#AyoHijrah dalam Mengatur Keuangan Sesuai Ajaran Islam

Dinar | Kamis, 31 Januari 2019 16:25
#AyoHijrah dalam Mengatur Keuangan Sesuai Ajaran Islam

Reporter : Dwi Ratih

seiring dengan perubahan zaman, kini ada banyak profesi yang bisa dijalani oleh umat asalkan halal dan sesuai dengan ajaran Islam.

Dream - Sebagai seorang muslim, dianjurkan untuk menjalankan berbagai aspek kehidupan sesuai dengan ajaran Islam. Begitu juga dalam hal mengatur keuangan, agar kehidupan yang diperoleh penuh berkah. Berikut ini ada cara mengatur keuangan yang sesuai ajaran Islam.

Sisihkan Penghasilan untuk Modal

Islam menganjurkan umatnya untuk berdagang dalam mencari nafkah. Namun, seiring dengan perubahan zaman, kini ada banyak profesi yang bisa dijalani oleh umat asalkan halal dan sesuai dengan ajaran Islam.

Tidak hanya mencari nafkah, sangat disarankan untuk menyisihkan pendapatan yang diperoleh sebagai modal kembali bagi pedagang.

Sedangkan bagi umat yang tak berprofesi sebagai pedagang, dalam hal ini modal dapat diartikan sebagai simpanan masa depan untuk berbagai urusan. Misalnya bagi pengembangan diri atau hal-hal lain yang memiliki kaitan erat dengan investasi serta produktivitas.

Jadi, alangkah baiknya apabila mulai dibiasakan untuk menghindari kebiasaan menghabiskan uang untuk kebutuhan konsumtif semata. Sisihkan juga beberapa persen untuk modal usaha dan investasi masa depan.

Pentingnya Bersedekah

Bersedekah sama dengan mensucikan harta. Islam menganjurkan untuk menyisihkan 2,5% dari penghasilan yang diterima untuk disedekahkan bagi orang yang membutuhkan. Kamu bisa menyumbangkan sebagian uang kepada keluarga yang membutuhkan, badan penyalur sedekah hingga anak yatim piatu yang ada di sekitarmu.

Hindari Berhutang

Dalam HR. At Tirmidzi No. 1079, Ibnu Majah No. 2413, yang dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Tahqiq Musnad Ahmad No. 10607, disebutkan jika “Jiwa seorang mukmin tergantung karena hutangnya, sampai hutang itu dilunaskannya.”

Dalam himpitan ekonomi, terkadang hutang bisa menjadi penyelamat. Sayangnya, dalam Islam tidak dianjurkan untuk berhutang jika tidak benar-benar membutuhkannya.

Jadi, jika kamu masih bisa berusaha untuk membayar sesuatu, hindarilah berhutang. Jika terpaksa harus melakukannya, wajib banget hukumnya untuk melunasi sesegera mungkin.

Menabung Sesuai Ajaran Islam

“Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.” (H.R Bukhari)

Kamu pasti sering mendengar hadist riwayat di atas. Lalu, apakah sudah diterapkan dalam mengatur keuangan sehari-hari? Menabung sangat dianjurkan sebagai modal kebaikan masa depan.

Sayangnya, ada banyak halangan yang sering kali muncul sehingga menunda untuk menabung. Nah, agar lebih disiplin menabung, kamu bisa mulai dengan membuka Tabungan iB Hijrah Rencana.

Bank Muamalat

Tabungan iB Hijrah Rencana merupakan jenis tabungan bulanan dengan setoran tetap dan mengikat. Kamu bisa makin tenang saat ingin mewujudkan rencana hasil kerja keras lewat jalan syariah.

Mulai dari melanjutkan pendidikan, ibadah haji/umrah, wisata hingga persiapan pensiun. Jenis tabungan ini juga melindungi, karena mendapatkan perlindungan asuransi jiwa syariah secara gratis dengan biaya premi yang ditanggung oleh bank sepenuhnya.

Bagi kamu para millennial atau first jobber, nggak perlu ragu untuk mulai menabung. Tabungan iB Hijrah Rencana ini ringan banget, karena setoran bulanan rekening mulai dari Rp100 ribu dan gratis administrasi bulanan.

Jangka waktu menabung juga fleksibel sesuai keinginan, yakni tiga bulan hingga 20 tahun. Dikelola secara syariah, membuat siapa saja merasa nyaman dan tenang secara batin.

Bank Muamalat

Foto: Instagram/bank.muamalat

Selain bisa menabung dengan istiqomah, ada banyak hadiah menarik yang bisa didapatkan. Kini menabung jadi lebih terencana dengan Tabungan iB Hijrah Rencana. #AyoHijrah dalam mengatur keuangan sesuai dengan ajaran islam, agar hidup makin penuh berkah. Info lengkap klik di sini.

Join Dream.co.id