Awas! Sri Mulyani Akan Buru Crazy Rich yang Suka Pamer Harta di Media Sosial

Dinar | Senin, 14 Maret 2022 07:47

Reporter : Alfi Salima Puteri

Nantinya, orang-orang tersebut akan langsung didatangi petugas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

Dream - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akan mengejar penarikan pajak terhadap kalangan super tajir atau crazy rich.

Ia mengaku menaruh perhatian terhadap orang-orang yang gemar memamerkan kekayaannya di media sosial.

Nantinya, orang-orang tersebut akan langsung didatangi petugas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

“ Kami senang kalau di medsos ada yang pamer mengenai account number, 'account saya yang paling gede'. Begitu ada yang pamer 'saya punya beberapa miliar', salah satu petugas pajak kami bilang 'ya nanti kita datangilah'," ujarnya dalam Sosisalisasi UU HPP, Kamis, 10 Maret 2022.

Awas! Sri Mulyani Akan Buru Crazy Rich yang Suka Pamer Harta di Media Sosial
Foto: Tangkapan Layar Akun Instagram @smindrawati
2 dari 4 halaman

Pengecekan oleh Ditjen Pajak ini merupakan salah satu upaya menjaga kepercayaan masyarakat bahwa negara melakukan pemungutan pajak yang adil. Pajak yang dipungut pun digunakan untuk pembangunan nasional.

“ Masyarakat kita akan percaya kepada pemerintah kalau dia tahu diperlakukan adil dan uang pajaknya kembali lagi, bukannya dikantongi atau ditaruh di belakang kantor saya, (tapi uang pajak) digunakan untuk bangun sekolah, bangun jalan raya, bangun irigasi," jelasnya.

Sri Mulyani mengamati banyak masyarakat Indonesia yang suka memamerkan kekayaan di media sosial, mulai dari saldo rekening, pemberian hadiah mewah, hingga menerima fasilitas perusahaan yang mewah.

3 dari 4 halaman

Ia mengatakan, fenomena itu mendorong petugas pajak untuk memastikan mereka telah membayar kewajibannya.

Sri Mulyani juga menambahkan, saat ini Ditjen Pajak bisa masuk ke semua lembaga keuangan maupun non-keuangan untuk mendapatkan informasi mengenai wajib pajak.

Selain itu, Indonesia juga masuk dalam sistem pertukaran data perpajakan atau Automatic Exchange of Information (AEoI) antarnegara.

Oleh sebab itu, Sri Mulyani memastikan, data perpajakan yang dimiliki Ditjen Pajak menjadi semakin lengkap, baik itu mengenai data harta wajib pajak yang berada di dalam negeri maupun wajib pajak yang berada di luar negeri.

4 dari 4 halaman

" Jadi yang enggak pamer (harta) saja bisa diketahui, apalagi yang pamer," tuturnya.

Terkait
Join Dream.co.id