Akhir Juli, Daftar Pengemplang THR Bakal Diumumkan

Dinar | Kamis, 23 Juli 2015 14:51
Akhir Juli, Daftar Pengemplang THR Bakal Diumumkan

Reporter : Syahid Latif

Sebanyak 51 perusahaan diketahui melanggar ketentuan pembayaran THR Lebaran.

Dream - Laporan 51 perusahaan yang tak membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) selama Lebaran kemarin berbuntut panjang. Pemerintah bakal mengumumkan nama-nama perusahaan pengemplang THR.

“ Kita anggap ini perusahaan-perusahaan yang tidak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan terutama masalah THR," kata Hanif seperti dikutip laman depnakertrans, Kamis, 23 Juli 2015.

Hanif menambahkan, kementeriannya juga sudah menyurati sejumlah instansi agar menunda pelayanan bagi perusahaan-perusahaan yang ketahuan tidak membayarkan THR.

" Itu yang bisa kita berikan karena UU Ketenagakerjaan kita belum mengatur sanksi secara lebih kuat,“ kata Hanif.

Dijadwalkan, pengumuman nama-nama perusahaan pengemplang THR akan dilakukan pada akhir proses penyelesaian masalah THR atau pada 31 Juli. Penundaan pelayanan terhadap perusahaan-perusahaan pun akan diumumkan pada saat yang sama.

Merujuk pada laporan sementara Posko Pusat Pemantauan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2015, kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerima dan menangani pengaduan yang melibatkan 374 perusahaan di seluruh Indonesia.

Dari penelusuran diperoleh data 51 perusahaan yang terkait langsung dengan pelanggaran pembayaran THR dari berbagai daerah.

Sedangkan sebagian besar pengaduan lainnya yang masuk ke Posko THR terkait pengaduan permasalahan ketenagakerjaan secara umum yaitu antara lain seperti soal besaran gaji, gaji tidak dibayar, pesangon, status pekerjaan, pembayaran jaminan sosial dan masalah PHK.

Terkait
Join Dream.co.id