IHSG Naik Tipis, Indeks Syariah Malah K.O

Dinar | Jumat, 6 September 2019 17:12
IHSG Naik Tipis, Indeks Syariah Malah K.O

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Rupiah juga ikut stagnan.

Dream - Indeks syariah tak bisa menahan laju penguatannya. Setelah kemarin serempak melaju ke zona hijau, kali ini tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), justru ramai-ramai turun tahta ke teritori negatif.

Laju tiga indeks saham syariah ini berlawanan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru bergerak naik meski dengan penguatan tipis. 

Investor sepertinya menahan diri terjun ke lantai bursa karena tengah menanti data ekonomi terbaru dari dalam negeri. Sementara sentimen perang dagang AS-China untuk sementara tak terlalu dicemaskan pelaku pasar. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat 6 September 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak turun 0,593 poin (0,31%) ke level 192,055. ISSI sebetulnya memulai sesi perdagangan dengan menguat ke level 193,163 di sesi pembukaan.

Namun tekanan jual langsung membuat ISSI bergerak turun. Puncaknya terjadi satu jam jelang sesi penutupan pagi. ISSI menutup sesi I dengan turun ke level 192,523.

Di sesi kedua, kondisi tak berubah banyak. ISSI tetap bergerak di zona merah dan menutup perdagangan dengan koreksi.

Tekanan jual juga melanda indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 2,050 poin (0,29%) ke level 697,234. Sementara indeks JII70 melemah 0,256 poin (0,11%) ke level 237,021.

Berbeda dengan indeks syariah, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru naik tipis 2,147 poin (0.03%) ke level 6.308,950.

2 dari 7 halaman

Indeks Properti dan Infrastruktur K.O

Indeks sektor yang menjadi penggerak perdagangan kali ini adalah industri dasar yang naik 1,71 persen, pertambangan 0,83 persen, dan industri aneka 0,62 persen.

Investor lebih suka melepas saham di sektor properti dan infrastruktur. Dua indeks sektornya melemah masing-masing 1,78 persen dan 1,41 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SHID yang harga sahamnya naik Rp580, UNTR Rp550, ITMG Rp400, FIRE Rp220, dan POLU Rp160.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah POLL yang harganya terkoreksi Rp1.000, UNVR Rp975, MLPT Rp175, MINA Rp140, dan TLKM Rp110.

Pada 16.39, kurs rupiah terhadap dolar AS stagnan di angka Rp14.150.

3 dari 7 halaman

Indeks Syariah Kompak Menguat, Bluechips Tambang Naik Harga

Dream - Indeks syariah berbalik menguat setelah kemarin sempat dibuat cemas oleh ulah investor asing yang melakukan aksi jual saham. Lantai bursa kembali disebur pelaku pasar yang tengah melakukan konsolidasi

Ketiga indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia sebagian besar menguat sepanjang perdagangan, Kamis, 5 September 2019. Hanya indeks Jakarta Islamic Index yang sempat terperosok masuk zona negatif meski hanya sesaat.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini menutup perdagangan dengan naik pelan 1,306 poin (0,68%) ke level 192,648. ISSI memulai perdagangan dengan menguat ke level 191.723 saat bel perdagangan dimulai.

Hingga berakhirnya sesi perdagangan, ISSI tetap melaju di teritori positif meski di awal perdagangan sempat dilanda tekanan jual.

 Indeks Syariah Kompak Menguat, Bluechips Tambang Naik Harga

Nasib berbeda dialami indeks JII yang sempat terpeleset ke zona merah. Dibuka di level 694,826, indeks berisi 30 emiten syariah unggulan ini sempat jatuh ke level terendah di 692,343. 

Namun menutup perdagangan, indeks JII menanjak 6,413 poin (0,93%) ke level 699,284.

Sementara indeks baru saham syariah, JII70 ditutup naik 1,628 poin (0,69%) ke level 237,277.

Adanya aksi konsolidasi pelaku pasar menjadi angin segar bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks acuan pasar modal Indonesia ini naik 37,139 poin (0,59%) ke level 6.306,803.

4 dari 7 halaman

Investor Tertarik Saham Industri Aneka

Kali ini, investor gencar membeli saham. Sektor yang paling banyak diburu adalah industri aneka dan pertambangan. Indeks sektor industri aneka meroket 2,58 persen dan pertambangan 1,30 persen.

