Ari Askhara Cs Didepak dari Kursi Komisaris Anak dan Cucu Usaha Garuda

Dinar | Jumat, 13 Desember 2019 11:24
Ari Askhara Cs Didepak dari Kursi Komisaris Anak dan Cucu Usaha Garuda

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ari Askhara tenyata menjadi komisaris di 6 anak dan cucu usaha Garuda Indonesia

Dream - Jajaran komisaris PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) kembali mengeluarkan surat pemberhentian I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) di berbagai posisi di “ anak dan cucu” Garuda.

Instruksi ini tercantum dalam Surat Dewan Komisaris Garuda Indonesia Nomor Garuda/DEKOM-102/2019 yang ditujukan kepada direksi pada 9 Desember 2019.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga ketika dikonfirmasi, membenarkan hal itu. " Iya benar (Surat Dewan komisaris)," kata Arya kepada Liputan6.com, dikutip pada Jumat 13 Desember 2019.

Arya mengatakan pencopotan Ari Askhara di komisaris berbagai anak dan cucu usaha Garuda Indonesia tersebut sebagai konsekuensi kasus penyelundupan Harley Davidson oleh dirinya.

" Sudah pasti (Karena kasus penyelundupan Harley)," kata dia.

Dalam surat tersebut, dinyatakan Ari Askhara sebelumnya menjabat d enam perusahaan. Semuanya sebagai Komisaris Utama.

Tak hanya Ari Askhara, sejumlah direksi lainnya juga menjabat sebagai komisaris di beberapa anak dan cucu usaha Garuda Indonesia.

2 dari 6 halaman

Siapa Saja?

Berikut daftar posisi komisaris beberapa direksi Garuda Indonesia yang diberhentikan Dewan Komisaris:

1. Ari Askhara (eks Direktur Utama)

Komisaris Utama PT GMF AeroAsia (anak)

Komisaris Utama PT Citilink Indonesia (anak)

Komisaris Utama PT Aerofood Indonesia (cucu)

Komisaris Utama PT Garuda Energi Logistik & Komersil (cucu)

Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Air Charter (cucu)

Komisaris Utama PT Garuda Tauberes Indonesia (cucu)

2. Bambang Adisurya Angkasa (eks Direktur Operasi)

Komisaris PT Gapura Angkasa (anak)

Komisaris Utama PT Sabre Travel Network Indonesia (anak)

Komisaris PT Aero Globe Indonesia (cucu)

Komisaris PT Aerotrans Service Indonesia (cucu)

3. Mohammad Iqbal (eks Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha)

Komisaris Utama PT Gapura Angkasa (anak)

Komisaris PT Aerojasa Perkasa (cucu)

Komisaris Aerojasa Cargo (cucu)

Komisaris PT Citra Lintas Angkasa (cicit)

Komisaris Garuda Tauberes Indonesia (cucu)

4. Iwan Joeniarto (eks Direktur Teknik dan Layanan)

Komisaris Utama PT Aerosystem Indonesia (anak)

Komisaris PT Aero Wisata (anak)

Komisaris PT Aerofood Indonesia (cucu)

Komisaris PT Garuda Energi Logistik & Komersil (cucu)

Komisaris Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (cucu)

Komisaris PT Garuda Indonesia Terapan Cakrawala Indonesia (cucu)

5. Heri Akhyar (eks Direktur Human Capital)

Komisaris PT Aerofood Indonesia (cucu)

Komisaris Utama PT Aeroglobe Indonesia (cucu)

Komisaris Utama GIH Indonesia (cucu)

Komisaris PT GOH Korea (cucu)

Commissioner of Strategic Function PT GOH Jepang (cucu)

Komisaris PT Garuda Indonesia Air Charter (cucu)

Komisaris PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (cucu)

Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Terapan Cakrawala Indonesia (cucu)


(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)

3 dari 6 halaman

Respons Jokowi Soal Dugaan Eksploitasi Pramugari Garuda Indonesia

Dream - Presiden Joko Widodo rupanya sudah mendengar kabar soal isu eksploitasi para pramugari di maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia Tbk. Isu itu santer beredar di laman Twitter oleh akun @digeeembok.

Ditemui di sela peninjauan proyek LRT Jabodebek, Kamis, 12 Desember 2019, Jokowi menegaskan kasus eksploitasi pramugari yang diduga terjadi di Garuda Indonesia bukan lagi ranah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Jokowi, kasus dugaan eksploitasi pramugari sudah menjadi ranah polisi.

" Itu bukan urusannya BUMN lagi. Udah, seperti itu urusannya polisi," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Terkait dugaan eksploitasi pegawai Garuda Indonesia, Jokowi tak mau memberikan komentar lebih jauh. Dia kembali menegaskan masalah pelecehan seksual bukan lagi urusan BUMN.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir, menyatakan bakal menindak tegas pejabat perusahaan pelat merah yang terbukti melakukan pelecehan seksual kepada bawahan. Tidak terkecuali di maskapai pelat merah, Garuda Indonesia.

