Terungkap Alasan Erick Thohir Tunjuk Wamen Jadi Komisaris BUMN

Dinar | Minggu, 23 Februari 2020 08:01
Terungkap Alasan Erick Thohir Tunjuk Wamen Jadi Komisaris BUMN

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ada dua wakilnya yang menjabat komisaris di perusahaan BUMN.

Dream - Sejak menjadi orang nomor satu di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir melakukan gebrakan dengan merombak sejumlah direksi perusahaan pelat merah. Satu yang menjadi perhatian adalah banyaknya pejabat negara yang duduk di dewan direksi BUMN. 

Pejabat negara terbaru yang ditempatkan di dewan komisaris BUMN adalah Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmojo sebagai komisaris utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. 

Dalam bincang media di kantornya, baru-baru ini, Erick akhirnya membuka alasannya menempatkan pejabat negara  dan orang-orang yang selama ini diduga pendukung Presiden Joko Widodo di posisi dewan komisaris. 

 

Menurut Erick, penempatan pejabat negara atau orang terkenal di dewan komisaris BUMN bukan merupakan hal baru.

“ Kami juga memastikan komisaris independen untuk mewakilkan publik. Misalnya Bu Yenny (Yenny Wahid) di Garuda,” kata dia di Jakarta.

Erick menjelaskan, keputusan Wamen BUMN merangkap jabatan sebagai komisaris di beberapa perusahaan milik negara dilakukan karena yang bersangkutan dianggap memiliki latar belakang yang sesuai. Kehadiran mereka di perusahaan juga diyakini bisa membuat perusahaan tersebut lebih baik.

“ Mengapa Pak Tiko (Kartika) saya ganti ke BRI? Setelah dipikir-pikir, Pak Tiko, kan, pernah di Mandiri. Ada bagusnya ke BRI yang bidangnya beda dan lebih mikro,” kata Erick.

Dalam bayangan Erick, kehadiran Kartiko di BRI bisa membuat bank pelat merah ini bisa bersinergi dengan PT Pemodalan Nasional Madani (Perser) dan UKM agar pembiayaannya lebih efisien.

Pertimbangan yang sama diberlakukan saat Erick menunjuk wakil menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin yang duduk sebagai wakil komisaris utama PT Pertamina (Persero). Budi Gunadi, lanjut Eerick, mempunya cakupan bisnis perusahaan yang semakin luas dari minyak sampai gas.

“ Sama juga mengapa kita perlu Pak Budi di Pertamina karena sudah ada minyak dan gas,” kata dia.(sah)

(Sah, Laporan: Rifani Indrianti)

2 dari 6 halaman

5-10 BUMN di Ujung Tanduk, Garuda Tauberes Akan Disuntik Mati

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir, dikabarkan akan melakukan likuidasi atau merger kepada 5 hingga 10 perusahaan pelat merah yang sekarat. Namun untuk saat ini bos ratusan perusahaan pemerintah ini masih enggan membeberkan nama-nama BUMN tersebut.

“ Ada 5 atau 10 perusahaan BUMN yang akan dimerger atau likuidasi. Saya tak bisa bicara detail sebelum itu pantas dibeberkan pada statement,” kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat 21 Februari 2020.

Menurut Erick, BUMN-BUMN tersebut sebetulnya sudah siap untuk dilikuidasi atau digabungkan dengan perusahaan pelat merah lainnya.

Namun kementerian BUMN hingga saat ini belum melakukan tindakan apapun karena harus menunggu terbitnya Peraturan Presiden untuk melikuidasi BUMN-BUMN sakit.

" Sebenarnya sudah tidak menunggu lagi. Tapi, payung hukumnya belum jelas," ujarnya. 

 

 5-10 BUMN di Ujung Tanduk, Garuda Tauberes Akan Disuntik Mati© Dream

 

Sedikit bocoran, Erick mengungkapkan BUMN yang akan terkena aksi korporasi kementeriannya itu salah satunya merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di lantai bursa. 

" Ada perusahaan yang tertutup, ada perusahaan Tbk,” kata dia.

Tak hanya BUMN, ada juga anak usaha yang siap dicoret Erick. Salah satunya adalah Garuda Tauberes.

“ Hari ini yang sudah siap ada Garuda. Ada lima anak usahanya yang dianggap tidak dibutuhkan lagi atau tidak beres, salah satunya yaitu Garuda Tauberes,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Jual Anak Usaha BUMN ke Daerah?

Erick juga melempar wacana untuk menjual anak atau cucu perusahaan kepada perusahaan daerah. Rencananya, perusahaan yang akan dijual ini punya pemasukan yang cukup baik, tapi bisnisnya tak sesuai dengan inti bisnis perusahaan.

“ Dari pada dimerger tapi bukan inti bisnisnya, tapi ditutup ada uangnya, ya mungkin saja diberikan kesempatan perusahaanya diambil perusahaan daerah atau UMKM yang pasti transparan dan kalau bisa bidding,” kata dia.

