Kisah Dima Djani, Anak Santri yang Mampu Beli Bank

Dinar | Selasa, 18 Mei 2021 09:35

Reporter :

Panggilan hati sebagai seorang santri membawa Dima Jani, CEO startup ALAMI, ke dunia keuangan syariah.

Dream – Startup teknologi finansial dan keuangan syariah, Alami mengembangkan sayap bisnisnya dengan mengakuisisi sebuah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Di balik cerita sukses tersebut, siapa sangka jika sosok orang dibelakang perusahaan rintisan ini adalah mantan santri. 

“ Kebanyakan bank mengakusisi fintek, kami justru melakukan hal yang sebaliknya,” kata CEO Alami, Dima Djani, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Senin 17 Mei 2021.

Dengan akusisi ini, Dima mengatakan perusahaan akan BPRS yang berlokasi di Jakarta tersebut bisa tetap bersaing. Bank ini nantinya bisa menerapkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan profesionalisme.

Dima mengatakan aksi korporasi ini bukan latah semata. Perusahaan memang bertekad memajukan industri keuangan syariah. Proses akuisisi dan penambahan modal ini akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, nilainya sudah mencapai lebih dari Rp50 miliar.

Selain kolaborasi dan dukungan dari pemerintah, inovasi produk hingga kolaborasi yang dilakukan fintek syariah bisa menjadi salah satu kemajuan industri syariah di Indonesia.

“ Sekaligus mewujudkan amanah pemerintah agar keuangan syariah lebih mengambil peran dalam inklusi keuangan di Indonesia,” kata dia.

Kisah Dima Djani, Anak Santri yang Mampu Beli Bank
Dima Djani Founder Dan CEO ALAMI (tengah) Diapit Dua Rekan Bisnisnya Harza Sandityo (kiri) Dan Bembi Juniar (kanan) (Foto: Alami)
2 dari 4 halaman

Pesan BI Buat Alami

Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Anwar Bashori juga mengungkapkan pendanaan dari lembaga keuangan syariah (LKS) menjadi hal esensial yang harus dipenuhi untuk memajukan industri syariah.

Jaminan pasokan pendanaan dari LKS bisa menggairahkan sektor riil dengan basis syariah. Diketahui industri halal di sektor makanan hingga pariwisata memiliki potensi ekonomi yang besar.

“ Kuncinya ada pada penyaluran ke sektor riil karena percuma kalau hanya mengendap,” kata Anwar.

3 dari 4 halaman

Bisnis Cerah Pembiayaan Syariah

Dia menambahkan, pertumbuhan pembiayaan syariah sangat positif di tengah pandemi COVID-19. Pembiayaan ini tumbuh 8 persen.

“ Syariah harus jadi pilihan rasional buat semua orang dan bukan pilihan suatu agama tertentu saja. Artinya, harus efisien dan mengikuti kemajuan zaman,” kata Anwar.

Ada sektor-sektor yang tahan banting di tengah pandemi, seperti industri pertanian dan makanan halal. Fenomena ini membuktikan bahwa industri keuangan syariah punya potensi yang ebsar untuk semakin bertumbuh.

Dari catatan Bank Indonesia, pertumbuhan industri ekonomi syariah Indonesia terus meningkat trennya. Posisi industri syariah Indonesia yang berada pada peringkat 11 dunia pada tahun 2016, meningkat di posisi empat dunia pada tahun 2020.

 CEI Alami, Dima Jani© Alami

4 dari 4 halaman

Pembelinya Mantan Santri

Di balik kisah perusahaan fintech mengakusisi BPRS ternyata ada kisah menarik tentang Dima. Meski telah lulus sebagai santri dari Islamic boarding school Al-Kausar, Sukabumi, Dima tak bisa membohongi panggilan hatinya yang ingin menekuni dunia keuangan syariah.  

Sebelum menjabat sebagai CEO ALAMI, karier Dima Djani terbilang moncer. Pencapaian tertingginya sampai saat ini adalah duduk di posisi Vice President sebuah entitas investment banking global bernama Societe Generale. 

Namun jabatan itu tak membuatnya terlena. Selalu ada hal yang mengganjal hatinya. “ Saya memang tertarik dengan bidang keuangan, tapi yang berprinsip syariah,” kata Dima.

Berbekal tekad tersebut, Dima tidak berpikir panjang lagi saat mendapat kesempatan mendirikan entitas keuangan syariah. Bersama Bembi Juniar dan Harza Sandityo , Dima mendirikan startup teknologi di bidang keuangan syariah, ALAMI, pada awal 2018 lalu.

“ Di ALAMI kami menyebutnya hijrah finansial. Mengikuti kata hati bukan berarti tidak ada masalah dalam perjalanannya, tetapi rintangan bisa kami lalui karena memiliki kecintaan yang besar dalam menjalaninya,” ujar Dima.

Dima mengatakan ketertarikannya terhadap prinsip ekonomi syariah bukan hal yang datang begitu saja. Sebagai santri, Dima banyak mendapat pelajaran tentang ekonomi yang berbasis prinsip Islami ini.(Sah)

Join Dream.co.id