusahaan menolak angka yang kamu tawarkan. Mereka punya angka yang ternyata lebih kecil dari keinginanmu, bahkan di bawah batas upah wajar.

Supaya tidak mendapat gaji di bawah penawaran, ada empat hal yang harus diketahui saat menegosiasikan gaji. Jangan ragu untuk menyodorkan lebih besar daripada yang ditawarkan.

Yang pertama harus diingat adalah kamu “ berharga”, punya nilai pasar. Tidak masalah jika belum berpengalaman. “ Nilai” ini bisa dilihat dari latar belakang pendidikan, tempat tinggal, dan keterampilan.

Kedua, ketika ditanya besaran gaji yang diterima sebelumnya, jangan ragu menyebutkan angka yang lebih tinggi. Misalnya, di perusahaan lama kamu digaji Rp4 juta per bulan untuk posisi reporter dan tidak naik-naik selama 2 tahun.

Sementara itu, perusahaan membayar reporter baru sebesar Rp5 juta per bulan. Lalu, kamu bisa mengatakan ini kepada pewawancara, “ Saya mencari perusahaan yang menghargai karyawan existing seperti karyawan baru,” kata dia. 

Ketiga, lakukan negosiasi ketika mendapat jawaban tidak dari perusahaan. 'Drama' negosiasi tidak akan muncul sebelum pewawancara mengatakan “ tidak”. Ini berarti negosiasi mentok.

Ketika kata tersebut terucap, inilah kesempatanmu menyampaikan pertanyaan 'kunci' yang bisa 'mengundang' pewawancara untuk berdiskusi masalah gaji.

“ Saya sangat senang dengan penawaran ini. Uang bukanlah segalanya. Saya juga tertarik dengan jenjang karier di sini. Tapi, bisakah Anda berbagi alasan mengapa perusahaan tak mau membayar sesuai dengan harga pasar untuk posisi ini?”

Yang keempat, kamu tidak akan mendapatkan apa yang ditawarkan, tetapi yang dinegosiasikan. Ibarat rumah, Sahabat Dream tidak bisa menjual dengan harga 100 persen dari harga beli 10 tahun lalu.

Rumah hanya bisa terjual jika harganya masuk akal dan sesuai dengan kesepakatan. Ini sama dengan gaji.

Sebaiknya kamu meriset dulu 'nilai' untuk mengisi posisi ini. Jangan lupa, pelajari apa yang menjadi kebutuhan perusahaan. (ism) 

Terkait
Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida
Join Dream.co.id