(Laporan: Rifani Indrianti)

4 dari 6 halaman

Menteri Erick Thohir Sentil Pedas Telkom

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyindir keras kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (Persero). Orang nomor satu di jajaran perusahaan pemerintah ini mengkritik sebagian besar pemasukan dan dividen Telkom berasal dari anak usahanya, PT Telkomsel Indonesia.

Sentilan Erick semakin keras setelah dia mengusulkan agar Telkom ditiadakan dan menjadikan Telkomsel sebagai BUMN.

“ Enak sih Telkom-Telkomsel dividen revenue digabung hampir 70 persen. Mendingan tidak ada Telkom. Langsung saja Telkomsel ke BUMN. Dividennya jelas,” kata dia di Jakarta, Rabu 12 Februari 2020, dikutip dari Merdeka.com.

Erick mendesak Telkom mengubah bisnis intinya agar bisa bersaing dengan perusahaan milik negara lain. Dia juga ingin perusahaan pelat merah tersebut memiliki database big data seperti dijalankan Alibaba.

“ Makanya kita mau Telkom berubah ke arah salah satunya ke database big data, cloud, masa cloud-nya dipegang alicloud [Alibaba Cloud]. Masa database kita diambil negara lain?” kata dia.

 

 Menteri Erick Thohir Sentil Pedas Telkom© Dream

 

Diakui Erick, pemerintah selama ini merasakan manfaat dari keberadaan BUMN terutama untuk menambah pendapatan negara. Selain pajak sektor andalan, BUMN juga senantiasa rutin memberikan dividen karena statusnya sebagai pemegang saham.

Menteri yang juga pengusaha ini mengakui tak semua negara di dunia, bahkan Amerika Serikat (AS) yang memiliki konsep perusahaan milik negara. Namun dari keberadaannya, kontribusi BUMN pada negara sangat signifikan.  

“ Suka tidak suka, kontribusi BUMN ke Indonesia luar biasa dan model BUMN ini memang tidak di semua negara ada, Amerika tidak ada tapi kalau kita lihat China ada, atau pun perusahaan negara di Norwegia ada yang BUMN,” kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

5 dari 6 halaman

Dicibir

Wakil Menteri BUMN 1, Budi Gunadi Sadikin (BGS) mencibir Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menurutnya belum banyak mengantisipasi kecepatan perubahan zaman. Dia khawatir perusahaan bersangkutan pertumbuhannya mati karena tak bisa beradaptasi.

Budi Gunadi memberi contoh salah satu BUMN besar yakni PT Telkom Indonesia yang profitnya di atas Rp20 triliun. Namun perusahaan tersebut secara revenue terhitung datar dengan EBITDA yang makin terdepresi.

“ Saya tanya mereka (Telkom), rencana ke depan seperti apa. Saya bilang, saya punya HP (handphone), saya bayar per bulan Rp1 juta- Rp1,5 juta. Tapi, saya bayar ke perusahaan-perusahaan yang berdiri di atas infrastruktur mereka, itu mungkin Rp2 - Rp3 juta per bulan," kata dia.

Budi Gunadi pun mengaku mengeluarkan uang lebih besar untuk aplikasi hiburan di telepon genggamnya seperti Spotify, Google Drive, dan iCloud.

" Saya di situ spend more money dari pada saya bayar bisnis komunikasi infrastruktur yang dibangun dengan ratusan triliun rupiah per tahun. Kita spend itu bayar ke PT Telkom Indonesia," kata dia.

6 dari 6 halaman

Pesan Khusus Erick Thohir ke Dirut dan Komisaris Baru Garuda Indonesia

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berharap Irfan Setiaputra bisa menjalankan tugasnya sebagai direktur utama baru PT Garuda Indonesia dengan amanah. Pemerintah juga mengharapkan operasional Garuda Indonesia ke depan akan menjadi lebih baik. 

“ Saya berharap Pak Irfan Setiaputra bisa menjalankan amanah dengan baik,” kata Erick di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 22 Januari 2020.

Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia Tbk telah menyetujui penunjukan Irfan Setiaputra sebagai direktur utama baru PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero).

Di jajaran dewan komisaris, RUPSLB menyetujui Triawan Munaf sebagai komisaris utama dan Yenny Wahid menjadi komisaris independen. 

Erick mengatakan, Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham pemerintah di Garuda Indonesia telah berupaya mencari figur terbaik untuk mengelola maskapai pelat merah ini.

 

 Pesan Khusus Erick Thohir ke Dirut dan Komisaris Baru Garuda Indonesia© Dream

 

Dengan ditunjukan Irfan, Erick berharap Garuda Indonesia akan menjadi perusahaan yang lebih baik dan “ terbang” lebih tinggi.

Khusus untuk komisaris baru, Kementerian BUMN berharap akan muncul masukan stratego pemasaran serta upaya pemulihan citra Garuda Indonesia yang sempat tercoreng.

“ Khusus untuk Ibu Yenny Wahid, figur perempuan yang sangat mumpuni, bu Yenny merupakan komisaris independen perwakilan publik yang dapat dipercaya,” kata dia.

5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin
Join Dream.co.id