Erick juga menyiapkan sanksi tegas berupa pemecatan jika ada pejabat BUMN melakukan pelecehan seksual. Secara tegas, Erick menyatakan kaum wanita di seluruh BUMN harus mendapat jaminan keamanan dari tindak pelecehan seksual.

" Kita ke depan, saya rasa nanti awal tahun, kita juga akan memastikan (pencegahan) seksual harrasment kepada pegawai perempuan di BUMN itu, harus benar-benar kita tingkatkan," kata Erick.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

4 dari 6 halaman

Isu Skandal Seksual Pramugari Garuda, Erick Thohir Ancam Pecat Pelaku

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, bereaksi atas isu pelecehan seksual yang diduga dialami para karyawan di lingkungan perusahaan pelat merah. Termasuk pula para pramugari Garuda Indonesia, Erick memastikan akan ada perlindungan kepada mereka.

" Kita ke depan, saya rasa nanti awal tahun, kita akan memastikan (pencegahan) sexual harrasment kepada pegawai perempuan di BUMN itu, harus benar-benar kita tingkatkan," ujar Erick, dikutip dari Liputan6.com.

Erick mengakui lingkungan kerja BUMN memang didominasi kaum pria. Dia menilai sudah seharusnya kaum wanita mendapat perlindungan.

" Sudah seyogyanya kaum wanita ini harus mendapatkan proteksi yang jelas, apalagi dari pimpinan-pimpinan yang tidak baik lah," kata dia.

Selanjutnya, Erick berencana mempelajari kemungkinan penjatuhan sanksi tegas berupa pemecatan kepada para pelaku pelecehan seksual. Dia menyadari belum ada payung hukum yang kuat untuk mencegah terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual di Indonesia.

" Kalau di Amerika itu nanti saya pelajari, bisa diberhentikan. Apalagi kalau ada pegawai wanita yang jelas-jelas sudah ada sexual harrasment itu," kata dia.

 

5 dari 6 halaman

Serahkan ke Polisi

Terkait soal dugaan adanya pejabat Garuda Indonesia yang menjadi " germo" , Erick menyatakan itu bukan merupakan kewenangan dari kementerian yang dipimpinnya. Dia menyerahkan kasus itu ditangani kepolisian.

" Gini lah, kalau amoral seperti itu kan pasti nanti prosesnya nanti bukan di saya, tapi itu mungkin hukum yang lain, yaitu mungkin di kepolisian," kata Erick.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami sejumlah pramugari Garuda Indonesia viral di media sosial setelah muncul cuitan dari akun @digeeembok.

Dalam salah satu cuitannya, akun itu menyebut salah satu pejabat maskapai pelat merah itu punya sampingan sebagai " germo" .

Cuitan itu menyebut satu nama yaitu Roni Eka Mirsa. Diketahui, Roni menjabat sebagai Vice President Cabin Crew Garuda Indonesia.

Tidak terima atas cuitan itu, Roni melaporkan pemilik akun ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, polisi masih memproses laporan tersebut.

Sumber: Liputan6.com/Lisza Egeham

6 dari 6 halaman

Cuit 'Borok' Petinggi Garuda, Akun @digeeembok Dipolisikan

Dream - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. diterpa konflik internal menyusul beredarnya kabar miring seputar perilaku buruk sejumlah pejabat di dalamnya. Kabar tersebut disebarkan lewat akun Twitter @digeeembok, yang diduga memiliki kaitan dengan internal maskapai pelat merah tersebut.

Bereaksi atas kabar miring itu, Vice President Cabin Crew Garuda Indonesia, Roni Eka Mirsa, melaporkan akun @digeeembok ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Laporan tersebut dilayangkan pada 6 Desember 2019.

" Benar, sudah dilaporkan oleh yang bersangkutan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra, dikutip dari Merdeka.com.

Menurut Asep, laporan tersebut sudah dalam penanganan. Polisi akan meminta keterangan pemilik akun @digeeembok.

" Saat ini sudah dalam upaya-upaya penyelidikan untuk memastikan tindak pidana yang dilakukan oleh akun tersebut," kata dia.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Alexander Yurikho, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan Roni sebagai tindak lanjut laporan yang dilayangkan.

" Betul, sudah kami mintai klarifikasi," ujar Alex.

Alex mengatakan pemeriksaan terhadap Roni berlangsung pada Senin, 9 Desember 2019. " Dalam ranah penyidikan dulu, kami periksa dulu dari sisi pelapornya," kata dia.

Hingga saat ini, pemeriksaan masih berjalan. Tidak menutup kemungkinan polisi akan memanggil sejumlah saksi.

" Laporan kan tentang pencemaran nama baik," kata Alex.

4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian
Join Dream.co.id