ARTOTEL Group Ekspansi Bisnis Usai Raih Pendanaan Baru dari Indies dan Benson Capital

Dinar | Jumat, 15 Oktober 2021 22:37

Reporter : Arie Dwi Budiawati

ARTOTEL Group juga akan menggunakan pendanaan yang baru diperoleh untuk infrastruktur bisnis inti perusahaan, digitaliasi, serta keberlanjutan perusahaan.

Dream - ARTOTEL Group, perusahaan operator hotel di Indonesia, menerima pendanaan pendanaan Seri B dari Indies Capital Partners dan Benson Capital. Dengan nilai investasi yang masih dirahasiakan, pendanaan ini akan digunakan perusahaan untuk memperluas jaringan hotel melalui merger dan akuisisi.

Pendiri sekaligus CEO ARTOTEL Group, Erastus Radjimin, mengatakan pendanaan tersebut juga akan dialokasikan untuk berinvestasi pada infrastruktur bisnis inti perusahaan, digitaliasi, serta keberlanjutan perusahaan.

" Di saat sektor perhotelan tengah krisis, ARTOTEL Group tetap ekspansif berinvestasi untuk pertumbuhan masa depan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 15 Oktober 2021.

Diketahui ARTOTEL mengusung empat bisnis yakni Perhotelan (Stay), Makanan dan Minuman (Dine), Branding, Konten Kreatif & Manajemen Acara (Play), dan Artsy Merchandising (Shop). Berdiri sejak 2013, ARTOTEL Group telah berkembang menjadi salah satu operator hotel terkemuka di Indonesia.

 

ARTOTEL Group Ekspansi Bisnis Usai Raih Pendanaan Baru dari Indies dan Benson Capital
(Foto: Instagram @artotelsanur)
2 dari 3 halaman

Rencana Penggunaan Dana Pendanaan Baru

Dengan diraihnya pendanaan baru tersebut, ARTOTEL Group menargetkan perluasan properti baru di kota tingkat satu dan dua Indonesia serta daerah tujuan wisata baru. Untuk mewujudkannya, perusahaan akan mencari mitra strategis dengan operator hotel lokal dan melakukan merger serta akuisisi properti hotel kualitas tinggi.

Saat ini ARTOTEL Group tengah mempersiapkan 29 properti di seluruh Indonesia. Targetnya perusahaan akan memiliki lebih dari 50 properti di 2030.

Selain perhotelan, Erastus melanjutkan, ARTOTEL Group juga berinvestasi pada bidang teknologi untuk menerapkan digitalisasi pada operasional hotel. Strategi ini dibuat untuk meningkatkan pelayanan dan pengalaman menginap pelanggan sebagai bentuk komitmen peningkatan standar industri perhotelan.

Erastus menjelaskan aspek digitalisasi pada operasional hotel akan menjadi fokus perusahaan. Dengan penerapan teknologi diharapkan proses pemesanan kamar, pelayanan, komunikasi, sistem penyelenggaraan event dan pemesanan F&B bisa dijalankan secara online.

ARTOTEL Group diketahui telah mengakuisisi waralaba Hotel Kyriad yang merupakan salah satu merek dari Louvre Hotel Group asal Prancis. Dengan 1.300 kamar tambahan dari akuisisi tersebut, perusahaan telah mengelola total sebanyak 3.000 kamar.

Sementara pendanaan baru yang dialokasikan untuk konsolidasi organisasi diharapkan bisa menciptakan perencanaan bisnis yang lebih efektif dan efisien. Tujuannya ialah menggenjot margin bisnis dan kepuasan pelanggan.

"Dengan dukungan dari investor, ARTOTEL Group akan mendapatkan momentum pertumbuhan berkat keahlian para investor dalam ekspansi bisnis, digitalisasi, dan komitmen program keberlanjutan," tambahnya.

      View this post on Instagram      

A post shared by ARTOTEL Group (@artotelgroup)

 

3 dari 3 halaman

Momentum Pertumbuhan

Sementara itu Managing Partner Indies Capital Partners, Pandu Sjahrir memastikan ARTOTEL Group telah berhasil bertahan di tengah badai pandemi yang membuat penurunan tingkat keterisian hotel. Perusahaan selama masa penuh tantangan ini mampu melewatinya dengan penawaran ragam pelayanan seperti layanan konten sponsor, F&B dan penyelenggaraan acara secara online, serta mengambil langkah-langkah penyederhanaan operasional hotel.

Dengan beragam strategi itu ATOTEL Group mengaku dapat mempertahankan tingkat hunian properti di atas rata rata industri perhotelan Indonesia.

Ke depan, ARTOTEL Group akan berusaha mewujudkan ambisi memperkuat infrastruktur perusahaan berbasis teknologi. Perusahaan juga bakal dan menerapkan strategi bisnis yang mengacu pada prinsip pembangunan berkelanjutan.

" Kami yakin ARTOTEL Group akan mampu mendapatkan momentum pertumbuhan yang signifikan saat pandemi berakhir," kata Pandu

Senior Vice President Indies Capital Partners, Avina Sugiarto mengaku optimistis industri pariwisata akan terus berkembang di era usai pandemi. Keyakinan itu tak lepas dari pertumbuhan kelas menengah dan daya tarik pariwisata Idnonesia di mata dunia.

Avina menilai ARTOTEL Group telah mengembangkan model unik industri perhotelan Indonesia dengan menyatukan aspek budaya lokal Indonesia dan praktik terbaik perhotelan secara global.

" Kami siap bekerjasama dan menjadi mitra terpercaya ARTOTEL Group dalam mendorong ekspansi perusahaan dan digitalisasi operasional hotel guna memastikan pertumbuhan jangka panjang dari ARTOTEL Group untuk menjadi pemimpin di sektor perhotelan Indonesia," ujarnya.

Co-founder Benson Capital, Ben Soebiakto menambahkan perpaduan antara pelayanan, kreativitas, relaksasi dan gaya hidup, ARTOTEL Group telah menciptakan pengalaman menginap berkualitas tinggi.

" Kami akan bekerja sama dengan ARTOTEL Group untuk berkolaborasi melalui media dan berbagai platform gaya hidup dari perusahaan kami, untuk memberikan dukungan yang kuat terhadap penawaran unik dari ARTOTEL Group yang terinspirasi oleh seni," tegasnya.

Sebelumnya, ARTOTEL Group juga telah sukses mendapatkan pendaaan seri A dari Intudo Ventures.

© Dream
Terkait
Join Dream.co.id