Sebaliknya indeks pertanian merosot 0,56 persen dan barang konsumsi 0,02 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya melesat Rp1.200, ITMG Rp875, INTP Rp750, BYAN Rp700, dan UNTR Rp575.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah MAPA yang harga sahamnya terkoreksi Rp300, INPS Rp250, POLU Rp240, PDES Rp190, dan INCO Rp140.

Pada 16.30, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melorot 10 poin (0,07%) ke level Rp14.140.

5 dari 7 halaman

Sektor Pertambangan Paling Dilirik

Saham-saham dii sektor pertambangan tengah menjadi primadona pelaku pasar usai meroket 1,15 persen. Penguatan ini diikuti oleh indeks sektor perdagangan yang naik 0,74 persen, industri dasar 0,22, dan properti 0,19 persen.

Sementara tekanan terkadi pada indeks sektor infrastruktur terkoreksi 0,38 persen, pertanian 0,36 persen, dan barang konsumsi 0,09 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah ITMG yang harga sahamnya menguat Rp575, PICO Rp430, MINA Rp200, PDES Rp190, dan ERAA Rp125.

Sebaliknya, yang terkoreksi adalah BRAM yang indeksnya melorot Rp1.400, POLU Rp320, POLL Rp225, TCID Rp200, dan FASW Rp150.

Kabar penghapusan subsidi listrik juga mengerek rupiah. Pada 16.17, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melorot 39 poin (0,27%) ke level Rp14.188.(Sah)

6 dari 7 halaman

Indeks Syariah Kompak Melemah, Investor Asing Aksi Jual Saham

Dream - Pasar modal Indonesia kembali dihempas ketidakpastian. Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang penuh ketidakjelasan dimanfaatkan pemodal asing untuk menyelamatkan diri dari bursa saham dunia.

Aksi jual oleh pemodal asing marak terjadi di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini, Selasa, 3 September 2019. Akibatnya, indeks saham kembai berguguran ke zona merah.

Koreksi juga dialami tiga indeks acuan di bursa saham nasional. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi 1,026 poin (0,53%) ke level 191,0745.

ISSI sempat memulai perdagangan dengan bergerak menguat ke level 192,429 di sesi pra-pembukaan. Saat bel perdagangan berbunyi, laju ISSI kembali naik ke level 192,430.

 Indeks Syariah Kompak Melemah, Investor Asing Aksi Jual Saham

Laju positif ISSI hanya berlangsung singkat sekitar satu jam usai bel tanda perdagangan dimulai. Memasuki perdagangan pukul 10, ISSI mulai mengalami tekanan dan bergerak terbatas di zona merah. 

Hingga sesi perdagangan ISSI hanya sekali dua kali muncul sedikit di teritori merah. Tekanan jual jelang penutupan membuat ISSI tak lagi berdaya dan menutup perdangagan di zona merah.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun lebih dalam sebesar 6,043 poin (0,86%) ke level 692,699. Sementara indeks JII70 terkoreksi 1,889 poin (0,79%) ke level 235,501.

Tekanan jual yang dilakukan pemodal asing membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut tak berdaya. IHSG terkoreksi 28,956 poin (0,46%) ke level 6.261,956.

Sepanjang hari ini perdagangan saham cukup dengan total frekuensi saham 542.718 kali dan volume perdagangan 15,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,8 triliun.

Namun raminya aksi beli itu diwarnai dengan langkah investor asing yang melakukan aksi jual saham Rp 319 miliar di pasar regular.

7 dari 7 halaman

Sektor Infrastruktur Terkoreksi

Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor infrastruktur, industri aneka, dan keuangan. Indeks sekor infrastruktur terkoreksi 1,29 persen, industri aneka 1,07 persen, dan keuangan 0,8 persen.

Hanya ada tiga indeks sektoral yang menguat, yaitu properti sebesar 0,19 persen, barang konsumsi 0,19 persen, dan perdagangan 0,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MKPI yang harga sahamnya menguat Rp2.600, STTP Rp770, POLU Rp240, MDKA Rp200, ITMG Rp125, dan PCAR Rp115.

Sebaliknya, harga saham UNVR terkoreksi Rp475, TCID Rp300, FIRE Rp230, ISAT Rp230, danb FASW Rp200.

Pada 16.07, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 54 poin (0,38%) ke level Rp14.248 per dolar AS.

20 OKT 2019 | 13:30 WIB - Pelantikan Presiden & Wakil Presiden RI 2019-2024
Join Dream.co.id