Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun, Alhamdulillah

Dinar | Kamis, 20 Juni 2019 17:24
Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun, Alhamdulillah

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Harganya turun hingga 16 persen.

Dream – Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) kembali mengambil kebijakan baru untuk mengatasi tingginya tarif pesawat. Setelah menurunkan tarif batas atas (TBA), pemerintah akan menurunkan tarif tiket untuk maskapai penerbangan bertarif rendah atau low cost carrier (LCC) khusus domestik.

Dikutip dari Merdeka.com, Kamis 20 Juni 2019, Menteri Kooorinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan penurunan harga tiket LCC ini nantinya hanya berlaku untuk jadwal penerbangan tertentu.

Tak semua rute penerbangan LCC akan diberlakukan ketentuan penurunan tarif tiket pesawat.

“ Dari diskusi tadi, sebetulnya sudah semakin mendekati batas yang bisa dicapai karena di satu pihak pemerintah ingin merespons harapan-harapan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah melihat keberlangsungan industri penerbangan, telah diambil kesimpulan dan merumuskan kebijakan penurunan harga tiket penerbangan dari LCC,” kata Darmin di Jakarta.

Dia mengatakan dampak kebijakan ini baru tidak bisa dilihat secara langsung setelah ditetapkan pemerintah hari ini. Sebab, pelaksanaan dari kebijakan ini baru akan dilaksanakan efektif seminggu kemudian setelah diumumkan oleh masing-masing maskapai.

2 dari 5 halaman

Ada yang Sedang Difinalisasi

Darmin mengatakan ada beberapa langkah yang sedang difinalisasi pemerintah untuk membantu efisiensi biaya industri penerbangan.

Salah satunya adalah menekan beberapa komponen yang bisa meningkatkan tarif penerbangan melambung.

Contoh komponen itu adalah harga bahan bakar avtur.

" Untuk menjaga keberlangsungan industri yang saya singgung semua pihak komitmen untuk sama sama turunkan biaya, tidak satu pihak saja," kata dia.

3 dari 5 halaman

Heboh Tiket Pesawat Rp21 Juta, Kemenhub: Tegur Penyedia Aplikasi

Dream - Kementerian Perhubungan meminta maskapai pesawat terbang menegur aplikasi perjalanan yang menawarkan harga yang tak masuk akal.

“ Karena yang muncul di layar aplikasi konsumen, harga tiket jadi tidak masuk akal. Kalau maskapai tidak diingatkan untuk menegur mitra mereka, ini akan merugikan reputasi maskapai sendiri, sekaligus membuat calon penumpang menjerit,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti di laman resmi , Jumat, 31 Mei 2019.

Polana mengatakan, harga tiket pesawat di musim liburan dan Lebaran 2019 misalnya, kerap membuat publik bingung. Kondisi ini dikhawatirkan menurunkan kepercayaan terhadap pelayanan dalam industri penerbangan.

Tiket yang dijual di aplikasi bukanlah tiket penerbangan langsung sesuai tujuan. Untuk rute Bandung tujuan Medan misalnya, tiket yang ditawarkan melalui transit Denpasar dan Jakarta, baru terbang ke Medan, sehingga harganya pun melambung. Harga termurah penerbangan ini mencapai Rp13.400.700 dan termahal Rp21.920.800.

Sementara untuuk Jakarta-Makassar penerbangan yang ditawarkan harus transit melalui Jayapura, baru terbang lagi ke barat dari Jayapura ke Makassar, dan harga jualnya mencapai Rp24.576.400.

Polana melanjutkan, layanan aplikasi penjualan tiket menawarkan pilihan sesuai dengan rute dan tanggal yang sudah dipilih oleh konsumen atau calon penumpang.

Tetapi, pada musim-musim ramai seperti liburan Lebaran, penerbangan langsung untuk tanggal-tanggal favorit biasanya sudah tidak tersedia.

Konsumen yang hendak terbang ke tujuan langsung biasanya akan disodori pilihan penerbangan dengan sistem transit.

4 dari 5 halaman

Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pindah Naik Kapal Laut

Dream – Semenjak harga tiket pesawat udara melambung, banyak masyarakat pemudik beralih menggunakan moda transportasi lain. Salah satunya adalah mudik dengan kapal laut.

Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, optimistis kondisi mahalnya tiket pesawat akan meningkatkan pengguna transportasi laut.

“ Saat mudik tahun ini, pasti ada kenaikan pengguna moda kapal laut,” kata Djoko melalui keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 27 Mei 2019.

Dikatakan bahwa pada 2018 ada 1.293 kapal yang dioperasikan untuk angkutan mudik. Kapal ini memiliki kapasitas angkut 3,42 juta orang.

“ Tentunya tahun ini kebutuhan akan kapal laut bisa melonjak tajam untuk rute tertentu,” kata dia.

Djoko mengatakan sejumlah perantau yang berasal dari Kalimantan diperkirakan paling banyak menggunakan kapal laut menuju Pulau Jawa. Kapal-kapal itu akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.

5 dari 5 halaman

Keselamatan Angkutan Laut Jadi yang Terpenting

Djoko mengatakan yang terpenting saat ini adalah meningkatkan keselamatan angkutan laut. Dikatakan juga angkutan laut menjadi salah satu moda yang sering mengalami kecelakaan selain angkutan darat.

“ Walapun (kecelakaan ini) tidak menimbulkan korban yang cukup besar,” kata dia.

Ketika menjadi pilihan angkutan mudik dan regulator tidak banyak berubah, Djoko memperkirakan korban akan berjatuhan. Ketersediaan instrumen navigasi, pelampung, sekoci, dan lain sebagainya dalam suatu kapal harus terpenuhi.

“ Manifes penumpang yang masih ada ketidaksesuaian harus mulai dibenahi,” kata dia.

Djoko meminta pengawasan terhadap keselamatan angkutan laut saat mudik Lebaran tahun ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“ Demikian pula penambahan kapasitas kapal baik frekuensi maupun jumlah armadanya perlu dikalkulasi lagi,” kata dia.(Sah)

Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo
Join Dream.co.id